Impian Tetap Tampil Cantik Meski Hidup di Balik Sel Lapas

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 19 Mei 2021 15:00
Impian Tetap Tampil Cantik Meski Hidup di Balik Sel Lapas
Para napi mendapatkan fasilitas treatmen wajah maupun rambut melalui pembinaan kemandirian.

Dream - Keinginan untuk senantiasa tampil cantik dan merawat diri menjadi impian hampir semua perempuan. Tak terkecuali bagi mereka yang terpaksa hidup di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan kelas IIA Jakarta.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas tersebut tetap ingin tampil cantik seperti perempuan pada umumnya. Meski serba terbatas, keinginan itu terwujul meski mereka harus rela mendapatkan fasilitas perawatan wajah maupun rambut melalui pembinaan kemandirian.

Perawatan kecantikan yang diberikan juga bukan melalui perawatan dokter seperti pada umumnya. Layanan perawatan ini diberikan oleh warga binaan yang telah memiliki keterampilan di bidang kecantikan.

Keterampilan make up, rias rambut, facial, hingga massage sudah mereka kuasai selama mendapat pelatihan dari pengelola Lapas. Mereka dilatih oleh pihak ketiga yang sudah profesional di bidangnya.

1 dari 4 halaman

Bekal Saat Keluar Lapas

Kepala Lapas, Herlin Candrawati mengatakan, pelatihan diberikan agar warga binaan bisa mendapatkan ilmu secara maksimal.

“ Salon tersebut kami jadikan sebagai sarana edukasi bagi mereka, sambil menyelam minum air, sambil belajar salon mereka sekaligus bisa mentreatment diri mereka sendiri,” katanya kepada merdeka.com, Selasa 18 Mei 2021.

Dia mengatakan dengan adanya kegiatan pembinaan salon dapat menjadi bekal untuk mereka saat bebas nanti. Apalagi, kata dia di tengah pandemi seperti saat ini semakin susah dalam mencari pekerjaan

 

2 dari 4 halaman

Dapat Sertifikat Kecantikan

Tak hanya belajar, para warga binaan yang saat ini berjumlah 20 orang sudah memiliki sertifikat kecantikan dimana mereka dinyatakan mampu melakukan perawatan kecantikan.

“ Dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk mereka juga, kalau sudah ada bekal kan nantinya lebih mudah untuk bisa buka salon sendiri,” ungkapnya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 4 halaman

Masya Allah, 32 Napi Wanita Lulus Menjadi Guru Mengaji

Dream - Sebanyak 32 napi wanita di lembaga pemasyarakatan (lapas) Kelas II A Malang, Jawa Timur menggunakan jilbab hijau. Para napi wanita tersebut menjalani ujian hafalan surah, tajwid, tartil, dan gharib, Rabu, 20 November 2019.

Di aula lapas mereka menjawab pertanyaan yang diajukan penguji. Meski suasana tampak tegang, keceriaan pecah saat ujian dinyatakan selesai.

Tepuk tangan dan syukur terucap. Mereka menangis dan memeluk orang tua masing-masing.

Wisuda pun digelar. Para napi tersebut diwisuda sebagai ustazah atau guru belajar Alquran.

Salah satu napi perempuan yaitu, Eny Parwati. Dia berharap bisa mengamalkan ilmu agama yang didapat di lingkungannya dan masyarakat begitu keluar dari penjara.

" Alhamdulillah sangat senang sekali, karena sebelumnya saya belum mendalami ilmu agama sama sekali," ucap Eny.

4 dari 4 halaman

Berharap Bisa Mengajar Mengaji

Eny merupakan napi wanita karena tersandung kasus narkoba. Dia mengaku mendaftar belajar Alquran karena keinginan pribadi. Dia tidak kesulitan menerima ilmu lantaran pembelajaran dengan metode UMMI cukup mudah dipahami dan menyenangkan.

" Setelah bisa baca Alquran dengan baik, Insya Allah saya bisa mengajari teman-teman di sini. Serta bermartabat untuk masyarakat luas," kata dia.

Setelah selesai menjalani masa hukumannya yang tinggal enam bulan lagi, Eny ingin membantu mengajar di lembaga tempatnya belajar Alquran.

" Lembaga itu kan juga ada perwakilannya di Malang sini. Saya ingin ikut masuk bergabung," ucap dia.

Panitia wisuda guru Alquran di Lapas Klas II Malang, Arga Prasetya mengatakan semula ada 87 warga binaan lapas yang mendaftar jadi peserta belajar. Tapi, setelah diseleksi dan diuji, pada akhirnya tinggal tersisa 32 peserta.

" Di antara peserta yang wisuda hari ini sebenarnya ada yang sudah bebas. Tapi tetap kami panggil dan mau ikut hadir untuk wisuda," kata Arga.

Sumber: Liputan6.com/Zainul Arifin

Beri Komentar