Digempur 1.402 Informasi Hoaks Soal Covid-19, Kemenkominfo Luncurkan Siberkreasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 3 Februari 2021 12:01
Digempur 1.402 Informasi Hoaks Soal Covid-19, Kemenkominfo Luncurkan Siberkreasi
Sepanjang akhir Januari 2021, Kemenkominfo mencatat 1.402 kabar hoaks tersebar di dunia digital.

Dream - Penggunaan teknologi digital, khususnya pencarian informasi, mengalami peningkatan sangat tinggi akibat pandemi. Sayangnya, hal itu diiringi dengan turut meningkatnya berita bohong atau hoaks seputar Covid-19.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat dalam rentang waktu 23 Januari 2020 hingga 1 Februari 2021, terdapat 1.402 hoaks terkait Covid-19 dan sebagian di antaranya mengenai vaksin. Kemenkominfo sendiri telah menerima laporan adanya 97 temuan hoaks terkait vaksin Covid-19.

Guna menekan penyebaran hoaks seputar Covid-19 dan vaksin, Kemenkominfo meluncurkan program Siberkreasi. Program ini bertujuan memberikan literasi digital kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks.

" Kemenkominfo melakukan inisiatif untuk melawan konten-konten ini mulai dari hulu sampai hilir. Di hulu kita memperkuat kapasitas masyarakat melalui program literasi digital yang kita sebut Siberkreasi," ujar Koordinator Pengendalian Internet Ditjen APTIKA Kemenkominfo Anthonius Malau, dalam keterangan tertulis.

Selain itu, Kemenkominfo melakukan upaya pendekatan kepada platform media sosial untuk melakukan penurunan (take down) konten hoaks yang beredar. Bahkan beberapa kasus penindakan penyebaran hoaks ada yang sampai berujung ke penegakan hukum.

" Khusus untuk kasus hoaks Covid-19, ada 104 yang telah dibawa ke ranah hukum," ucap Anthonius.

1 dari 1 halaman

Patroli Siber 24 Jam, 7 Hari Sepekan

Tak hanya itu, pihaknya juga menggelar patroli siber 24 jam selama tujuh hari dalam sepekan. Patroli ini melibatkan 100 orang penerima aduan masyarakat dan bekerjasama dengan 28 kementerian/lembaga.

Anthonius melanjutkan, media massa juga perlu bekerjasama dengan Kemenkominfo untuk mengecek fakta serta bisa memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena memiliki proses yang berujung pada kebenaran, bekerjasama dengan platform media sosial pun dilakukan pendekatan, cek fakta serta memberikan literasi digital kepada masyarakat.

Lebih lanjut, dia berharap masyarakat lebih bijak serta dapat mewaspadai berita yang provokatif.

" Diharapkan masyarakat mampu memeriksa dua hal, pertama apakah sumber berita valid atau tidak, kedua cek keaslian fakta dan fotonya. Kemudian kami pun mengharapkan masyarakat melaporkan hoaks ke kanal yang kami sediakan ada di nomor WA 08129224545 yang kami buka 24 jam," ucap Anthonius.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar