Syarat & Kriteria Hewan yang Bisa Dijadikan Kurban Saat Idul Adha

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 16 Juni 2022 18:00
Syarat & Kriteria Hewan yang Bisa Dijadikan Kurban Saat Idul Adha
Tidak sembarang, kamu wajib ketahui syarat dan kriterianya, Sahabat Dream!

Dream – Kurang dari sebulan masyarakat akan menyambut Idul Adha 1443 H yang diperkirakan jatuh pada awal Juli 2022. Meski masih tersisa waktu sekitar tiga minggu lagi, suasana hari raya Idul Kurban itu sudah mulai terasa.

Sahabat Dream mungkin sudah mulai menemukan banyak pedagang hewan kurban mulai membuka lapak untuk menjual kambing, sapi, hingga domba di pinggir jalan. Begitu juga dengan sejumlah lembaga penampung sedekah masyarakat yang mulai mempersiapkan program kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di hari raya nanti.

Perintah untuk menunaikan kurban sudah disampaikan Allah SWT dalam Surat Al-Hajj ayat 34 yang artinya: “ Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan [kurban], supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka."

Dengan munculnya isu Penyakit Mulut dan Kaki yang menyerang hewan ternak, masyarakat tentu harus lebih selektif memilih hewan yang akan dijadikan kurban saat Idul Adha mendatang. Selain itu, masyarakat perlu mengetahui syarat dan kriteria hewan yang sah dijadikan sebagai hewan kurban.

1 dari 5 halaman

3 kriteria penting

Nah, kira-kira kriteria apa saja yang menentukan hewan kurban layak disembelih?

Ilustrasi© shutterstock

Pertama, kurban mesti hewan ternak unta, sapi, kerbau, kambing, atau domba. Selain hewan-hewan tersebut, tak bisa dijadikan sebagai hewan kurban.

Kedua, hewan ternak yang akan dikurbankan haruslah mencapai usia minimal sudah diatur syariat Islam. Berdasarkan hadis riwayat Muslim disebutkan, " dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah bersabda, " janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba."

Di samping kriteria, musinnah (kategori dewasa) pada setiap hewan kurban pun berbeda-beda, yaitu:

- Unta minimal berumur lima tahun dan telah masuk tahun keenam
- Sapi atau kerbau minimal berumur dua tahun dan telah masuk tahun ke-3
- Kambing jenis domba atau biri-biri berumur setahun, namun diperbolehkan berumur enam bulan jika yang berusia setahun sulit ditemukan
- Kambing biasa (bukan domba/biri-biri) minimal usia setahun dan telah masuk tahun kedua

2 dari 5 halaman

Semua berlandaskan atsar

Berdasarkan syarat di atas, maka tidak sah berkurban menggunakan kambing, domba, unta, sapi ataupun kerbau jika belum mencapai usia minimal yang sudah ditetapkan.

Ketiga adalah hewan tidak dalam kondisi yang menyebabkannya tidak sah menjadi kurban. Adapun sejumlah jenis kondisi yang menyebabkan hewan tidak sah menjadi kurban, yakni:

- Hewan buta pada salah satu matanya
- Hewan pincang di salah satu kakinya
- Hewan sakit yang tampak jelas sehingga kurus dan dagingnya rusak
- Hewan sangat kurus
- Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya
- Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya

Hewan yang memiliki kondisi seperti di atas tidak sah menjadi hewan kurban.

Namun, bila hewan kurban pecah atau patah tanduknya, maupun tak punya tanduk, mayoritas ulama mengatakan hewan tersebut tetap sah dijadikan kurban.

Semua ketentuan di atas juga didasarkan kepada sebuah atsar dari Sayidina Ali bin Abi Thalib:

" Ali ditanya tentang hewan yang patah tanduknya dijadikan sebagai kurban maka beliau menjawab: tidak mengapa,"  (HR. Ahmad).

Sumber: Global Qurban

3 dari 5 halaman

100 Ribu Kantong Daging Kurban Tersebar di Seluruh Indonesia

Dream – Momen Hari Raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada 20 Juli 2021 lalu, umat Muslim rayakan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diatur Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar angka kasus COVID-19 menurun.

Rangkaian kegiatan Idul Adha pun diimbau dilakukan dari rumah, mulai dari solat hingga silaturahmi online.

Berkah Kurban 1000 Sapi ke Pelosok Negeri

Penyembelihan hewan kurban pun, masyarakat Indonesia disarankan untuk menyerahkan hewan kurban ke lembangan pemotongan yang dapat dilakukan sampai H+3 Hari Raya Idul Adha, yaitu 23 Juli 2021.

Mengakomodir hal itu, Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) bersama mitra peternak yang merupakan binaan langsung dari Laznas BSMU, mengikuti anjuran pemerintah dengan mengadakan proses penyembelihan melalui live streaming yang disiarkan melalui Youtube dari berbagai titik wilayah di Indonesia.

Penyaluran Qurban BSMU© Laznas BSMU

4 dari 5 halaman

Proses penyembelihan yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Juli 2021 dimulai pukul 07.30 WIB, dibuka dengan penyerahan hewan qurban secara simbolis dari Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada Laznas BSMU yang ditayangkan secara online.

Selanjutnya, para pengurban juga bisa melihat langsung proses penyembelihan sesuai jadwal yang telah diinfokan sebelumnya.

Setelah proses penyembelihan berakhir, para pengurban juga akan dikirimkan bukti dokumentasi serta sertifikat berkurban dari Laznas BSMU.

Penyaluran Qurban BSMU© Laznas BSMU

”Sangat bahagia dapat melaksanakan program qurban dimasa pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terima kasih kepada para pengurban (mudhohi) yang telah mempercayakan hewan qurbannya kepada kami,” ujar Sukoriyanto Saputro, Direktur Eksekutif Laznas BSMU pada keterangannya, Selasa, 27 Juli 2021.

“ Dengan berqurban melalui Laznas BSMU, semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh protein hewani dari daging, dan berharap semoga Indonesia segera pulih dari pandemic Covid-19,” tambahnya.

Pada 2021 ini, Laznas BSMU berhasil menghimpun hewan kurban berupa kambing dan sapi sebanyak 3.000 lebih atau setara 100 ribu kantong lebih daging. Jumlah ini mengalami peningkatan dua kali lipat dari 2020. Nantinya, daging kurban disebar ke seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk daging mentah yang telah dibekukan.

5 dari 5 halaman

Manfaatkan teknologi


Penyaluran Qurban BSMU© Laznas BSMU

Selama proses penghimpunan, Laznas BSMU mengoptimalkan berbagai channel online diantaranya adalah website resmi Bsmu.or.id, platform donasi online jadiberkah.id, BSI Mobile khusus bagi nasabah Bank Syariah Indonesia, serta keberadaan Unit Representative Office (URO) yang tersebar di delapan kotabesar.

“ Ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan setiap tahunnya, karena hal ini merupakan bentuk tanggung jawab dan amanah yang harus kami tunaikan kepada para pengurban,"  jelas Risyad Iskandar, Direktur Marketing & Network Laznas BSMU pada kesempatan yang sama.

Selain karena interaksi offline yang kian berkurang, Laznas BSMU terus berupaya mengoptimalkan layanan melalui online, salah satunya  mengadakan proses penyembelihan secara live streaming.

“ Kami harapkan hal ini dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi para pengurban, walau menyaksikan dari rumah, tapi masih bisa merasakan kehikmatan dan antusias dalam prosespenyembelihannya,” harap Risyad.

Beri Komentar