Jaylen Brown Saat Membela Boston Celtics (BetterGolfZone)
Dream – Para pemain basket Boston Celtics tengah mengepung pertahanan Broklyn Nets di pertandingan yang digelar di Stadion TD Garden, Boston, Minggu 17 April 2022. Ini adalah pertandingan babak playoff pertama NBA yang dimainkan dari tujuh babak dengan sistem best of seven.
Ketika sedang seru-serunya menyerang, mendadak bola yang dipegang pebasket Celtics dicuri pemain Nets. Akhirnya terjadi serangan balik. Kini gantian pemain Nets yang menyerang pertahanan Celtics. Pemain Nets langsung melancarkan serangan balik dengan cepat.
Di saat kritis, penyerang Nets mengoper bola ke penyerang Nets yang berada si sayap kanan. Pemain bertahan Celtics segera berusaha menutup. Tapi bola langsung dioper ke pemain Nets tadi yang kosong di kiri lapangan.
Dalam keadaan lapangan kosong penjagaan, pebasket Nets di kiri lapangan itu melepas bola ke jaring Celtics. Sudah bisa diduga akan tercipta skor bagi Nets.
Saat bola sudah melambung di udara menuju ring basket Celtics, mendadak dari arah belakang seorang pemain Celtics bernomor punggung 7 datang.
Pemain Celtic itu langsung melompat dan memukul bola yang tengah melambung ke arah ring basket ke papan. Akhirnya, alih-alih masuk, bola itu langsung memantul dan dikuasai kembali oleh pemain Celtics.
Alhasil, kini pemain Celtics yang ganti menyerang. Yang menarik, pemain Celtics bernomor punggung 7 yang memblok bola itu ikut datang menyerang. Bola pun dioper ke pemain ini. Dan bola itu pun dengan mulus dimasukkan pemain nomor 7 itu ke ring Nets dari sisi kanan. Masuk! Skor kini untuk Celtics.
Pemain dengan nomor punggung 7 dari Boston Celtics itu adalah Jaylen Brown, 25 tahun.
Berkat aksi penyelamatan gemilang dan manuvernya itu, dia berhasil membawa Celtics akhirnya unggul di babak pertama playoff itu. Celtics unggul tipis 115-114 atas Nets. Skor 1-0 untuk Celtics.
Pada pertandingan itu, Brown mencetak 25 poin, 5 rebound, 3 assist, dan 4 steal. Uniknya, malam itu dia juga tengah berpuasa. Karena, dia memang seorang muslim dan saat pertandingan digelar bertepatan adalah bulan Ramadhan.
Brown sendiri tidak mengungkapkan dia berpuasa atau tidak pada pertandingan itu. Dia mengatakan, soal puasa adalah masalah pribadi. Tetapi dia berbicara tentang arti Ramadhan baginya.
“ Ramadhan adalah sesuatu yang istimewa,” kata Brown, usai pertandingan.
“ Itu (Ramadhan) adalah sesuatu yang menyelamatkan hidup saya dalam banyak hal. Jadi, beritahu kepada semua orang yang berpartisipasi dan beritahu kepada semua orang untuk menunjukkan rasa hormat karena, pada kenyataannya, beberapa hal lebih besar dari bola basket,” ujar shooting guard Celtics ini.

Walau tidak mau terang-terangan mengaku berpuasa, pengakuan Brown secara terbuka dia berpuasa saat bertanding di NBA justru terjadi empat tahun lalu.
Pada 13 Oktober 2018, saat tampil di kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) sebagai panelis untuk acara bertajuk “ MLTalks: Hoops, Tech, and Justice,” Brown mengaku dia berpuasa saat babak playoff ketika bertugas menjaga LeBrown James dari Cavaliers. Itulah pengakuan terbuka pertamanya bahwa dia selalu berpuasa ketika bertanding di liga NBA.
***
Jaylen Marselles Brown lahir tanggal 24 Oktober 1996 di Georgia, Amerika Serikat.
Sejauh ini ia tidak banyak mengumbar informasi tentang kehidupan keluarganya pada media.
Namun ayah Brown adalah Quenton M. Brown, mantan petinju profesional. Quenton merupakan Juara Dunia WBU 2016, WBU C.A.M. Juara Kelas Berat, dan anggota Dewan Komisi Tinju Negara Bagian Hawaii.
