Siswa SD Di Kota Bogor Membawa Kotak Nasi Atau Ompreng Untuk Wadah Makanan Ketika Beli Jajanan Di Sekolah (Liputan6.com)
Dream - Kampanye mengurangi sampah plastik terus digalakkan Pemerintah Kota Bogor. Kampanye ini menyasar seluruh institusi, termasuk Dinas Pendidikan.
Institusi ini bakal mewajibkan semua pelajar untuk membawa kotak nasi atau lebih dikenal dengan istilah ompreng. Ini agar penggunaan plastik untuk kemasan makanan dapat ditekan.
" Permasalahan sampah menjadi salah satu program prioritas Pemkot Bogor dan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tapi sema harus ikut ambil bagian," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, dikutip dari Liputan6.com.
Fahrudin mengatakan apabila setiap sekolah bisa mengurangi sampah hingga 25 kilogram per hari, volume sampah plastik bungkus jajanan di Kota Bogor bisa turun 10 ton sehari. Hal ini bisa dilakukan dengan mengganti plastik bungkus jajanan dengan kotak nasi.
" Kami ingin ompreng makan dan botol minum digunakan saat membeli jajanan, sebagai pengganti kemasan jajanan baik plastik maupun kertas," ucap dia.
Selanjutnya, Fahrudin menyimpan harapan kebijakan ini nantinya bisa dijalankan di seluruh sekolah. Dengan begitu, para pelajar dapat terlibat aktif dalam upaya mengurangi sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Program penggunaan ompreng untuk tempat jajanan saat ini sudah berjalan di beberapa sekolah di Kota Bogor. Di antaranya seperti di SDN Cibuluh 1, yang sudah 100 persen siswanya menggunakan ompreng sebagai wadah ketika membeli jajanan.
Jika program ini berjalan, Fahrudin berharap setiap sekolah yang menerapkan kebijakan tersebut secara konsisten mendapatkan reward dari pemerintah. Salah satunya bisa lewat penyematan julukan Sekolah Sehat dan Ramah Lingkungan.
" Secepatnya akan diwajibkan, tapi sosialisasi dulu sampai sebagian besar terbiasa melakukan hal itu," ucap dia.