Wamenag Ajak Pemuda Gereja Turut Jaga Kerukunan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 8 November 2019 16:00
Wamenag Ajak Pemuda Gereja Turut Jaga Kerukunan
Wamenag mengajak pemuda gereja melawan kabar bohong.

Dream - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi meminta pemuda gereja turut menjaga kerukunan bangsa. Permintaan itu dia sampaikan dalam acara God’s Platform Summit, di Gedung Gereja GBI Mawar Saron, Jakarta Utara.

" Pada zaman ini hoaks dan ujaran kebencian menjadi musuh kita bersama, maka masing-masing elemen umat beragama harus berperan aktif dalam meredam potensi disintegrasi melalui pintu agama," ujar Zainut, Jumat, 8 November 2019.

Zainut meminta 500 peserta pemuda Kristen dapat mengedepankan sikap moderat dan saling menghargai perbedaan.

" Sikap moderat sangat penting peranannya dalam konteks keberagaman dan keindonesiaan," kata dia.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut, tugas menjaga kerukunan tidak hanya dipikul oleh satu golongan atau agama saja. Melainkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

" Untuk menciptakan kehidupan beragama dan bernegara secara sinergis, sejatinya kunci utamanya bukan kekuatan ekonomi, politik, atau militer, melainkan sumber daya manusia," ucap dia.

1 dari 5 halaman

Indahnya Toleransi, Banser NU Beri 9 Tumpeng ke Gereja Cilacap

Dream - Lirik Mars Nahdlatul Ulama (NU) `Ya Lal Wathon` berkumandang di Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Lagu itu mengiringi sejumlah orang dari Barisan Serba Guna (Banser) NU dan Gusdurian Cilacap memberikan sembilan tumpeng.

Video itu diunggah akun Twitter @kristiadipr. " Terjadi di dunia nyata, g cuma di film. Teman-teman Gusdurian Majenang dan Banser NU mempersembahkan 9 tumpeng utk umat Gereja Katolik Paroki Theresia Lisieux Majenang, Cilacap yg merayakan HUT ke-9 berdirinya Paroki dalam perayaan Ekaristi, 1 Oktober 2019," tulis akun tersebut.

Tumpeng itu diterima Uskup Purwokerto, Mgr. Christophorus Tri Harsono. Dalam sambutannya, Tri terheran-heran dengan peristiwa yang terjadi.

" Mohon diviralkan untuk paroki-paroki lain. Kenapa? Yang sembilan tahun dikasih sembilan tumpeng, Kathedral itu 90 tahun, artinya 90 tumpeng,"  ujar Tri.

Tri mengaku kecolongan dengan pemberian tumpeng ini. " Ini viralkan ke yang lain, ada orang beragama lain tapi jadi satu keluarga, agar yang lain bisa berdialog seperti di Majenang ini," ucap dia.

Si pemilik akun mengaku sengaja menyebar video itu agar narasi perdamaian dan persaudaraan bisa digaungkan untuk melawan kebencian, radikalisme, dan intoleransi.

2 dari 5 halaman

Kisah Toleransi di Majenang

Romo Boni. ©Liputan6.com/Muhamad Ridlo

Romo Boni. ©Liputan6.com/Muhamad Ridlo

Kisah toleransi telah banyak muncul di Majenang. Salah satu kisah yang populer yaitu saat rohaniawan Katolik, Romo Boni Fausius Abbas menuntun syahadat seorang pasien rumah sakit yang meninggal dunia.

Dilaporkan Merdeka.com, Boni saat itu, diminta perawat untuk menemani pasien sekarat. Dia sempat bimbang dengan tindakannya karena jika dia mengucapkan syahadat, maka secara agama Katolik yang dianutnya salah. 
Dia pun ragu sebagai penganut Katolik menuntun seorang muslim mengucapkan kalimat-kalimat suci dalam agama Islam.

Namun, dia melihat tak ada orang yang menuntun pasien muslim. Nuraninya pun bergemuruh lebih kencang untuk menolong saudara muslimnya ini. Karenanya, dia bertekad menuntun si muslim mengucapkan syahadat atas nama toleransi.

" Saya berulang-ulang mengucapkan Asyhadu Allaa Ilaahaillallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah. Saya ingin agar ia berada dalam keimanannya," ucap pastor Gereja Santa Theresia tersebut.

3 dari 5 halaman

Indahnya Toleransi Saat Halaman Masjid Dipakai Ibadah Jemaah Katedral

Dream - Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara dengan toleransi tinggi. Meski ada ratusan suku, bahasa dan beberapa agama, masyarakat Indonesia tetap rukun dan saling menghargai satu sama lain.

Itulah yang dirasakan masyarakat di Cempaka Putih, Jakarta Selatan. Dikutip dari akun Facebook, Jeferson Goeltom, dia mengunggah sebuah foto keluarganya sedang melakukan kebaktian penutupan peti.

Bukan di dalam gereja, ibadah tersebut digelar umat Kristiani di depan halaman masjid.

" Hari ini mengikuti kebaktian tutup peti, di mana istri keponakan meninggal dunia, karena satu hal lokasi rumah di gang sempit dan peti tidak bisa masuk ke dalam rumah, ada kejadian yang luar biasa yang kami rasakan karena di izinkan beribadah di depan masjid," tulis Goelton seperti diakses Dream, Rabu, 28 Agustus 2019.

Tak lupa, dia juga menuliskan ucapan terima kasih kepada pengurus masjid yang telah mengizinkan prosesi tutup peti dilakukan di halaman masjid.

" Terima kasih saudaraku pengurus masjid dan masyarakat di sekitar atas bantuan dan `Toleransi yang Super Tinggi`," kata dia.

4 dari 5 halaman

Cempaka Putih

Unggahan tersebut telah dibagikan dan dikomentari lebih dari lima ribu kali. Kebanyakan dari warganet bangga dengan toleransi yang ditunjukan masyarakat kedua agama itu.

Untuk memastikan masjid tersebut berada di wilayah Cempaka Putih, Dream mencoba menelusuri menggunakan aplikasi Google Street.

Masjid tersebut bernama Masjid Darussalam yang berada di Cempaka Baru, Jalan Cempaka Baru Tengah, Jakarta Pusat.

Berdasarkan kecocokan atap, tangga depan pintu dan tulisan yang ada di jendela, ada kesamaan foto dari yang diunggah Goeltom dengan yang ada di Google Street.

5 dari 5 halaman

Masjid Darussalam

Umat Kristiani Kebaktian di Halaman Masjid di Cempaka Putih

Kebaktian di halaman masjid di Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Foto: Facebook/Jeferson Goeltom)

Menurut keterangan warga yang rumahnya dekat Masjid Darussalam, Chustur Triatmodjo, masjid mengizinkan kebaktian tutup peti karena rumah keluarga tersebut berada di gang.

" Masjid-masjid di daerah Cempaka Putih memang rata-rata solidaritasnya tinggi, karena banyak penghuni di sini agama Kristen," katanya melalui aplikasi Messenger.

Selain itu, kata dia, warga yang beragama Kristen juga sering melakukan ibadah di rumahnya. Ibadah itu tidak pernah mendapat gangguan dari warga umat lain.

Beri Komentar