Potret Kehidupan Mualaf di Belanda

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 27 Juli 2014 04:04
Potret Kehidupan Mualaf di Belanda
Jumlah muslim di Belanda diperkirakan mencapai 1 juta dari 16 juta penduduk negera itu. Kebanyakan muslim Belanda merupakan imigran dari Turki dan Maroko.

Dream - Sebuah pameran unik digelar di negara Belanda. Pameran yang digelar di Museum Amsterdam tersebut menawarkan wawasan yang mendalam tentang kehidupan mualaf Belanda. Pameran di Amsterdam itu bertujuan untuk memperluas pengetahuan Islam bagi masyarakat Belanda.

Selain mengatasi prasangka buruk dan menantang pengunjung untuk menyingkirkan stereotip mereka mengenai Islam dan mualaf.

Tidak hanya itu, pameran itu juga menyoroti jumlah mualaf yang semakin meningkat/ Juga menguraikan proses spiritualitas serta aspek-aspek praktis dari seorang mualaf di negeri tersebut.

" Saya mencari cara untuk mengkomunikasikan hasil penelitian saya kepada khalayak yang lebih luas, tidak hanya kepada akademisi," kata antropolog Vanessa Vroon-Najem, penggagas pameran kepada OnIslam.net, Minggu 25 Juli 2014.

" Saya telah bekerja di Museum Amsterdam sejak 1999 dan mendapat kesempatan menggelar pameran tentang mualaf ini adalah sempurna," tambah perempuan yang memeluk Islam pada tahun 1996 ini.

Pameran yang digelar April hingga 29 Juni lalu itu mengambil tema 'Converted. Becoming Muslim – being Muslim'. Pameran ini bertujuan memberikan informasi yang lebih baik tentang mualaf di Belanda yang jumlahnya telah melampaui 15.000 orang.

Dalam menggelar pameran, Vroon-Najem menggandeng seorang fotografer muslim bernama Saskia Aukema.

" Proposal saya diterima dengan baik, juga karena foto-foto indah yang dibuat oleh Saskia Aukema," kata Vroon-Najem.

Aukema sudah punya rencana untuk melakukan sebuah proyek tentang Islam sejak lama. Dan ajakan Vroon-Najem tersebut disambut antusias olehnya.

" Proyek ini mampu menunjukkan wajah Muslim di Belanda. Bukan yang radikal dan menyukai kekerasan yang sering dilihat di media," kata Aukema.

Di samping pameran, sebuah buku berjudul 'Converted' juga diterbitkan.

" Perempuan muslim di Belanda sering dianggap sebagai yang tertindas. Akibatnya, mualaf perempuan terperosok dalam stereotip, misalnya mereka menjadi mualaf karena perkawinan," kata Vroon-Najem.

Muslim dan Islam telah menjadi debat publik yang panas di Belanda. Dan selama beberapa dekade terakhir, politisi dari beberapa partai politik telah menyuarakan keraguan mereka tentang kelayakan menjadi muslim Belanda.

" Saya merasa penting untuk menantang keraguan dan stereotip ini. Baik melalui penelitian akademik dan melalui platform yang dapat digunakan oleh para mualaf untuk menceritakan pengalaman mereka sendiri," tambah Vroon-Najem.

Jumlah muslim di Belanda diperkirakan mencapai 1 juta dari 16 juta penduduk negera itu. Kebanyakan muslim Belanda merupakan imigran dari Turki dan Maroko. (Ism)

Beri Komentar