Pilu! Tetangga Ogah Bantu, Keluarga Ini Angkut Mayat dalam Plastik Pakai Sepeda

Reporter : Reni Novita Sari
Selasa, 18 Agustus 2020 15:45
Pilu! Tetangga Ogah Bantu, Keluarga Ini Angkut Mayat dalam Plastik Pakai Sepeda
Sungguh miris nasib yang menimpa keluarga ini.

Dream - Kisah pilu dialami sebuah keluarga di Belagavi, India. Mereka terpaksa membawa jenazah anggota keluarganya ke permakaman dengan menggunakan sepeda. Para tetangga menolak membantu mengantarkan jenazah keluarga mereka ke tempat peristirahatan terakhir.

Dilansir oleh India Times, salah seorang anggota keluarga terpaksa membawa jenazah kerabatnya dengan membungkusnya di dalam kantong plastik di atas sepedanya. Sementara itu, penduduk desa tidak membantu mereka lantaran takut terinfeksi Covid-19.

Almarhum yang telah berusia 70 tahun itu sebelumnya menunjukkan gejala khas Covid-19, seperti demam dan pilek.

1 dari 4 halaman

Jenazah Diduga Pasien Covid-19

Sebelum meninggal, pria tua itu dirawat di rumah sakit swasta karena mengalami demam tinggi. Tak lama setelahnya, Dokter merujuknya ke RSUD Belagavi karena pasien mengalami gejala virus Corona.

Namun, akhirnya Ia dinyatakan meninggal pada Senin 17 Agustus 2020, pagi waktu setempat.

Setelah kejadian itu, penduduk desa bahkan tidak melakukan aktivitas apapun di dekat kediamannya karena takut tertular infeksi covid-19. Bahkan, Keluarga tersebut telah menghubungi ambulans tetapi tidak ada tanggapan.

Jenazah diangkut pakai sepeda© Foto : Twitter/DKShivakumar

2 dari 4 halaman

Tuai Kecaman

Akhirnya, anggota keluarga terpaksa membawa jenazah kerabat mereka dengan sepeda ke kuburan dan melakukan upacara pemakaman seorang diri.

Yang lebih menyedikannya, anggota keluarga tersebut membawa jenazah kerabat mereka dengan mengenakan APD seadanya di bawah guyuran hujan deras.

Sementara itu, Ketua Komite Kongres Karnataka Pradesh (KPCC), D K Shivakumar membagikan video insiden tersebut dan menyayangkan sikap apatis pemerintah.

Dalam tweet yang diposting olehnya pada hari Senin, dia mengkritik pemerintah Negara Bagian karena gagal mengambil tindakan apa pun dalam hal ini.

Dia juga mempertanyakan Kepala Menteri BS Yediyurappa mengapa ambulans tidak disediakan meskipun ada permohonan dari anggota almarhum.

 

 

3 dari 4 halaman

" Kerabat seorang berusia 70 tahun yang meninggal di Kittur, Belagavi harus membawa jenazah untuk dikremasi dengan sepeda saat hujan deras. CM BS Yediyurappa, di mana pemerintah Anda? Mengapa ambulans tidak disediakan? Pemerintah yang tidak kompeten ini tidak memiliki kemanusiaan dan telah gagal total dalam menangani pandemik," kata Shivakumar dalam tweetnya.

Insiden tersebut menjadi viral hingga menimbulkan kecaman luas dari masyarakat umum. Mereka menyalahkan para petugas kesehatan karena tidak menanggapi permintaan anggota keluarga itu yang meminta ambulans untuk membawa jenazah kerabat mereka. (Indiatimes)

4 dari 4 halaman

Lihat Video yang Dibagikan

Beri Komentar