Ilustrasi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus mengalami peningkatan. Pada hari ini, Sabtu 30 Januari 2021, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan adanya penambahan sebanyak 14.518 orang.
Peningkatan tersebut menyebabkan jumlah kasus yang terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia terhitung sejak Maret 2020 menjadi 1.066.313 orang.
Sementara, kasus kematian di Tanah Air bertambah 210 orang. Maka, keseluruhan ada 29.728 jiwa yang meninggal dunia akibat terpapar virus Corona Covid-19.
Satgas Covid-19 juga kembali melaporkan adanya peningkatan kasus sembuh dari virus Corona hari ini. Bertambah 10.242 orang, sehingga total yang dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 mencapai 862.502 kasus.
Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Jumat, 29 Januari 2021, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Sabtu 30 Januari 2021 pada jam yang sama.
Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, satu angka kematian akibat Corona Covid-19 terhitung nyawa yang berharga. Di balik jumlah angka kematian Covid-19 harus menjadi evaluasi penanganan di daerah masing-masing.
Perkembangan kasus kematian Covid-19 nasional naik 37,4 persen pada minggu lalu. Namun, minggu ini (per 24 Januari 2021) turun 3,0 persen.
" Ini adalah perkembangan cukup baik. Akan tetapi, jangan berpuas diri dengan angka kematian," tutur Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, 28 Januari 2021.
Meskipun (angka kematian COVID-19) mengalami penurunan. Kematian tetaplah kematian. " Satu angka saja, terhitung nyawa (berharga) dan tidak dapat ditoleransi," imbuh Wiku
Provinsi dengan kenaikan kematian COVID-19 tertinggi per 24 Januari 2021, sebagai berikut:
1. Jawa Timur naik 44
2. Jawa Barat naik 42
3. Riau naik 15
4. Nusa Tenggara Barat naik 4
5. Gorontalo naik 4
Adapun provinsi dengan persentase kematian COVID-19 tertinggi per 24 Januari 2021, antara lain:
1. Jawa Timur 6,95 persen
2. Lampung 5,25 persen
3. Sumatera Selatan 4,79 persen
4. Aceh 4,12 persen
5. Jawa Tengah 3,93 persen
" Bagi provinsi yang masih mengalami kenaikan kematian Covid-19 tertinggi untuk segera mengevaluasi penanganan pasien Covid-19, terutama di rumah sakit dengan (pasien) gejala sedang dan berat," pinta Wiku.
Selain itu, penanganan pasien COVID-19 tidak hanya fokus di rumah sakit, perhatian juga perlu diberikan pada pasien yang melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.
" Dalam kondisi saat ini, yaitu keterisian tempat tidur di ruang ICU dan isolasi di Rumah Sakit Rujukan COVID-19 sudah mencapai angka 70 persen per tanggal 24 Januari 2021. Maka, bukan tidak mungkin masyarakat akan kesulitan mendapatkan perawatan di rumah sakit, sehingga mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumah," ucap Wiku.
" Untuk menjaga kualitas penanganan pasien COVID-19. Mohon kepada puskesmas di setiap wilayah agar bekerja sama dengan RT/RW setempat untuk siaga memantau warga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri supaya dapat diketahui kondisi kesehatannya dan didampingi hingga sembuh" .
Perjuangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, kata Wiku, belum berakhir. Kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan laju penularan virus Corona sampai Indonesia dinyatakan sukses mengendalikan wabah ini.
Advertisement
Fenomena “Forever Layoff” Meningkat, Gelombang PHK Kecil tapi Rutin Menghantui Tahun 2026

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur


WhatsApp Bakal Luncurkan Fitur Chat Lintas Aplikasi, Pengguna Eropa dapat Giliran Pertama

Sadari Damkar Lebih Dipercaya Publik untuk Urusan Darurat, Kapolri Mau Sempurnakan Hotline 110
