Viral Pria Minta Menteri Agama Hapus 300 Ayat Alquran, Mahfud MD Beri Perintah Ini ke Polri

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 17 Maret 2022 10:00
Viral Pria Minta Menteri Agama Hapus 300 Ayat Alquran, Mahfud MD Beri Perintah Ini ke Polri
Saifuddin menilai ayat-ayat tersebut memicu intoleransi di Indonesia.

Dream - Mahfud MD meminta Polri menyelidiki video pria bernama Saifuddin Ibrahim yang meminta Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menghapus 300 ayat Alquran. Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, tersebut, video itu menimbulkan kegaduhan.

" Itu bikin gaduh dan bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu, saya minta kepolisian segera menyelidiki itu dan kalau bisa segera ditutup akunnya, karena kabarnya belum ditutup sampai sekarang," kata Mahfud, dikutip dari merdeka.com, Rabu 16 Maret 2022.

Menurut Mahfud, pernyataan Saifuddin Ibrahim yang mengaku sebagai pendeta, meresahkan dan berpotensi memecah belah umat beragama di Indonesia. Pernyataan Saifuddin yang meminta penghapusan 300 ayat Alquran merupakan penistaan agama yang ancaman hukumannya penjara lebih dari lima tahun.

" Barangsiapa yang membuat penafsiran atau memprovokasi dengan penafsiran suatu agama yang keluar dari penafsiran pokoknya (adalah penistaan agama). Ajaran pokok di dalam Islam itu, Alquran ayatnya 6.666, tidak boleh dikurangi. Misalnya disuruh dicabut 300, itu berarti penistaan terhadap Islam," tegas Mahfud MD.

1 dari 1 halaman

Dia mengatakan, masyarakat memang bebas menyatakan pendapat di muka umum, namun tidak boleh memicu kegaduhan, tidak provokatif, dan tidak menistakan agama. Mahfud meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan video Saifuddin dan menyerahkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum.

" Mari kita jaga kerukunan umat beragama. Kami (Pemerintah) tidak melarang orang berbicara, tetapi jangan memprovokasi hal-hal yang sensitif," katanya.

Dalam tayangan video yang beredar di internet, Saifuddin meminta Menteri Agama menghapus 300 ayat Alquran. Dia menilai ayat-ayat tersebut memicu intoleransi di Indonesia.

" Tiga ratus ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal, dan membenci orang lain karena beda agama, itu di-skip, atau direvisi, atau dihapuskan dari Alquran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali," kata Saifuddin dalam sebuah video.

Beri Komentar