Satgas Covid-10: Ada WNI Pulang dari Luar Negeri Mengaku TKI Demi Hindari Karantina di Hotel

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 24 Desember 2021 09:01
Satgas Covid-10: Ada WNI Pulang dari Luar Negeri Mengaku TKI Demi Hindari Karantina di Hotel
Mereka minta dianggap sebagai PMI demi bisa dikarantina di Wisma Atlet.

Dream - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mendapat temuan memprihatinkan seputar kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru tiba dari luar negeri di masa pandemi. Sebagian WNI sampai mengaku sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) demi menghindari karantina di hotel.

" Di lapangan kami memang menemukan kelompok kecil masyarakatk yang ingin dianggap sebagai pekerja migran Indonesia walaupuan mereka sedang atau bepergian ke luar negeri seminggu atau dua minggu," ujar Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto.

Para WNI tersebut memiliki banyak alasan berbohong soal identitasnya. Intinya, mereka tidak mau menjalani karantina di hotel.

Hery pun meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri. Jika tetap pergi bukan untuk perjalanan dinas, WNI yang akan kembali ke Tanah Air wajib memesan hotel tempat karantina lebih dulu.

" Jadi masyarakat mesti berhitung dua kali sebelum bepergian bahwa dia memiliki tempat karantina," ucap dia.

1 dari 3 halaman

Tarif Karantina di Hotel

Koordinator Hotel Repatriasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, Vivi Herlambang, menyatakan tersedia 16.388 kamar isolasi di 135 hotel anggota PHRI di Jabodetabek. Hingga saat ini, baru 56 persen dari total kamar yang terisi.

Untuk tarifnya, kata Vivi, hotel bintang 2 dipatok antara Rp6.750.000 hingga Rp7.240.000. Tarif bintang 3 sekitar Rp7.700.000 hingga Rp9.175.000.

Tarif karantina di hotel bintang 4 sekitar Rp9.225.000 hingga Rp11.425.000 dan hotel bintang 5 antara Rp12.425.000 sampai Rp16 juta. Sedangkan untuk hotel di atas bintang 5, tarifnya ditetapkan antara Rp17 juta sampai Rp21 juta.

Tarif tersebut, kata Vivi, berlaku untuk masa karantina selama 10 hari 9 malam. Itu sudah termasuk makan tiga kali, laundry, dan penjemputan dari bandara.

" Sudah termasuk 5 pieces laundry, sudah termasuk transportasi dari airport ke hotel, dua kali PCR, dan tenaga kesehatan yang ada di hotel," ucap Vivi, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 3 halaman

Parah, Banyak WNI Belanja ke Luar Negeri Saat Balik Tak Mau Karantina di Hotel

Dream - Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bakal menindak tegas para WNI bepergian ke luar negeri namun tak mau karantina di hotel. Padahal, mereka ke luar negeri bukan untuk hal penting, seperti jalan-jalan dan belanja.

" Banyak yang belanja ke luar negeri, shopping, tidak mau karantina di hotel padahal dia bisa," ujar Luhut, dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Luhut mengaku mendapat banyak keluhan dari masyarakat mengenai masalah ini. Dia menerima cukup banyak video yang merekam orang-orang dari luar negeri untuk belanja tapi minta dikarantina di Wisma Atlet.

" Dia minta supaya dia dikarantina di Wisma Atlet karena gratis," ucap dia.

 

3 dari 3 halaman

Minta Polda Metro Jaya Lakukan Razia

Mengenai persoalan ini, Luhut meminta Polda Metro Jaya menggelar razia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para WNI dari luar negeri bukan untuk urusan penting diharuskan menjalani karantina di hotel dan akan ditindak jika tetap melanggar.

" Kami tadi sudah minta Polda Metro untuk melakukan razia di lapangan terbang Soekarno-Hatta," kata dia.

Luhut kembali menekankan bakal ada tindakan tegas bagi semua orang yang tidak mau mengikuti ketentuan Pemerintah. Dia pun memperingatkan seluruh pihak untuk tidak membuat isu yang tidak perlu.

" Ini akan kita ambil tindakan orang-orang yang melakukan hal semacan ini, jadi jangan membuat gosip-gosip yang tidak perlu," kata dia.

Beri Komentar