Tahanan Pria Dipaksa Layani Nafsu Dua Sipir Wanita

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 10 Mei 2015 09:31
Tahanan Pria Dipaksa Layani Nafsu Dua Sipir Wanita
Sang narapidana melaporkan aksi tak terpuji dua sipir wanita tersebut

Dream - Perbuatan tak terpuji ditunjukan dua sipir wanita asal Amerika Serikat (AS). Menyeret narapidana pria ke ruang toilet, dua sipil ini melakukan kekerasan seksual.

Mengutip laman mirror.co.uk, Minggu, 10 Mei 2015, Jeng-Li Delgado-Galban, 25 tahun, mengaku mendapatkan tindak kekerasan seksual oleh dua orang sipir. Mereka menyeretnya ke ruang toilet.

Jill Curry (38 tahun) dan Brett Robinsin (32 tahun) yang bertugas sebagai petugas teknisi di sebuah penjara dengan keamanan maksimum dilaporkan telah dipecat.

Sebuah laporan menyebutkan, tahanan pria tersebut dilepaskan dari ruangannya untuk melayani tindakan tak terpuji kedua sipir wanita. Korban mengaku dia dipaksa dan dimanuplasi oleh para pelaku.

Curry yang bersuamikan seorang deputi sherif kala itu, dihukum penjara empat tahun 2 bulan sejak Maret 2015.

Sementara Delgadi-Galban yang merupakan tahanan Washington County Jail diketahui berusaha untuk melaporkan kekerasan yang diterimanya.

Dalam tuntutannya juga, Delgado menyebutkan rendahnya kualitas makanan yang disediakan pengelola penjara sejak April-Mei.

Delgadi-Galban sendiri didakwa melakukan sejumlah kasus mulai dari kekerasan seksual, kesaksian palsu, kekerasan, penyerangan, hingga penggunaan senjata tak terdaftar.

1 dari 4 halaman

Seorang Pria Diperkosa Tiga Wanita dalam Mobil BMW

Dream - Kasus perkosaan aneh terjadi di Afrika Selatan. Tiga wanita memperkosa seorang pria demi 'memanen' sperma.

Seorang pria diculik dan diperkosa di bawah todongan senjata oleh tiga wanita yang ingin mendapat spermanya.

Kasus unik ini bermula saat tiga wanita yang mengendarai sebuah BMW warna hitam berhenti dan pura-pura hendak bertanya arah jalan kepada seorang pria.

Begitu mendekat jendela mobil, pria itu langsung ditarik ke dalam mobil. Ketiga wanita itu kemudian melarikan mobilnya sejauh sekitar 500 km.

Mereka berusaha merayu pria berusia 33 tahun itu tapi dia tetap tidak mau berhubungan. Saat itulah, ketiga wanita itu memaksa pria tadi minum sesuatu dari botol.

Setelah itu mereka memperkosa dan memasukkan sperma pria itu ke dalam kantong plastik yang kemudian disimpan dalam kotak pendingin.

Usai menjalankan aksinya, ketiganya melarikan diri dan meninggalkan pria itu 500 km dari kota tempat mereka menjemputnya di Port Elizabeth.

" Mereka kemudian memaksa pria itu minum cairan dari botol. Hal itu membuatnya cepat terangsang meskipun ia masih takut dan tidak ingin berhubungan intim," kata petugas polisi Mncedi Mbombo kepada Sowetan Live dikutip Metro.co.uk, Jumat 8 Mei 2015.

Mbombo mengatakan kasus ini benar-benar membingungkan, karena pihaknya belum pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya.

" Pria itu sepenuhnya sadar dengan segala kejadiannya dan ia masih trauma."  (Ism) 

2 dari 4 halaman

Pesan Haru Wanita Pembunuh Pemerkosa yang Dihukum Gantung

Pesan Haru Wanita Pembunuh Pemerkosa yang Dihukum Gantung

Dream - Seorang wanita Iran, Reyhaneh Jabbari, tak menyangka bahwa hidupnya harus berakhir di tiang gantungan. Oleh pengadilan Iran, Reyhaneh dijatuhi hukuman mati karena membunuh mantan anggota intelijen Iran Morteza Abdolali Sarbandi yang hendak memperkosanya pada 2007.

Dalam pesan suara yang direkam pada April lalu, yang dirilis kelompok oposisi Iran NCRI, wanita 26 tahun itu mengucapkan wasiat terakhir kepada ibunya, Sholeh Pakravan.

" Sholeh sayang, jangan menangis soal putusan pengadilan ini," kata Reyhaneh dengan suara lirih. " Dari lubuk hati terdalam, Ibu jangan bersedih. Aku tidak ingin menyusahkan Ibu. Relakanlah semua ini."

Dalam wasiat tersebut, Reyhaneh berpesan kepada Sholeh untuk mendonorkan semua organ tubuh dan segala yang bisa didonorkan kepada orang yang membutuhkan. Reyhaneh juga menceritakan bagaimana ia merasa diperlakukan tidak adil oleh pengadilan.

