Menjadi Mualaf karena Kematian

Reporter : Ayik
Senin, 15 September 2014 12:15
Menjadi Mualaf karena Kematian
Menginjak usia reamaja, Hommik bergabung dengan suatu organisasi yang mayoritas muslimah. Pengalaman mempelajari kristen membuat Hommik semakin berhati-hati saat mengenal islam.

Dream - Keyakinan seseorang terhadap apa yang diyakini tentang Tuhan memang berbeda-beda. Salah satunya yang dialami Hommik, wanita kristiani asal Estonia. Negara Estonia dikenal sebagai negara yang berideologikan komunis di bawah kekuasaan Uni Soviet.

Hommik memiliki keingintahuan yang teramat besar mengenai agama. Seringkali beragam pertanyaan diajukannya hingga membuat sang Ayah kebingungan menjawab pertanyaan Hommik yang saat itu berusia 3 tahun.

" Akan jadi apa saya saat mati?" Pertanyaan pertama Hommik sempat membuat Ayahnya terkejut. " Anakku sayang, kamu hanya akan dikubur di dalam tanah …” Begitu singkat jawaban Ayahnya.

Rasa penasaran serta jawaban yang logis tak kunjung Hommik dapatkan. Hingga suatu hari Hommik memutuskan untuk menganut agama kristen agama yang sama seperti yang dianut snag Nenek. Dan untuk pertamakalinya Nenek mengajarkan Hommik untuk menyebut Tuhan.

Selama itu pula, banyaknya pertanyaan yang diajukan Hommik. Sampai sekali waktu pihak sekolah minggu memutuskan untuk mengeluarkan Hommik. Menginjak remaja, Hommik bergabung dengan suatu organisasi yang mayoritas muslimah. Pengalaman mempelajari kristen membuat Hommik semakin berhati-hati saat mengenal Islam.

Seiring berjalannya waktu, Hommik menemukan semua jawaban atas pertanyaan yang selama ini menggantung sedari kecil. Hingga akhirnya Hommik memutuskan sebagai mualaf pada tahun 2001. Kini Hommik menjalani hidup sebagai muslimah.

Penasaran dengan perjalann Hommik sebagai mualaf? Yuk simak selengkapnya disini http://on.fb.me/1uz2kNY

 

Kirimkan blog atau website kamu kekomunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res

Beri Komentar