Saat duduk di bangku SMA, Brown bersekolah di Wheeler High School di Marietta, Georgia.
Saat duduk di bangku SMA, ia memimpin tim basket sekolahnya meraih kemenangan di Kejuaraan Negara Bagian 6A Asosiasi Sekolah Menengah Georgia (GHSA). Dengan 0,6 detik tersisa, Brown melakukan dua lemparan bebas untuk memberi Wheeler kemenangan 59–58.
Sorotan pada dirinya terjadi pada musim senior Brown. Ia mencatatkan 28 poin dan 11 rebound yang dia cetak dalam kemenangan 76-70 melawan Akademi Kristen Wesleyan, dan mencetak 24 poin dan 8 rebound dalam kemenangan 61-40 atas Bentonville High School.
Saat memperkuat tim basket SMA Wheeler, Brown rata-rata mencetak 28 poin dan 12 rebound saat memimpin Wheeler ke rekor keseluruhan 30 kali kemenangan dan hanya 3 kali kalah.
Brown memenangkan medali emas Kejuaraan Amerika FIBA 2014 sebagai bagian dari Tim Nasional U-18 Bola Basket AS. Dia juga terpilih untuk bermain di McDonald's All-American Boys Game 2015.
Di akhir karir sekolah menengahnya yang luar biasa, Brown dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Gatorade Georgia Boys, Pemain Terbaik Georgia All-USA USA Today, Mr. Bola Basket Georgia, dan Pemain Terbaik Kelas 6A.
Setelah tamat SMA, dia mendapat beasiswa dari University of California di Berkeley. Brown mengambil kelas master dalam program Studi Budaya Olahraga dalam Pendidikan di Berkeley selama semester pertama di perguruan tinggi. Dia juga mendapatkan beberapa kefasihan dalam bahasa Spanyol, dan menguasai tiga bahasa asing lagi lainnya pada usia 25 tahun. Selama di kampus, dia bermain basket untuk tim basket Golden Bears.
Saat bermain untuk Golden Bears pada tahun 2015–16, Brown rata-rata mencetak 14,6 poin, 5,4 rebound, dan 2,0 assist dalam 27,6 menit per game selama 34 game. Dia mencetakk skor terbaiknya pada 27 November 2015, saat melawan Richmond dan 27 Januari 2016 saat melawan Utah, ketika dia mencatat 27 poin di setiap pertandingan.
Dia hanya bermain selama satu tahun di bola basket perguruan tinggi untuk California Golden Bears. Setelah itu dia terjun ke liga bola basket profesional Amerika, NBA.
Pada tahun 2016, di draft NBA ia berada di pilihan ketiga. Ia pun dipilih oleh Boston Celtics. Di Celtics, dia bermain untuk posisi shooting guard dan small forward.

Pada 20 Oktober 2021, di musim pembukaan Celtics, Brown mencatat 46 poin tertinggi dalam kariernya ketika kalah 134–138 dari New York Knicks. Pada tanggal 2 Januari 2022, Brown melampaui karir tertingginya, dengan mencetak 50 poin dan 11 rebound, dalam kemenangan 116-111 overtime atas Orlando Magic.
Dia pun terpilih sebagai NBA All-Star pada tahun 2021 untuk pertama kalinya
Brown pada dasarnya adalah seorang vegetarian dan memiliki minat yang beragam, termasuk belajar bahasa Spanyol, belajar sejarah, meditasi, dan filsafat. Dia juga penggemar berat sepak bola dan juga penggemar berat anime.
Banyak yang menggambarkannya sebagai atlet yang tidak biasa, dengan banyak ambisi di luar bola basket. Brown, yang keturunan Afrika-Amerika, sebelum draft NBA, tidak menyewa agen. Dia dikritik oleh beberapa orang sebagai " terlalu pintar" untuk bermain di NBA.
Ketika dia berusia 22 tahun, Brown menjadi Wakil Presiden terpilih termuda di National Basketball Players Association.
Dalam usia yang masih muda, menurut Celebrity Net Worth, kekayaan Brown dari bermain basket mencapai U$ 10 juta atau Rp 144 miliar.
Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah berbicara tentang pentingnya pendidikan dan teknologi di Universitas Harvard, Universitas California, Berkeley dan MIT.
