Soal Tayangan Dragon Ball, Ini Kata KPI

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 12 November 2015 19:22
Soal Tayangan Dragon Ball, Ini Kata KPI
Stasiun Global TV menghentikan program Dragon Ball. Penghentian itu mendapat sorotan masyarakat di media sosial.

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku tak pernah menjatuhkan sanksi kepada Global TV terkait tayangan Dragon Ball. Lembaga yang bertugas mengawasi dan membina lembaga penyiaran ini tak pernah meminta program tersebut dihentikan.

" Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak pernah menjatuhkan sanksi pada program Dragon Ball yang tayang di Global TV," demikian keterangan tertulis dari Humas KPI, sebagaimana diterima Dream, Kamis 12 November 2015.

KPI memang memberi perhatian khusus pada program yang dinilai menampilakan unsur kekerasan ini. Terkait hal itu, KPI sudah meminta klarifikasi Global TV pada tanggal 15 September.

Dalam pertemuan tersebut, KPI menghargai pihak Global TV yang memberi klasifikasi R (Remaja) pada tayangan Dragon Ball. " Meski demikian, KPI berkewajiban mengingatkan Global TV tentang unsur kekerasan yang ada dalam program tersebut." (KPI Soal Dragon Ball)

" Terkait dengan dihentikannya program siaran Dragon Ball oleh Global TV, KPI berharap semua pihak dapat mencari informasi melalui sumber yang tepat, sehingga informasi yang didapat pun akurat."  

KPI mengklaim, apa yang dilakukan terhadap program Global TV itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Berdasar aturan itu, KPI berwenan memberi sanksi berupa teguran tertulis, teguran tertulis ke dua, pengurangan durasi, dan penghentian sementara program siaran yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS).

" Dalam catatan KPI, program Dragon Ball di Global TV belum pernah mendapatkan sanksi." [Baca juga: Sorotan Netizen]

KPI selalu mengunggah informasi di website www.kpi.go.id  tentang sanksi apabila menjatuhkan sanksi pada lembaga penyiaran tertentu.

" Dengan demikian, masyarakat dapat melihat langsung, program-program televisi yang sudah mendapatkan sanksi, baik teguran tertulis, teguran tertulis kedua, pengurangan durasi ataupun penghentian sementara." (Ism)  Baca Juga: Dragon Ball Dilarang Tayang, Netizen Sindir KPI `Ratu Kerajaan` Anniesa Hasibuan Gegerkan Malaysia Gaya Hijab Syar`i Tetap Jadi Andalan di 2016     

1 dari 4 halaman

KPI Hentikan Sinetron 'Ganteng-ganteng Serigala'

Dream - Dalam situs Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), KPI menetapkan pemberian sanksi penghentian sementara sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS) pada akhir pekan ini. Sinetron yang tayang di SCTV setiap hari pukul 19.30 WIB ini harus dihentikan sementara selama 3 hari berturut-turut, yaitu mulai tanggal 21 sampai 23 Oktober 2014.

Menurut pihak KPI, pemberian sanksi itu karena adanya pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) pada tayangan 16 Agustus 2014. Pada episode tersebut sinetron ini menayangkan adegan seorang remaja perempuan melompat ke dalam api serta adegan remaja laki-laki dan remaja perempuan yang mengenakan seragam sekolah berpelukan di lingkungan sekolah.

Padahal, adegan bermesraan dan berpelukan dengan menggunakan seragam sekolah di lingkungan sekolah ini sebelumnya ditemui di sinetron tanggal 30 Mei 2014. KPI telah melayangkan surat teguran kedua kalinya karena adegan 30 Mei ini terulang lagi pada episode 16 Agustus.

" KPI Pusat juga menilai bahwa inti cerita program sinetron GGS tidak mengandung nilai-nilai pendidikan, ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Selain itu tampilan yang muncul di sinetron ini tidak sesuai dengan perkembangan psikologis remaja serta bertentangan dengan etika yang ada di lingkungan pendidikan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 6 ayat (2) huruf b dan Pasal 37 ayat (1) dan (2) SPS," tulis keterangan KPI tersebut.

Namun, karena sinetron yang dibintangi Aliando dan Ricky Harun ini telah melanggar sanksi administratif hingga 2 kali, maka KPI memberikan sanksi yang lebih berat yaitu penghentian sementara.

Selain itu, pihak SCTV juga dilarang menyiarkan program dengan format sejenis pada waktu siar yang sama. Pihak SCTV juga berkewajiban memperbaiki keseluruhan alur cerita program sinetron GGS yang sesuai dengan tujuan, arah dan fungsi dari penyiaran sesuai dengan aturan dari KPI tersebut.

" Tindakan penjatuhan sanksi penghentian sementara ini juga sudah melewati forum klarifikasi dengan pihak SCTV yang dihadiri oleh Harsiwi Ahmad selaku Direktur SCTV," tutup keterangan KPI.

2 dari 4 halaman

Biaya 1 Menit `Adit & Sopo Jarwo` Setara 40 Episode Sinetron

Dream - Animasi Adit Sopo Jarwo sepertinya sedang digandrungi anak-anak Indonesia. Film animasi yang dirilis pada 27 Januari 2014 bercerita tentang persahabatan antara Adit, Dennis, Mitha, dan Devi serta si mungil Adelya.

