Tip Jadi Amil Zakat untuk Kaum Milenial

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 10 Oktober 2019 09:00
Tip Jadi Amil Zakat untuk Kaum Milenial
Siapkan mental dan fisik.

Dream - Menjadi amil atau pengelola zakat merupakan tugas yang tidak mudah. Selain membantu muzaki menyalurkan zakatnya kepada mustahik, sering kali tugas amil disamakan dengan " peminta-minta" .

Direktur Pendayagunaan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Nana Sudiana, dalam bukunya, Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0 memberikan tips kepada kaum milenial yang ingin menjadi amil.

" Secara fisik dan mental harus siap, kemudian batin," ujar Nana di Jakarta, Rabu 9 Oktober 2019.

Nana, yang sudah menjadi amil sejak 2001, mengakui bahwa menjadi amil bukan suatu perkara yang mudah. " Tapi kalau yakin sama Allah, Allah akan mudahkan jalan," kata dia.

1 dari 5 halaman

Yakin pada Allah

Secara tegas Nana menyebut, kemampuan manajemen yang baik sekalipun tidak akan bisa apabila hatinya tidak yakin Allah SWT.

" Karena, Allah itu yang menggerakkan hati manusia untuk menunaikan zakatnya ke mana," ucap dia.

Selain itu, Nana berpesan mengenai gaji amil. Sebab, pada hakekatnya amil merupakan pejuang kemanusiaan.

" Jadi amil itu tadi, harus siap mental. Kalau dananya sudah banyak, orang Isa menggelapkan di lembaga zakat," kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, apabila orang sudah terjun ke dunia amil, mereka akan terus berjuang atau keluar memilih jalan hidup lain.

" Ketika mentalnya sudah terbangun, dia akan terpanggil jiwanya," ucap Nana.

2 dari 5 halaman

Promosi Zakat dan Wakaf ke `Anak Kekinian` Ala Kemenag

Dream - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) mendorong kaum muda untuk lebih mengenal zakat dan wakaf. Untuk mewujudkan visi ini, Dirjen Bimas Islam menggelar Festival Literasi Zakat dan Wakaf

Kasubdit Edukasi, Inovasi, Kerja Sama, Kemitraan, Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati mengatakan, acara puncak festival ini diselenggarakan pada 6 November 2019 mendatang.

" Festival zakat dan wakaf merupakan suatu rangkaian kegiatan yang diawali kompetisi lomba menulis esai untuk mahasiswa," ujar Wida di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019.

Masa pendaftaran kompetisi esai berlangsung pada 29 Juli-31 Agustus 2019. Sedangkan rangkaian acaranya yaitu seminar " Zakat Goes To Kampus" digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

" Seminar akan dilaksanakan di 2 Oktober 2019," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Potensi Besar Zakat dan Wakaf

Selain itu, ada juga kompetisi video animasi berdurasi 1-2 menit dan lomba menulis di blog. Masa pendaftaran untuk dua kompetisi ini dibuka pada 20 Agustus-30 September 2019.

" Malam puncaknya itu di penganugerahan pada 6 November 2019 di Jakarta, akan dihadiri pak Menteri Agama yang akan menyerahkan hadiah kepada para juara," kata dia.

Wida memastikan para peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti kompetisi ini. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi literasizakatwakaf.kemenag.go.id.

Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengedukasi masyarakat, khususnya kaum kekinian.

Menurut Amin, potensi zakat pada 2017 itu mencapai Rp50 triliun. Sementara wakaf uang potensinya mencapai Rp60 triliun.

" Bayangkan, kalau asumsi 50 juta Muslim Indonesia mewakafkan uang Rp100 ribu per bulan, maka realisasi wakaf yang akan diterima sebesar Rp185 miliar," kata Amin.

4 dari 5 halaman

Kemiskinan di Jakarta Zakat Bisa Diatasi dengan Ziswaf

Dream - Kemiskinan masih menjadi persoalan yang dihadapi Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Masalah ini sejatinya merupakan tanggung jawab masyarakat kelas menengah atas.

Potret kemiskinan bisa dikurangi tidak hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak perlu terlibat, termasuk umat Islam melalui mekanisme dana zakat, infak, sedekah maupun wakaf (ziswaf).

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menjadi salah lembaga amil zakat yang terjun membantu mengurangi kemiskinan di Ibu Kota.

Berdasarkan data pada Peta Kinerja Pemberdayaan Masyarakat DKI Jakarta 2018, dana Ziswaf yang disalurkan YBM PLN mencapai Rp17,37 miliar.

" Sebanyak 49.534 jiwa penerima manfaat yang terdiri dari 35.705 jiwa menerima manfaat program sosial kemanusiaan, 5.500 jiwa menerima manfaat program kesehatan, 5.064 jiwa penerima manfaat program pendidikan," ujar Deputi Direktur YBM PLN, Al Farisi, dalam diskusi publik bersama Institut Manajemen Zakat (IMZ) bertajuk 'Potret Kaum Marjinal Jakarta Dulu, Kini dan Nanti' di Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019.

Diskusi Publik Zakat

Al Farisi mengatakan YBM PLN berkhidmat mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa dengan pengentasan dari kemiskinan.

Lembaga ini juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui sejumlah program ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan dakwah.

Pegiat sosial IMZ, M Chozin Amirullah, mengutip pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan kemiskinan merupakan problem ideologis bukan politis. Sehingga, pengentasan kemiskinan harus menjadi persoalan yang diperjuangkan.

" Soal kemiskinan itu adalah soal ideologi. Bukan politik tapi ideologi. Salah satu jalan untuk menjalankan ideologi adalah politk, Jadi jangan dibalik," kata dia.

(Sah, Laporan: Vika Novianti Umar)

5 dari 5 halaman

Nigeria Belajar Kelola Zakat ke Indonesia

Dream - Tata kelola zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menarik minat sejumlah pihak. Tidak sedikit lembaga dunia yang belajar ke Baznas.

Salah satunya lembaga pengelola zakat Negara Bagian Sokota, Nigeria, Sokoto State Zakat and Waqf Commission (Sozecom). Beberapa pengurus lembaga tersebut datang langsung ke Indonesia untuk belajar pengelolaan zakat ke Baznas.

" Baznas dan Sozecom sepakat untuk memajukan kedua organisasi, sehingga makin besar manfaatnya bagi umat," ujar Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, dalam keterangan tertulisnya, Senin 22 Juli 2019.

Dalam kerja sama yang disepakati, Baznas memberikan izin program penghimpunan dan penyaluran zakat diadopsi oleh Sozecom.

Selama berada di Tanah Air, Sozecom juga diajak mengunjungi Baznas Microfinance Desa (BMD) dan Sekolah Cendekia, salah satu program penyaluran Baznas.

" Baznas sangat terbuka dengan lembaga di dunia yang ingin mempelajari program-program penghimpunan dan penyaluran zakat yang dilaksanakan dengan baik oleh Baznas," ucap dia.

Selain itu, Baznas juga telah menjalin beberapa kerja sama di bidang kemanusiaan bersama UNICEF.

Selain itu, Baznas juga menjadi inisiator dibentuknya World Zakat Forum (WZF) yang membawahi lembaga zakat di 33 negara. Bambang juga mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Jenderal WZF.

Beri Komentar