WhatsApp Hapus 2 Juta Akun Tiap Bulan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 18 Maret 2021 12:00
WhatsApp Hapus 2 Juta Akun Tiap Bulan
"Sekitar 75 persennya tanpa ada laporan dari pengguna," kata Esther.

Dream - Situasi di tengah pandemi Covid-19 terasa begitu mengkhawatirkan. Kondisi ini menjadi semakin parah dengan begitu banyaknya kabar bohong atau hoaks seputar Covid-19.

Sejumlah platform digital melibatkan diri dalam upaya menangkal hoaks. Tidak ketinggalan dengan platform percakapan yang sangat populer, WhatsApp.

Perwakilan WhatsApp Indonesia, Esther Samboh, menerangkan WhatsApp terus melakukan upaya pencegahan penyebaran hoaks. Salah satunya dengan melakukan pembatasan penerusan (forward limit) pesan dari sebelumnya tak terbatas menjadi hanya lima kontak.

" Upaya forward limit yang telah dilakukan WhatsApp ini mengurangi jumlah pesan yang diteruskan sebanyak 25 persen dan untuk pesan viral berkurang 70 persen," ujar Esther Samboh, dalam webinar Rabu, 17 Maret 2021.

Selain itu, WhatsApp juga membatasi penerusan pesan viral hanya dapat dikirim pada satu chat saja. Dulunya, pesan tersebut ditandai dengan lambang dua panah.

1 dari 3 halaman

Identifikasi Spam

WhatsApp juga memiliki teknologi yang bekerja 24 jam untuk mengidentifikasi akun spam. Akun ini melakukan pengiriman massal.

" WhatsApp juga sudah menonaktifkan 2 juta akunnya dalam setiap bulan dan 75 persennya tanpa ada laporan dari pengguna," kata Esther.

Tak hanya itu, terdapat fitur lapor dan blok yang dapat dimanfaatkan pengguna jika mendapat pesan aneh atau problematik. Khususnya dari pengguna yang tidak dikenal.

Dalam menangani hoaks Covid-19, WhatsApp membentuk Coronavirus Information Hub yang bekerja sama dengan WHO, UNDP, dan UNICEF. Layanan ini berisi panduan umum untuk menyaring informasi mengenai Covid-19.

Tak berhenti di situ, WhatsApp juga bekerja sama dengan Poynter Institute International Fact-Checking Network (IFCN) untuk mengatasi disinformasi. Juga menjalin komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementrian Kesehatan menghadirkan Chatbot seputar Covid-19 dan vaksinasi.

2 dari 3 halaman

Kominfo Luncurkan Kampanye Literasi Digital Lawan Hoaks Covid-19

Keberadaan hoaks, terutama seputar Covid-19 sudah sangat meresahkan. Guna menangkal berbagai informasi bohong tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama WhatsApp dan ICT Watch meluncurkan kampanye Literasi Digital yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan.

" Pandemi telah memaksa kita untuk bermigrasi, termasuk untuk bisnis dan sekolah, dari luring ke ranah daring," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel A. Pangerapan.

Salah satu program dalam kampanye ini yaitu pelatihan menyasar lebih dari 20 ribu orang di pelosok Indonesia. Mulai dari siswa, guru, orangtua, hingga komunitas-komunitas lokal serta para pelaku UMKM.

Kampanye ini diharapkan dapat membekali masyarakat Indonesia untuk menjaga privasi dan keamanan mereka dalam ranah daring.

 

3 dari 3 halaman

Edukasi Kenali Hoaks

Selain itu, edukasi cara mengidentifikasi hoaks, terutama terhadap isu seputar Covid-19, juga menjadi fokus dari program ini.

" Akselerasi digitalisasi juga berpengaruh terhadap isu privasi dan perlindungan data pribadi serta disinformasi, termasuk yang berkaitan dengan Covid-19 dan vaksinasi. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan digital sangat diperlukan agar masyarakat Indonesia dapat berkembang di era ini" ujar Samuel.

Selain rangkaian program dengan ICT Watch, tahun lalu WhatsApp juga telah meluncurkan kampanye membantu masyarakat mengenali dan mencegah penyebaran disinformasi di Indonesia.

Kampanye bertajuk “ Jari Pintar ABC Hempaskan Hoaks” mengajak masyarakat Indonesia mengatasi hoaks dengan tiga langkah mudah yang dikenal dengan ABC (Amati isi pesan, Baca sampai habis, dan Cek sumbernya).

Reporter : Radhika Nada, Yuni Puspita Dewi

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar