Polisi Dapat Temuan Baru yang Mengejutkan dalam Kasus Pembunuhan Editor Metro TV

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 20 Juli 2020 15:30
Polisi Dapat Temuan Baru yang Mengejutkan dalam Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
Sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis malam, 16 Juli 2020, Suci Fitri ketahuan mengajak adik korban, Dimas Wicaksono mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Dream - Sudah genap seminggu, pembunhan editor Metro TV, Yodi Prabowo, hingga kini belum terungkap. Polisi belum mengumumkan tersangka pembunuhan.

Kabar terbaru, polisi mendapat temuan baru. Polisi menduga kekasih Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah (24), telah memberikan keterangan palsu dan tidak terbuka kepada penyidik.

“ Ada beberapa hal yang sifatnya mungkin bohong, tapi kami masih mencocokkan dengan beberapa bukti. Kami menilai bukan kejanggalan, tapi keterangannya tidak sesuai,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Santoso, Jumat pekan lalu.

1 dari 3 halaman

“ Artinya, beberapa keterangan ini mengerucut pelaku ada hal-hal yang sifatnya dari pihak saksi atau kerabat dari korban tidak sesuai,” sambung Irwan.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis malam, 16 Juli 2020, Suci Fitri ketahuan mengajak adik Yodi, Dimas Wicaksono, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“ Dia (Suci) hubungi Dimas lewat WA minta diantar ke sana. Terus Dimas minta izin ke saya dulu,” ucap ayah Yodi Prabowo, Suwandi, Sabtu, 18 Juli 2020.

Suci tak menyampaikan tujuannya mendatangi lokasi pembunuhan Yodi pada malam hari. Karena itu, Suwandi melarang Dimas menemaninya.

“ Saya larang berangkat. Enggak tahu juga mau ngapain di sana. Dia juga gak bilang langsung,” tambah Suwandi.

2 dari 3 halaman

Sementara itu, polisi telah menemukan barang bukti baru, berupa rambut di lokasi penemuan jenazah Yodi.

“ Apakah itu rambut korban atau pelaku, kita belum tahu,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP M Irwan Susanto, Jumat 17 Juli 2020.

Saat ini, barang bukti tersebut sudah diserahkan ke laboratorium forensik untuk diperiksa.

“ Kita tidak boleh menduga-duga, semua temuan kita serahkan ke laboratorium,” jelas Irwan.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan tewas pada Jumat 10 Juli 2020. Jasadnya tergeletak di pinggir Tol JORR di Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dari hasil identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan luka di dada kiri korban akibat senjata tajam.

Sehari berselang, jenazah Yodi Prabowo diotopsi. Hasilnya, ditemukan luka lain di bagian leher yang juga diakibatkan karena senjata tajam.

Sumber: Pojok Satu

Beri Komentar