Taliban Tertangkap Kamera Serang Warga yang Pasang Bendera Afghanistan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 23 Agustus 2021 07:00
Taliban Tertangkap Kamera Serang Warga yang Pasang Bendera Afghanistan
Aksi militan Taliban semakin terang-terangan menyerang warga Afghanistan.

Dream - Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, beredar di media sosial aksi ricuh para militan yang berlaku semana-mena kepada warga. Salah satunya saat seorang warga terlihat membawa bendera nasional di mobilnya.

Dilansir dari India Today, sebuah video yang salah satunya diunggah kantor media Asvaka News Agencey @AsvakaNews viral di media sosial Twitter. Video itu memperlihatkan Taliban yang memberhentikan mobil seorang warga.

Tindakan itu dilakukan karena si pemilik mobil memasang bendera nasional Afghanistan di kendaraanya. Taliban itu selanjutnya merampas dan memaksa si pengemudi turun lalu diikat dan ditangkap.

" Seorang pria membawa bendera nasional Afghan di bawah kaca mobilnya dan ditangkap oleh pihak Taliban," tulis keterangan unggahan yang disertakan video momen kejadian mencekam tersebut.

 

1 dari 5 halaman

Video lain yang diunggah akun Twitter media tersebut juga menunjukkan seorang pria Afghanistan yang membawa bendera nasional dipukuli oleh militan Taliban menggunakan senjata diduga AK47.

" Lebih dari seratus video tersebar di media sosial yang direkam dari berbagai tempat menunjukkan Taliban kerap memukul warga Afghan yang membawa bendera nasional," tulis keterangan unggahan.

 

2 dari 5 halaman

Pada Kamis, 19 Agustus 2021 kemarin, protes dilakukan diberbagai kota di Afghanistan yang bertentangan dengan aturan Taliban. Protes dilangsungkan sebagai simbol Hari Kemerdakaan Afghanistan ke-102 pada 19 Agustus.

Beberapa pengunjuk rasa melakuka parade dengan membawa bendera nasional.

 

3 dari 5 halaman

Jerit Hati Warga Afghanistan di Indonesia Usai Taliban Berkuasa

Dream - Pada Senin lalu, militan Taliban berhasil merebut setengah dari Afghanistan dan menduduki Istana Kepresidenan di Kabul. Presiden Ashraf Ghani pun kabur ke luar negeri.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan langsung oleh juru bicaranya, Zabihullah Mujahid, Taliban berjanji mengubah seluruh sistem tata kelola negara dan tidak akan menggunakan sistem yang kuno.

Merujuk Taliban di masa lalu, termasuk perang 20 tahun, janji yang mereka ucapkan dirasa belum cukup meyakinkan para pengungsi Afghanistan di luar negeri, termasuk mereka yang berada di Indonesia. Mereka tidak yakin kelompok militan itu akan benar-benar berubah.

4 dari 5 halaman

Situasi Berbahaya bagi Rakyat Hazara

Aziz, seorang pengungsi Afghanistan yang tinggal di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, kini mengkhawatirkan kondisi sanak saudaranya di negara asalnya. Pria dari suku minoritas Hazara harus meninggalkan Afghanistan ketika usianya 5 tahun.

" Situasi saat ini sangat berbahaya bagi kami suku Hazara, karena mereka (Taliban, suku Pashtun) tidak menyukai keberadaan kami," kata pria 34 tahun yang sudah 7 tahun terakhir tinggal di Indonesi bersama keluarganya dan menunggu relokasi ke negara ketiga.

Dia menambahkan, kabar terbaru dari pihak keluarganya, sang paman harus mengunci diri di rumah sejak jatuhnya pemerintah Afghanistan ke tangan Taliban pada Senin lalu.

" Mereka takut keluar rumah. Saat ini mereka tengah mencari cara pergi dari Afghanistan lantaran keluarganya tak merasa aman di sana," ujarnya dikutip dari Reuters, Jumat 20 Agustus 2021.

5 dari 5 halaman

Harapan untuk Afghanistan

Selama kurang lebih 10 tahun, suku Hazara menjadi sasaran kekerasan kelompok militan Taliban, termasuk ISIS, terutama atas keyakinan mereka. Sebagian besar suku Hazara merupakan penganut Syiah yang sangat dibenci kelompok garis keras Sunni.

Aziz mengatakan, kekhawatiran kebabasan lainnya, seperti aktivitas berolahraga dan hak-hak perempuan Afghanistan.

" Saya tidak tahu bagaimana masa depan sepak bola Afghanistan. Bagaimana nasib perempuan dan olahraga disana? Bagaimana nasib perempuan yang ingin bersekoah? Saya berharap Afganistan akan menjadi lebih baik di masa depan, tapi saya tak yakin akan hal tersebut," tuturnya.

Sumber: Reuters

Beri Komentar