Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang pria Bangladesh yang menumpangi Malindo Air tujuan Kuala Lumpur, Malaysia ke Dhaka, Bangladesh harus diikat karena menyerang pramugari dan bertelanjang selama perjalanan pesawat.
Peristiwa itu terjadi pada penerbangan Malindo Air OD162 pada Sabtu, 3 Maret 2018.
Penumpang pesawat itu diketahui sebagai mahasiswa sebuah universitas di Cyberjaya, Malaysia. Selain tampil polos, saksi mata menyebut pemuda itu sempat melakukan tindakan senonoh saat duduk di kursinya.
Dilaporkan The Star, saksi mata mengatakan bahwa sang pemuda itu sempat kencing di kursi dan berjalan tanpa pakaian ke toilet.
Salah seorang saksi mata lain menyebut sang pemuda sempat ditegur pramugari yang bertugas. Tetapi, dia malah menyerang pramugari itu.
Karena situasi tak terkontrol, pemuda itu ditahan oleh penumpang lainnya. Tangan pemuda itu kemudian diikat dengan pakaian yang dia kenakan.
Gambar pemuda tanpa pakaian itu kemudian beredar di media sosial.
Pihak maskapai Malindo Air mengatakan penumpang yang tak disebutkan namanya itu diamankan oleh keamanan begitu sampai di Dhaka.
" Sehubungan dengan kejadian tentang penumpang mengganggu onboard OD162 ke Dhaka pada tanggal 3 Maret, awak kapal telah mengikuti prosedur operasi standar untuk menahan penumpang guna menghindari gangguan lebih lanjut terhadap awak kapal dan penumpang."
" Maskapai akan terus waspada untuk memastikan penumpang melakukan perjalanan dengan nyenyak," kata maskapai Malindo Air dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya