Mendiang Syachrul Anto, Pahlawan Yang Gugur Saat Evakuasi Lion Air (Foto: Facebook Syachrul Anto)
Dream - Seorang penyelam dari tim Basarnas dilaporkan meninggal saat bertugas mencari korban Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Jumat 2 November kemarin.
Dilansir Liputan6.com, korban diketahui bernama Syachrul Anto. Dia merupakan anggota dari Indonesia Diver Rescue Team.
Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto, mengatakan Syachrul meninggal diduga akibat mengalami dekompresi.
" Diduga dekompresi karena tekanan. Bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan). Dia mungkin langsung," kata Isswarto saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu 3 November 2018.
Isswarto menambahkan, aktivitas penyelaman untuk mencari korban dan serpihan pesawat Lion Air JT610 seharusnya telah berakhir pada pukul 16:00 WIB.
Hal ini dilakukan karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, korban masih berada di bawah laut hingga pukul 16.30 WIB.
" Korban dari sipil, penyelam Basarnas," kata Isswarto.
Saat ini jenazah Syachrul sudah berada di rumah duka di Surabaya, Jawa Timur.
" Laporan ke saya hanya terjadi dekompresi. Terus dibawa ke chamber di KN Victory. Tindakan lanjut saya tidak monitor (karena di bawah Basarnas)," ujar Isswarto.
Dream - Tim SAR terus melakukan upaya pencarian terhadap jasad para penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat.
Namun, di tengah upaya tersebut, tim SAR menerima kabar yang menyedihkan. Dilansir Liputan6.com, tim pencari korban Lion Air harus kehilangan salah seorang penyelam yang meninggal dunia saat bertugas Jumat, 2 November kemarin.
Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto, saat dihubungi Merdeka.com, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar Pukul 16.30 WIB.
Menurut Isswarto, korban adalah warga sipil yang menjadi anggota tim Basarnas yang bertugas menyelam untuk mencari korban Lion Air jatuh.
" Korban dari sipil, penyelam Basarnas, di bawah Basarnas, bukan kita," kata Isswarto, Sabtu 3 November 2018.
Isswarto menegaskan, pihaknya telah mengakhiri proses penyelaman untuk mencari korban Lion Air jatuh pada pukul 16.00 WIB.
Namun, dia merasa heran karena masih ada tim yang melakukan penyelaman hingga pukul 16.30 WIB.
" Sore jam setengah lima (kecelakaan terjadi). Kita tutup jam 4 karena cuaca gelap, saya close. Tapi kok masih ada yang menyelam," terang dia. Jenazah korban telah dievakuasi sejak kemarin.
Dream - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memaparkan sejumlah temuan berdasarkan visualisasi ROV dan penyelam di lokasi ditemukannya FDR black box Lion Air JT610. Ditemukan roda pesawat, puing badan pesawat dan beberapa korban.
" Ada beberapa korban kita lihat sebarannya cukup luas. Kita melihat hal paling besar, roda pesawat, dua ban begitu, kemudian body cukup besar," kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di posko evakuasi Lion Air di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis malam.
Ia menjelaskan, temuan ini berdasarkan visualisasi alat canggih ROV yang diturunkan di lokasi penemuan FDR black box hingga pukul 16.30 WIB. Tim penyelam lalu menyisir area dasar laut hingga pukul 17.45 WIB.
" Barang-barang itu ada di bawah kapal (lokasi ditemukan black box). Kita sapu, sisir dari kapal itu ada kanan atas, kanan bawah, kiri atas, kiri bawah dan depan," ujarnya.
Jaraknya sekitar 40-50 meter. Dan ternyata di situ banyak serpihan besar sepeti yang tim Basarnas ditemukan kemarin.
Ia menambahkan, tidak semua temuan itu bisa diangkat ke kapal. Tim membutuhkan bantuan alat crane untuk mengangkat puing besar pesawat.
Dream - Tim penyelam TNI Angkatan Laut (AL) menemukan badan pesawat Lion Air JT 610 dalam bentuk serpihan-serpihan kecil. Selain itu, mereka juga banyak menemukan bagian tubuh korban di dalam air.
Penemuan puing dan bagian tubuh itu berada di kedalaman 25 hingga 35 meter di bawah laut.
" Karena posisinya puing itu memang setelah diselami ternyata pecah tidak ada yang utuh. Tapi itu berserakan. Di dalam air masih bekerja, masih di dalam air dan masih bekerja dan moga-moga bagian yang masih besar. Tapi untuk diidentifikasi itu benar adalah pesawat Lion," kata Komandan Satuan Tugas SAR Kolonel Isswarto dikutip Dream dari Merdeka.com, Kamis 1 November 2018.
Hingga saat ini tim penyelam masih terus bekerja di dalam air. " Terdiri dari Kopaska masih bekerja terus. Kita bekerja bersama agar kita bisa mengerjakan misi ini," ujarnya.
Diketahui, badan pesawat Lion Air JT610 sudah ditemukan secara tersebar. Jaraknya 100-200 m dari ditemukannya black box dengan koordinat 05 48' 46.42" S,107 07'36.88" E.
(Sumber: Merdeka.com)
Dream - Proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang hingga kini masih terus berlanjut.
Tragedi kecelakaan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu tentu menorehkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga tapi juga kepada kerabat korban.
Belum lama ini seorang kerabat salah satu penumpang Lion Air JT 610 bernama Hizkia Jorry Saroinsong atau yang kerap disapa Jorry, membagikan sebuah foto yang menunjukkan suasana sesaat sebelum pesawat tersebut lepas landas Senin (28/10/2018) pagi.
“ Jorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610 pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat,” tulis akun @Cittairlanie., seperti dilansir Liputan6.com.
Cania Lolipop@CittairlanieJorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat...
Nyatanya Jorry sempat mengabadikan momen tersebut melalui akun Instagram-nya dengan nama @ezjosa. Pada foto itu terlihat suasana ketika para penumpang sedang mengantre untuk masuk ke dalam kabin pesawat.

Dalam keterangan foto tertulis “ telat bangun mba?” hal ini nampaknya merujuk kepada dua pramugari yang turut serta dalam antrean tersebut. (ism, sumber: Liputan6.com)