Pakar AS Soroti Penyemprotan Disinfektan di Indonesia: Buang-Buang Uang

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 8 Juli 2021 19:01
Pakar AS Soroti Penyemprotan Disinfektan di Indonesia: Buang-Buang Uang
Dokter Faheem Younus mengatakan penyemprotan disinfektan tidak diperlukan di jalanan dan ruang terbuka.

Dream - Penyemprotan disinfektan di jalanan menjadi tren baru selama pandemi Covid-19. Bahkan banyak institusi yang melakukannya.

Truk pemadam kebakaran menyemprot jalanan atau kendaraan milik Kepolisian menyemburkan cairan mengandung disinfektan mungkin sudah jadi pemandangan umum. Hal ini mengundang komentar pakas medis AS, Dokter Faheem Younus.

Younus memberikan komentarnya terhadap kegiatan tersebut. Dia mengunggah beberapa foto penyemprotan disinfektan di jalanan, yang sayangnya, tampak terjadi terjadi di Indonesia.

" Benar-benar buang-buang waktu, uang, dan energi," cuit dia.

Younus punya alasan mengapa penyemprotan tersebut seperti percuma. Dia mengatakan disinfeksi permukaan tidak diperlukan pada jalanan dan ruang terbuka.

" Rumah sakit dan kamar dengan pasien Covid-19 adalah cerita lain," kata dia.

 

1 dari 3 halaman

Dokter yang Populer

Younus kini tengah populer di media sosial. Meski sebagai pakar kesehatan di Amerika Serikat, dia ternyata benar-benar memperhatikan kondisi Covid-19 di Indonesia.

Younus kerap membuat cuitan mengomentari kebiasaan orang-orang Indonesia yang " nyeleneh" selama pandemi. Seperti memborong susu beruang, kelapa muda, dan lain sebagainya hanya karena panik dan termakan hoaks.

Tidak jarang pula dia membuat cuitan dalam bahasa Indonesia. Akibatnya, akunnya banyak disukai warganet Indonesia.

2 dari 3 halaman

Pakar AS Soroti Lonjakan Corona RI: Covid Tak Hilang dengan Pura-Pura Tidak Ada

Dream - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir mengundang sorotan pakar kesehatan AS, Faheem Younus.

Kepala Departemen Penyakit Menular Universitas Maryland, Amerika Serikat, ini membuat cuitan khusus mengenai kondisi Indonesia.

Faheem menyinggung data kenaikan kasus di Indonesia yang melonjak 67 persen. Selain itu, dia juga menyoroti munculnya kasus baru melebihi angka standar.

" 22 per 100 ribu kasus baru (seharusnya <5/100 ribu)," tulis Faheem di Twitternya, @FaheemYounus.

3 dari 3 halaman

"Covid Tak Akan Pergi Hanya Dengan Berpura-pura Tidak Ada"

Tak hanya itu, dia juga menyoroti tingkat vaksinasi. Menurut dia, baru 6 persen populasi Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin.

" Karena tingkat pengujian rendah, kasus aktual+kematian lebih tinggi. Covid tidak akan pergi hanya dengan berpura-pura tidak ada," tulis dia.

Kasus baru di Indonesia pada 17 Juni 2021 melonjak sangat tinggi mencapai 12 ribu kasus dalam sehari. Padahal sejak Maret 2021, angka kasus harian selalu berada di bawah 10 ribu.

Beri Komentar