Dalam pembelaan di pengadilan, Reyhaneh mengatakan ada orang lain saat kejadian, dan menurutnya, dialah yang bertanggung jawab atas tewasnya Sarbandi. Namun kabarnya keterangan Reyhaneh tersebut tidak berpengaruh terhadap eksekusi dirinya.

" Pembunuh sebenarnya tak mungkin pernah ditemukan karena mereka kaya dan punya kekuasaan," pesan Reyhaneh dalam wasiatnya.

Eksekusi gantung terhadap Reyhaneh tetap dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober kemarin meskipun menuai kecaman dunia internasional yang meminta Iran untuk melepasnya.

Reyhaneh mengakhiri wasiatnya dengan berkata, " Aku ingin memeluk Ibu hingga ajal menjemputku. Aku cinta Ibu." Sholeh hanya diberi waktu satu jam untuk melakukan pertemuan terakhir dengan puterinya sebelum menuju tiang gantungan.

3 dari 4 halaman

Xia, Guru yang Melacur demi Murid Tercinta

Xia, Guru yang Melacur demi Murid Tercinta

Dream - Anak-anak itu berdiri mematung. Mulut terkunci rapat. Kepala mereka menunduk dalam-dalam. Berdoa diam-diam dalam senyap. Hanya sekali dua terdengar hela nafas berat. Juga isak yang tersumbat.

Mereka adalah murid-murid sekolah dasar pada daerah kumuh di pinggiran Provinsi Gansu, China. Bocah-bocah ini tengah berduka. Dalam hening itu, mereka tengah memanjatkan doa untuk Yin Caixia. Guru partikelir itu  ditemukan terbunuh setelah diperkosa.

Xia memang baru mengenal anak-anak itu. Dia bergabung di sekolah miskin itu dengan status sebagai relawan. Guru tanpa bayaran. Meski demikian, dia telah membawa perubahan besar pada murid dan sekolah ini. Menyemai kembali harapan yang nyaris pupus.

Sebelum menjadi pengajar, Xia hanyalah pengangguran. Selepas sekolah menengah atas, dia memilih tetap mengeram di rumah. Sementara, teman-teman sebayanya berbondong ke kota. Menjual diri dan bergelimang harta. Meski berparas jelita, Xia enggan menapak jalan ini. Keenganannya pergi ke kota itulah yang membuat sang ayah geram dan kerap menyiksanya.

Suatu hari, dia mendengar sekolah dasar di lingkungannya kekurangan pengajar. Kabar itu membuatnya sumringah. Ada harapan untuk keluar dari siksa sang ayah, sekaligus cibiran tetangga. Dia memasukkan lamaran. Tanpa tes yang rumit, dia akhirnya diterima.

Hari pertama masuk kelas, Xia membuat para murid terperangah. Paras ayunya memikat hati siswa-siswi itu. Itulah perkenalan manisnya. Kala itu, Xia berpikir akan mudah menyesuaikan diri dengan anak-anak didiknya.

Selengkapnya.. Guru Melacur Demi Murid Tercinta. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Celana Jins `Anti-Perkosa`

Putri Sopir Taksi Ciptakan Celana Jins `Anti-Perkosa`

 

Dream - Tingginya angka perkosaan di negeri Hindustan, mendorong dua mahasiswi bernama Diksha Pathak (21) dan Anjali Srivastava (23) dari Varanasi, India menciptakan celana jins antipemerkosaan.

Diberitakan laman Daily Mail, Jumat 27 Juni 2014, keduanya menginstal perangkat elektronik di celana jins wanita. Nantinya jika mendapatkan ancaman, si pemakai celana tinggal menekan alat akan mengirim sinyal--seperti alarm ke kantor polisi terdekat.

Diklaim, sudah sekitar 200 kantor polisi di India dilengkapi teknologi untuk menerima alarm dari jins itu. " Kami telah berpikir lama untuk membuat perangkat ini," ujar Pathak.

Menurut dia, ayahnya yang seorang sopir taksi, selalu khawatir jika ia pulang malam. " Ayahku sering khawatir setiap kali aku pulang terlambat. Dengan adanya jins antipemerkosaan diharapkan bisa menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap tindak kriminal," kata dia.

Untuk menciptakan jins antipemerkosaan, Pathak dibantu oleh temannya, seorang mahasiswa komunikasi elektronik, Anjali Srivastava. Perangkat elektronik dalam jins itu dapat digunakan selama kurang lebih tiga bulan. Setelah itu, baterainya harus diganti.

Jika alat itu berhasil menekan pemerkosaan di India, pemerintah akan menyebarluaskannya. Berdasarkan data pemerintah, pemerkosaan terjadi setiap 22 menit sekali di India, bahkan banyak dari korbannya sampai meninggal dunia. (Ism)

Beri Komentar