Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah, Penting untuk Diperhatikan oleh Umat Islam

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Kamis, 17 Februari 2022 09:45
Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah, Penting untuk Diperhatikan oleh Umat Islam
Dalam menyelenggarakan acara aqiqah, haruslah diperhatikan dari waktu pelaksanaannya hingga prosesinya.

Dream – Hadirnya bayi tentu mendatangkan kebahagiaan bagi kedua orangtua dan keluarga besarnya. Kelahiran bayi biasanya juga disertai dengan acara syukuran yang diselenggarakan oleh keluarga dengan mengundang para tetangga dan sanak saudara untuk berdoa dan makan bersama.

Dalam tradisi Islam dikenal dengan acara aqiqah yang tujuannya adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya seorang bayi dan juga wujud rasa bahagia. Dalam tata cara aqiqah sesuai sunah, hal yang tidak ketinggalan adalah menyembelih hewan yang biasanya berupa kambing.

Untuk anak laki-laki, kambing yang disembelih berjumlah dua ekor, sedangkan untuk anak perempuan berjumlah satu ekor. Dalam pelaksanaan aqiqah ada waktu yang sudah ditetapkan dalam agama Islam, yakni dilakukan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran sang bayi.

Hal ini mungkin tampak mirip dengan perayaan Idul Adha yang sama-sama menyembelih hewan. Bedanya, daging yang dibagi-bagikan saat aqiqah dalam kondisi sudah dimasak. Sehingga, orang yang mendapatkannya tinggal mengonsumsinya saja.

Nah, berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang tata cara aqiqah sesuai sunah yang telah dirangkum dari merdeka.com.

1 dari 2 halaman

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah© Shutterstock.com

Dalam melakukan acara aqiqah untuk anak yang baru lahir tidaklah bisa dilakukan secara asal-asalan. Hal ini karena aqiqah sendiri adalah bagian dari ajaran Islam yang juga memiliki landasan hukumnya berupa hadis Nabi. Oleh karena itu, ada tata cara aqiqah sesuai sunah yang harus dipatuhi oleh setiap umat Islam yang hendak melangsungkannya.

Berikut adalah tata cara aqiqah sesuai sunah yang penting untuk diketahui oleh sahabat Dream:

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Dalam Islam telah diatur waktu untuk menjalankan aqiqah ini. Bahkan hal tersebut juga dijelaskan dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Artinya: Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuh disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Melalui hadis tersebut, para ulama pun bersepakat bahwa pelaksanaan aqiqah yang paling baik dan dianjurkan adalah pada hari ke-7 setelah kelahiran sang bayi. Tetapi jika ada halangan, maka bisa dilakukan pada hari lainnya, yakni pada hari ke-14 atau hari ke-21.

Menyadari bahwa kondisi ekonomi setiap orang berbeda-beda, di mana ada juga orang yang kondisi ekonominya terbatas, maka kewajibannya untuk melakukan aqiqah pun gugur. Sehingga, jika memang tidak mampu untuk melaksanakan aqiqah, maka tidak akan mengapa jika meninggalkannya.

Syarat dalam Memilih Hewan Aqiqah

Dalam tata cara aqiqah sesuai sunah, hal yang juga harus diperhatikan adalah syarat-syarat ketika memilih hewan untuk disembelih. Hewan yang dianjurkan adalah yang serupa dengan hewan kurban, seperti kambing dan domba yang kondisinya sehat.

Sedangkan untuk umurnya adalah tidak boleh kurang dari setengah tahun. Sehingga, sebelum proses aqiqah dilaksanakan, pastikan jika sahabat Dream sudah memilih hewan yang sesuai dengan aturan tersebut.

Saat melakukan penyembelihan hewan, maka penting untuk membaca doa ini:

بِسْمِ اَللَّهِ, اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ

Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.

Artinya: Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

2 dari 2 halaman

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah© Shutterstock.com

Membagikan Daging Hewan Aqiqah

Tata cara aqiqah sesuai sunah yang selanjutnya adalah dengan membagi-bagikan daging hewan aqiqah tersebut. Jika daging hewan kurban dibagikan dalam kondisi masih mentah, untuk daging hewan aqiqah ini boleh dibagikan dalam kondisi sudah matang.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bayhaqi berikut ini:

Sunahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR. Al-Bayhaqi).

Orang yang memiliki acara aqiqah tersebut disunahkan untuk mengonsumsi daging hasil aqiqah itu. Sedangkan bagian sepertiga dagingnya akan diberikan pada tetangga serta fakir miskin. Dalam acara aqiqah ini sahabat Dream juga berkesempatan untuk bisa berbagi kepada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan. Sebagaimana firman Allah SWT melalui surat Al-Insan ayat 8 berikut ini:

وَيُطْعِمُوْنَالطَّعَامَعَلٰىحُبِّهٖمِسْكِيْنًاوَّيَتِيْمًاوَّاَسِيْرًا

Artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,” (QS. Al-Insan: 8).

Memberikan Nama untuk Anak saat Aqiqah

Dalam tata cara aqiqah sesuai sunah, ketika acara tersebut disunahkan untuk mencukur rambut sang bayi serta memberinya nama. Pastikan jika nama yang diberikan memiliki makna yang baik. Karena nama sendiri adalah sebuah doa yang di masa depan bisa menunjukkan akhlask sang anak. Baik kepada Allah SWT maupun kepada lingkungan di sekitarnya.

Mencukur Rambut saat Aqiqah

Hal yang tak boleh ditinggalkan dalam tata cara aqiqah sesuai sunah adalah mencukur rambut. Dianjurkan oleh Rasulullah saw bahwa proses mencukur dilakukan saat bayi lahir pada hari ke-7. Namun sebenarnya tidak ada dalil yang menjelaskan tentang bagaimana mencukur rambut sang anak. Intinya, proses mencukur rambut haruslah secara merata.

Dan berikut ini adalah bacaan doa untuk bayi yang sedang diaqiqahkan: 

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U'iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli 'ainin laammah.

Artinya:Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian."

Beri Komentar