Monster Ayam Tanpa Kepala Ditemukan Peneliti Australia (Foto: NOOA/antartica.go.au)
Dream - Makhluk laut aneh, bahkan dengan julukan lebih aneh lagi, belum lama ini berhasil ditemukan dan direkam untuk pertama kalinya.
Makhluk laut yang memiliki nama latin, Enypniasties Eximia dengan julukan monster ayam tanpa kelapa ini tertangkap kamera di laut selatan dari Antartika Timur oleh tim Austraia Antartic Division Program.
Mengutip laman antartica.gov.au, makhluk ini sebelumnya pernah terlihat dan direkam di Teluk Meksiko.
Para peneliti berharap temuan ini akan membantu mereka mewujudkan areal konservasi Antartika untuk melindungi hewan langka seperti monter ayam tanpa kepala ini.
" Beberapa temuan dari hasil penangkapan kamera ini benar-benar mengejutkan, termasuk spesies yang selama ini tak pernah dilihat di belahan bumi lain," ujar pimpinan program Australian Antartic Division, Dr Dirk Wlesford dalam keterangan tertulisnya.
Penemuan ini tak terlepas dari teknologi kamera yang dikembangkan para peneliti Australia. Dengan tempat penyimpanan yang melindungi kamera dan peralatan elektronik lainnya, diharapkan alat ini bisa bertahan lama.
" Yang lebih penting, kamera ini menyediakan informasi tentang area bawah laut yang bisa menjadi rujukan area memancing dan beberapa kawasan sensitif yang harus dijauhkan dari aktivitas memancing."
Data yang diperoleh dari kamera ini rencananya akan dipresentaskan di Komisi Tahunan untuk Konservasi Pertemuan Sumber Daya kehidupan Laut Antartika yang dimulai di Hobart awal pekan ini.
Komisioner Australia berharap pertemuan itu akan mendorong kawasan perlindungan laut Antartika timur yang baru.
" Samudra Selatan adalah rumah bagi kelimpahan yang luar biasa dan berbagai kehidupan laut, termasuk spesies yang dicari secara komersial, panen yang harus dikelola dengan hati-hati untuk generasi mendatang," komisaris Gillian Slocum mengatakan.
Pertemuan 10 hari juga akan mencakup proposal tentang bagaimana menanggapi perubahan iklim.(Sah)

Dream - Cerita tentang ular berkepala dua mungkin sudah banyak bermunculan di dunia maya. Namun temuan ular langka di Kansas, Amerika Serikat ini berbeda dari hewan-hewan aneh sebelumnya.
Kabar kemunculan ular berkepala dua ini muncul setelah sebua video diunggah di akun media sosial. Uniknya dua kepala ular itu memiliki sifat yang berbeda satu sama lainnya.
Menurut fotografer asal Kansas, Amerika Serikat, Jason Talbott, anak ular itu seolah monster di dunia nyata. Dia mengatakan seorang temannya menemukan anak ular itu di sebuah hutan di Kansas.
" Ular ini ditemukan oleh temanku saat berada di hutan. Ketika mendengarnya, aku tidak membuang-buang waktu untuk mendapatkan beberapa foto ular itu," kata Jason dikutip dari laman Mirror.
Dalam video terlihat anak ular itu merayap di sekitar tangan Jason. Anehnya, masing-masing kepala anak ular itu bergerak secara sendiri-sendiri.
Pria 43 tahun itu mengatakan tanpa bekerja sama, anak ular itu tidak bisa menggigit secara efektif. Sebab, kedua kepalanya dibutuhkan untuk menggerakkan tubuhnya.
Meski terlihat mengerikan, anak ular itu tidak berbahaya. Jason mengakui gigitan anak ular itu tidak cukup kuat untuk menembus kulit manusia.
" Salah satu dari kepala anak ular itu lebih agresif dari yang lainnya dan sering menggigit," kata dia.
" Kabarnya ini langka, mungkin 1 dibanding 10.000. Tapi sulit mengetahui angka perbandingan pastinya karena mereka hewan liar dan sulit dipahami. Lagi pula tingkat kelangsungan hidupnya juga rendah," ucap dia.
Jason dikenal sebagai penggemar hewan berbentuk aneh, termasuk ular. Dia telah mengabadikan ratusan ular berbentuk aneh dan sering digigit saat melakukan pemotretan.
Untungnya, sebagian besar adalah ular yang tidak berbisa.
Ular berkepala dua tidak hanya sekali ini pernah ditemukan. Pada tahun 2015 lalu, seekor ular berkepala dua menetas di sebuah peternakan ular di Yulin, China.
Tetapi, dua kepala ular itu saling menyerang satu sama lain hingga salah satunya mati. Bahkan kepala yang masih hidup memakan kepala ular yang sudah mati.

Dream - Seekor salamander raksasa ditemukan oleh nelayan China di Chongqing, wilayah sebelah barat daya Negeri Tirai Bambu itu. Binatang ini diduga sebagai makhluk yang paling tua di dunia.
Binatang yang diduga berusia 200 tahun ini ditemukan oleh Wang Yong di sebuah gua terpencil. Nelayan ini kemudian memanggil peneliti binatang liar untuk menangkap hewan amfibi itu.
Para peneliti yang tiba di gua itu nyaris tak percaya dengan apa yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri itu. Mereka terkejut karena ada salamander langka dengan panjang hampir 1,4 meter itu.
Binatang ini kemudian ditangkap oleh peneliti satwa liar, kemudian dibawa ke pusat pemeliharaan setelah diketahui dalam kondisi sakit. Hewan ini bisa bertahan hingga dua abad diduga karena hidup di dalam kolam pasang surut di gua yang terisolasi.
Hewan yang disebut-sebut seperti monster ini diberi nama Wa Wa Yu, yang artinya ikan bayi. Sebab, salamander ini disebut-sebut bisa mengeluarkan suara seperti tangisan bayi.
Namun, dalam video yang beredar itu tak pernah terdengar suara binatang itu. Sebab, dalam video yang beredar di laman Youtube, binatang ini tak pernah mengeluarkan suara. Hewan ini hanya bergerak-gerak dalam air. (Ism, Sumber: Daily Star)