Pada tahun 2019, Brown ditunjuk sebagai rekanan MIT Media Lab dan sejak itu berkolaborasi dengan universitas untuk membuat Bridge Programme, yang membimbing remaja dan siswa sekolah menengah kulit berwarna di Greater Boston, yang tertarik untuk mengejar karir dalam program STEM. Melalui karyanya dengan MIT dan 7uice Foundation-nya, Brown ingin membantu memperjuangkan kesenjangan dalam penanganan pendidikan dan ketidaksetaraan pendapatan.
***
Brown sendiri mengakui banyak tantangan yang datang saat menjalankan Ramadhan, sekaligus tetap bermain basket di kasta tertinggi NBA. Tetapi ini menurutnya merupakan waktu refleksi dan doa selama bulan suci.
Brown mengatakan hubungannya dengan Tuhan telah menguat selama Ramadhan. Hal itu membantu dia di luar lapangan serta membantunya memperkuat mental selama bulan suci ini.
“ Ramadhan adalah momen spesial, waktu yang spesial,” kata Brown. " Memastikan hubungan Anda dengan Tuhan… melalui kesulitan, bertahan melalui gangguan dan hal negatif apa pun. Apa pun yang menarik Anda menjauh dari diri Anda menjadikannya lebih tinggi."
Saat Celtics bertanding dalam seri putaran pertama melawan Nets pada pukul 15:30 di TD Garden, artinya matahari masih akan terbit selama pertandingan.
Meski bermain saat Ramadhan di babak playoff akan sulit, Brown mengatakan dia merasa segar secara mental, yang merupakan keunggulan yang dia miliki.
“ Banyak orang memiliki banyak alasan mengapa yang membuat mereka berpuasa,” kata Brown.
“ Sebagian karena seperti pengalaman religius. Itu membuat Anda, serasa lebih dekat dengan Tuhan, atau Tuhan lebih dekat dengan Anda. Banyak orang mengatakan itu menempatkan diri Anda melalui sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga membuat Anda lebih tangguh secara mental,” ujarnya.
Sebelum bertanding melawat Nets pun, Boston Herald mengambarkan situasi hati Brown sungguh baik dan sangat optimistis. “ Kamu bisa tahu dari senyum di wajah saya, kan?” katanya setelah latihan tiga hari sebelum laga.
“ Ya, ini mengasyikkan. Saya mengalami sedikit kesulitan tidur. Jadi saya hanya mencoba menenangkan diri," katanya.
“ Saya siap untuk bertanding, saya bersemangat. Ini waktu playoff, ini waktu terbaik tahun ini. Untuk inilah Anda bekerja… Jadi terkadang pemain yang lebih tenang dan santailah yang mendapat keuntungan,” tuturnya.
Meskipun dia menolak untuk mengatakan dia sedang berpuasa atau tidak dalam pertandingan itu, Brown mengatakan dia mendapat kekuatan besar dari ibadah tersebut.
“ Saya mencoba untuk menjaga kehidupan pribadi saya jadi sebagai rahasia pribadi… Tapi ya, saya menantikan babak playoff. Ramadhan adalah momen spesial, waktu yang spesial,” kata Brown.

“ Semuanya masalah mental. Itu semua fokus. Ini semua masalah ketekunan. Ini semua masalah kehidupan, ”katanya.
“ Menjadi versi tertinggi dari diri Anda adalah penting. Bisa berada di sana untuk rekan tim saya, bisa berada di sana untuk keluarga saya, untuk diri saya sendiri, itu penting. Jadi hanya mencoba untuk menjadi –seperti semua orang– mencoba menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Itu saja," tandasnya.
Pada musim 2021-22, Brown terus mengembangkan bakatnya, dan khususnya kemampuan passing sehingga membuat rekan satu timnya menjadi lebih baik. Penduduk asli Georgia ini rata-rata telah mencetak 23,6 poin, 6,1 rebound, 3,5 assist, dan 1,1 steal per game musim ini. Sementara dia hanya melakukan fouling 2,5 kali per game.
Dengan modal itu, Brown tak ragu tampil beringas walau tengah puasa. Itu juga yang dia buktikan ketika dia menggagalkan tembakan lawan, dan malah mencetak skor dalam waktu bersamaan. Seperti kata Brown, puasa saat bermain di bulan Ramadhan, justru membuat dia tampil dengan versi terbaiknya sebagai manusia. (eha)