Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pemerintah menyatakan vaksin dan vaksinasi Covid-19 diberikan secara gratis tanpa syarat apapun. Masyarakat dapat mengakses vaksin tanpa perlu khawatir.
" Sekali lagi, vaksin Covid-19 gratis untuk masyarakat tanpa persyaratan apapun," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, disiarkan Youtube FMB9ID_IKP.
Nadia menyatakan Satgas akan memastikan kesiapan fasilitas pelayanan dan tenaga kesehatan. Juga sistem distribusi untuk pelaksanaan vaksinasi.
Dia juga mengatakan semua masyarakat akan mendapatkan vaksin. Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi tidak perlu menjadi anggota aktif BPJS Kesehatan.
Selanjutnya, Nadia mengatakan setelah skema dan mekanisme vaksinasi selesai disusun maka segera akan dilaksanakan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait tengah melakukan penyesuaian dan pendalaman. " Setelah dirampungkan akan kami sosialisasikan segera," kata Nadia.
Nadia tak lupa mengingatkan jika bahaya Covid-19 itu nyata. Vaksinasi merupakan program prioritas pemerintah untuk mengendalikan pandemi.
" Risiko Covid-19 itu nyata dan vaksinasi bertujuan untuk mempercepat upaya menurunkan angka penularan, kesakitan dan kematian," kata dia.
Lebih lanjut, Nadia mengatakan masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama melaksanakan penguatan 3T serta disiplin protokol kesehatan.
" Bersama-sama kita bangun kekebalan kelompok untuk lindungi diri, lindungi negeri, dan akhiri pandemi," ucap dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengharapkan dedikasi terbaik Ikatan Dokter Indonesia untuk penanganan Covid-19, sehingga dapat membantu pemerintah mengendalikan pandemi lebih baik lagi.
" Saya berharap seluruh jajaran IDI tetap memberikan dedikasi, pengabdian, dan kemampuan terbaik untuk membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19," ujar Ma'ruf dalam sambutan pembukaan Rakernas IDI, disiarkan channel YouTube resmi IDI.
Dia juga mendorong IDI untuk meningkatkan edukasi lebih baik lagi ke masyarakat. Khususnya mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan mematuhi protokol kesehatan.
" Tingkatkan kampanye, informasi, dan edukasi, kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga daya tahan tubuh, mengajak berperilaku hidup bersih dan sehat, pentingnya tetap mematuhi protokol kesehatan," ucap Ma'ruf.
Selain itu, Ma'ruf juga meminta IDI dapat membuat masyarakat percaya pada vaksin. Caranya dengan menyebarkan informasi yang tepat terkait vaksinasi Covid-19.
" Karena IDI adalah organisasi profesi dokter merupakan mitra strategis pemerintah dan memiliki peran penting," ucap Ma'ruf.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Pengasuh Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur mengalami sendiri rasanya terserang Covid-19. Saat ini sang ustaz masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).
Ustaz Yusuf mengaku kondisinya sedikit membaik pada Rabu, 16 Desember 2020. Namun begitu, dia belum bisa mengambil napas panjang dan dalam.
" Izin saya mau cerita. Saya ngalamin di mana kata orang, kalo kena Covid, baterai kayak tinggal 10%. Apalagi disertai batuk, meski seringan2nya batuk," ujar Ustaz Yusuf di akun Instagramnya, @yusurmansurnew.
Ustaz Yusuf mengatakan paru-paru dan organ pendukungnya tidak normal sehingga terasa sangat sakit saat batuk. Dia pun harus berlatih bernapas agar tidak tersengal batuk.
" Saya ngaji, yg senengnya dengan tilawah, murattal, ini harus terbata2. Pelan2. Sekata2. Disertai ambil napas agak diatur. Baca seayat aja cape nya minta ampun," kata dia.
Dia juga sempat mencoba teknik tengkurap. Dua kali mencoba, napas yang tersengal dan batuk ringan yang terjadi.
" Tapi terasa di dada bawah dan perut atas, bisa sampe 1 jam abis itu, dg tengkurep yg bisa diitung jari lamanya," kata Ustaz Yusuf.
Ustaz Yusuf sengaja menceritakan kondisinya untuk mengingatkan betapa sakitnya menjadi pasien Covid-19. Dia pun meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng penyakit menular tersebut.
" Jangan sampe kwn2 nganggep enteng. Jaga diri. Patuhi bener prokes. Maskeran terus, hindari kerumunan, cuci tangan, jaga jarak, hidup sehat dan banyak bersyukur, banyak bertaubat," pesan Ustaz Yusuf.
Ustaz Yusuf juga merasakan berharganya kebebasan. Bahkan untuk sekadar ke kamar mandi dengan bebas.
Sejak pertama masuk RSPAD pada 12 Desember 2020, Ustaz Yusuf hanya terbaring di tempat tidur. Dia belum bisa memastikan kapan bisa bergerak, bahkan hanya sekadar jalan pendek.
" Sbb dlm kasus saya, saya msh di tempat tidur. Agaknya masih sampe besok lusaan minimal. Atau malah besoknya lagi, Sabtu," ucap dia.
Lebih lanjut, Ustaz Yusuf berpesan agar tidak meninggalkan zikir. Memohon kepada Allah diberi kesehatan dan kesembuhan.
" Banyak zikir pagi sore. Sebab sepenuh2nya itu zikir perlindungan dan kesehatan," terang dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.