Cerita Gaib Jembatan yang Dihindari Pembawa 1211 Keris Pusaka

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 15 Maret 2018 18:10
Cerita Gaib Jembatan yang Dihindari Pembawa 1211 Keris Pusaka
Selama perjalanan membawa sesajen dan membakar dupa.

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirim 1.211 koleksi keris ke Museum Keris Nusantara di Surakarta, Jawa Tengah. Keris-keris serta benda pusaka lain yang dikemas dalam delapan kotak kayu itu dipindahkan melalui jalur darat.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pengiriman tersebut diiringi dengan pelaksanaan ritual adat Jawa menggunakan sesajen tertentu. 

Ritual itu di antaranya dengan membakar dupa dan menyiapkan berbagai perlengkapan sesajen lainnya selama perjalanan

Mobil ekspedisi yang mengirim keris tersebut juga mendapatkan pengawalan khusus.

" Ritualnya untuk pengiriman ke sini dengan membawa sajen, membakar dupa dan ritual lainnya," ucap Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan (Disbud) Solo, Bambang MBS di Museum Keris Nusantara.

Selain membawa berbagai sesajen, Bambang mengatakan selama proses perjalanan rombongan juga menghindari jalur Jembatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ini agar terhindar dari gangguan secara gaib di kawasan itu.

Dari hasil diskusi spiritual, daerah itu disebut rawan dengan hal-hal gaib. 

" Menghindari Jembatan Tuntang dengan lewat jalur alternatif lainnya. Ya, biar semuanya lancar tidak ada gangguan di jalan, seperti sopir kesurupan atau kantuk saat menyetir. Ini kearifan lokal," ujar dia.

Begitu sampai di ruang transit Museum Keris Nusantara, bau dupa menyambut keris-keris tersebut. Benda-benda pusaka milik Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud itu awalnya merupakan hasil sitaan Direktorat Bea dan Cukai. 

(Sumber: Liputan6.com/Fajar Abrori)

 

Beri Komentar