Adit berperan sebagai penggerak, motivator, juga inspirator bagi para sahabatnya untuk melewati hari–hari dalam menggapai mimpi di masa mendatang. Ada juga Sopo dan Jarwo yang selalu berbeda cara pandang dengan karakter lainnya.

Mereka selalu mencari celah untuk mendapat keuntungan tanpa usaha. Animasi ini dikemas begitu kental dengan suasana Indonesia. MD Animation sebagai perusahaan yang memproduksi film animasi tersebut mengatakan untuk biaya produksi terbilang tidak murah.

" Biaya untuk satu menit produksi Adit Sopo Jarwo itu setara dengan membuat 40 episode sinetron," kata CEO MD Animation, Manoj Punjabi, Rabu 23 September 2015.

Meskipun menghabiskan biaya yang tidak sedikit, MD Animation akan terus mempertahankan serial ini. " Saya percaya ini konsep masa depan. Konsep saya nanti akan terbentuk enterpreneur muda di serial film animasi," harap Manoj. (Ism) 

3 dari 4 halaman

Doa Jadi Olokan, Sinetron 'Emak Ijah Pengen ke Mekah' Ditegur

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan teguran tertulis untuk sinetron " Emak Ijah Pengen ke Mekah" yang ditayangkan stasiun televisi SCTV.

Dalam situs resmi KPI, teguran tertulis itu tertuang di surat No 2472/K/KPI/10/14, Kamis 23 Oktober 2014. Isinya, KPI menilai program siaran itu menayangkan adegan seorang anak yang sedang berdoa dan mengolok-olok; " Qul Huwallahu Ahad Allahus-Samad Pak Haji Mati Bu Haji Mati……Ya Allah Allahumma baarik llanaa bang bimbim mau pacaran biar pacarnya banyak Ya Allah."

Kata KPI, penayangan itu sangat tidak pantas dan tidak menghormati agama Islam karena menjadikan agama sebagai bahan guyonan.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan Suku, Agama dan Ras adalah hal yang sangat sensitif dan harus dilindungi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai keagamaan serta norma kesopanan dan kesusilaan.

KPI Pusat memutuskan tindakan penayangan itu telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6, Pasal 9, Pasal 14 dan Pasal 21 ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6, Pasal 9, Pasal 15 ayat (1) dan Pasal 37 ayat (4) huruf a.

" Perlu kami tegaskan bahwa tayangan tersebut juga melanggar ketentuan dalam Pasal 36 ayat (6) Undang-Undang Penyiaran No.32 Tahun 2002 yaitu “ isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama” yang berimplikasi pada ancaman pidana."

Berdasarkan catatan KPI Pusat, program ini telah menerima surat Teguran Tertulis Pertama No. 1904/K/KPI/08/14 tertanggal 19 Agustus 2014. Berdasarkan pelanggaran di atas KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua.

" Atas pelanggaran ini, kami akan terus melakukan pemantauan dan meningkatkan sanksi yang lebih berat jika Saudari tidak segera melakukan evaluasi atas program ini dan mengindahkan P3SPS."

Pada 9 Oktober 2014. KPI juga menerima pengaduan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluhkan tayangan itu telah merendahkan nilai-nilai agama Islam, bacaan yang diucapkan oleh pemain anak-anak dan diucapkan hanya sepotong, serta dilanjutkan dengan kata-kata ejekan.

4 dari 4 halaman

Muat Tayangan Berbahaya, Sinetron 7 Manusia Harimau Kena Tegur

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan teguran tertulis untuk sinetron '7 Manusia Harimau' yang ditayangkan stasiun RCTI

Dalam situs resmi KPI, teguran tertulis itu tertuang di surat 2752/K/KPI/11/14. Isinya, program siaran pada 11 November 2014 pukul 20.43 WIB, menayangkan adegan remaja laki-laki berseragam sekolah berkelahi saling memukul dan menendang.

KPI menilai adegan itu rentan ditiru anak-anak dan remaja. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap perlindungan kepada anak-anak dan remaja.

KPI juga menemukan pelanggaran lainnya pada 8 November 2014 pukul 21.08 WIB, adegan seorang pria dewasa mencekik leher remaja pria secara eksplisit.

Kemudian pada 9 November 2014 pukul 21.16 WIB, terdapat adegan supranatural mematikan bara api dengan tangannya dan adegan santet/teluh, dua orang pria mengibaratkan wajah seorang wanita dengan buah pepaya, lalu mengiris pepaya sehingga wanita itu merasakan efeknya, bibir si wanita terluka dan mengeluarkan darah.

Lalu pada tayangan 10 November 2014 pukul 21.04 WIB, terdapat adegan seorang pria menghunuskan 2 (dua) bilah pisau ke arah leher lawannya secara eksplisit. Adegan tersebut sangat berbahaya dan mengerikan.

Sebelumnya, KPI Pusat telah mengeluarkan surat edaran yang salah satu poinnya berisikan larangan menampilkan adegan kekerasan fisik seperti perkelahian di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, serta larangan memuat adegan supranatural pada semua program sinetron.

KPI Pusat meminta pihak terkait segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sinetron '7 Manusia Harimau'. " Kami akan meningkatkan sanksi jika tidak ada perbaikan dalam program tersebut."

Beri Komentar