Foto: Facebook.com/Muhammad Naoval
Dream - Terlahir sebagai anak pejabat sering kali diidentikan dengan gaya hidup mewah. Dengan orangtua yang memiliki banyak uang dan jabatan, banyak anak memanfaatkan posisi tersebut.
Apalagi banyak masyarakat menganggap jika gaji pejabat tidaklah kecil. Apalagi jika mereka memiliki jabatan mentereng di institusi pemerintahan.
Hidup nyaman sudah pasti jadi jaminan. Namun ternyata tak semua anak pejabat identik dengan gaya hidup mewah.
Salah satunya seperti sosok yang baru-baru ini viral di media sosial.
Adalah Muhammad Rafdi Marajabessy, Putra dari Wakil Walikota Tidore. Rafdi sukses membuat salut warganet lantaran tak malu kerja kasar demi dapatkan uang.
Berawal dari postingan facebook Muhammad Naoval yang membagikan Foto-foto Rafdi saat sedang bekerja.
Dari foto itu terlihat bagaimana Rafdi dengan baju lusuh dan sandal jepitnya bekerja sebagai kuli bangunan.
Ia bersama bapak-bapak lain bekerja mengeruk pasir di sebuah proyek bangunan.
Padahal pemuda itu merupakan anak dari orang nomor dua di Tidore.
" Dia Ini Anakx Wakil Walikota Tidore tapi dalam kehidupan keseharianx sangat sederhana dan mandiri malahan berkerja sebagai Kuli Bangunan...!!!" tulis akun Facebook Muhammad Naoval.
Usai postingan itu viral, banyak orang mempertanyakan kebenaran berita itu.
Melansir dari laman Instagram @smart.gram, sang ayah akhirnya angkat bicara.
Muhammad Sinen, Wakil Walikota Tidore membenarkan jika pemuda di foto itu adalah anaknya. Sinen sengaja ingin mengajarkan sifat bekerja keras pada sang anak sejak kecil.
Sinen tidak ingin anak-anaknya manja dan mendapatkan apapun dengan mudah.
Tak hanya itu, Muhammad Sinen juga tidak ingin sang anak memanfaatkan gelar yang kini ia jabat.
Postingan Naoval mendapat banyak respon dari netizen. Sampai berita ini diterbitkan, postingan itu bahkan sudah disukai 1,2 ribu pengguna dan dibagikan oleh 2,2 ribu pengguna.
Salut banget kan sama Rafdi!
Dream - Menjadi anak berkebutuhan khusus, tidak menghalangi desainer muda Naurah Putri Supratman mengembangkan bakatnya. Gadis berusia 20 tahun ini, sangat terampil mendesain pakaian yang kemudian fokus pada busana muslim.
Bakat menggambar anak kedua dari pasangan Wakil Kepala Polda Jawa Barat Brigjen Pol Supratman dan Novi Supratman ini sudah muncul sejak usia belia. Bahkan selain menggambar, ia juga berbakat menyanyi.
" Pernah ikut tes sidik jari, makin terlihat jelas bakatnya saat itu. Dia cuma ikut terapi, tidak ada sekolah khusus. Tapi dia anak yang sopan dan disiplin," tutur sang ibu ketika ditemui di Bandung, 5 November 2017.

Setelah menempuh pendidikan di Islamic Fashion Institute (IFI), Naurah kini berhasil membuktikan kemampuannya dengan menampilkan koleksi busananya. Dikenal sebagai anak yang ceria, ia menuangkan citra tersebut ke dalam koleksi Colorado.
Busana dibuat dengan padu-padan warna cerah dan aksen polkadot. Melalui koleksinya, Naurah ingin membawa masyarakat ke dunia yang penuh warna, bebas dan menyenangkan.
Kesulitannya dalam berkomunikasi tidak mengurangi kinerjanya. Untuk proses mendesain, ia dikenal sebagai siswi yang paling cepat dalam bekerja. Ia bahkan bisa menyelesaikan desain suatu baju pada saat itu juga ketika disuruh.

Kini, Naurah semakin terampil mendesain dan lebih fasih dalam berkomunikasi. Semangatnya tidak berhenti sampai disitu. Naurah sudah mepersiapkan butik untuk menjajakan hasil karyanya.
" Sudah pernah saya buatkan konsep butik, tapi rupanya dia punya konsep sendiri. Lebih ke butik yang modern, ceria dan colorful dari segi penataannya," ujar sang bunda.
Advertisement