Warga Jayapura Sulit Dapatkan BBM

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 30 Agustus 2019 18:02
Warga Jayapura Sulit Dapatkan BBM
Seliter bensin eceran nilainya Rp20 ribu.

Dream - Warga Jayapura, Papua, kesulitan mendapat baham bakar minyak, jenis premium, pertalite, dan solar. Hingga Jumat, 30 Agustus 2019, warga Kelurahan Abepantai di Distrik Abepura, sulit mendapat bensin pengecer.

" Tadi harus bersitegang dengan sesama pembeli karena stok bensin di penjual Pasar Lama Abepura mau habis. Satu liter bensin eceran Rp20 ribu," kata Faizal, warga Distrik Abepura, dilaporkan Merdeka.com, mengutip Antara, Jumat, 30 Agustus 2019.

Faizal mengatakan, dalam dua hari terakhir agak kesulitan mendapat bensin karena tutupnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampkey, Abepura, Papua. Minimnya pasokan BBM dari Pertamina mengakibatkan tutupnya SPBU.

Unit Manajer Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII PT Pertamina (Persero) Brasto Galih Nugroho mengatakan, distribusi BBM di Kota Jayapura dan sekitarnya dihentikan sementara waktu. Ini karena kondisi di Ibu Kota Provinsi Papua belum kondusif.

" Jadi situasinya kan kurang kondusif, makanya kami hentikan sementara waktu penyaluran dari terminal BBM hingga situasi kembali normal," kata dia.

Brasto mengkhawatirkan keselamatan para supir truk dan tangki BBM serta SPBU kalau penyaluran BBM dipaksa tetap dijalankan. 

" Kami khawatir keselamatan dari penyalur, truk tangkinya, dan juga infrastruktur dan personel SPBU. Apalagi kemarin ada dua SPBU di Entrop dan Kotaraja dispensernya dirusak oleh pendemo. Kantor kami juga yang di Argapura dirusak," kata dia.

Saat situasi sudah kembali kondusif, menurut dia, penyaluran BBM akan segara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

" Kami menunggu informasi dari aparat keamanan terkait situasi dan kondisinya untuk penyaluran BBM. Sementara ini, hanya SPBU di Sentani dekat hotel Sentani Inn yang buka, kalau di Kota Jayapura semuanya diinfokan tutup," ucap dia. 

1 dari 5 halaman

Soal Papua, KH Ma`ruf Amin: Jangan Sampai Rusak Persatuan

Dream - Wakil Presiden terpilih, Ma'ruf Amin berkomentar mengenai peristiwa kerusuhan di Papua.

" Kalau ada kesalahan satu dua orang, kita selesaikan. Tapi jangan merusak, kemudian persatuan Indonesia menjadi terganggu," kata Ma'ruf dilaporkan Merdeka.com, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ma'ruf mengingatkan, bangsa Indonesia punya kesepakatan nasional untuk saling toleransi dan menjadi suatu bangsa.

Masalah kesepakatan nasional itu pula yang ditekankan Ma'ruf Amin saat bertemu para ulama dan ormas Islam di Kantor MUI Medan.

" Ya pokoknya kita ingin mengajak supaya kita di dalam menjalankan tugas-tugas demokrasi, membawa aspirasi, dakwah, kita harus berada, tidak boleh keluar dari kerangka kesepakatan nasional kita," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Akses Telepon dan SMS di Jayapura Mati

Dream - Setelah dua pekan akses internet dibatasi, kini layanan telepon dan short message service (SMS) di Jayapura, Papua, mati. Akses telepon dan SMS sudah tidak bisa dipakai sejak pukul setengah empat sore waktu setempat.

" Saya telepon berulang-ulang, tapi tidak bisa, saya khawatir keluarga, jangan sampai masih ada yang di jalan," kata Subarna, warga Papua, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 29 Agustus 2019.

Kondisi Papua memang kurang kondusif. Aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah titik. Akses telepon dan SMS dimatikan saat massa pengunjuk rasa mulai bergerak ke Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Sejumlah kantor pun menghentikan operasi dan memulangkan karyawan lebih awal. Markus misalnya, diperbolehkan pulang lebih awal karena merasa takut jalan yang dia lalui menjadi rute pengunjuk rasa.

" Infonya di Abepura sudah rusuh karena ada aksi pembakaran, makanya kami yang bekerja di perbankan dipulangkan lebih awal," ucap Markus.

3 dari 5 halaman

PLN

Informasi yang beredar di lapangan, massa bergerak dengan berjalan kaki sambil melempari setiap bangunan yang dilewati. Massa yang menggunakan kendaraan bermotor bergerak membawa bendera.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) telah memadamkan listrik di wilayah yang mengalami kebakaran dan terjadi kerusuhan.

Direktur Bisnis Regional PLN Maluku Papua Ahamd Rofik mengatakan, PLN tidak melakukan pemadaman listrik secara menyeluruh di Jayapura, akibat aksi masa buntut dari peristiwa asrama mahasiswa di Surabaya.

" Tidak (ada pemadaman listrik diseluruh Jayapura)," kata Rofik.

4 dari 5 halaman

Jayapura Rusuh, Aktivitas Lumpuh

Dream - Kota Jayapura diselimuti ketegangan. Demonstrasi yang digelar sejumlah massa di Ibu Kota Provinsi Papua itu berujung kerusuhan.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 29 Agustus 2019, massa melempari gedung pertokoan dan perkantoran. Mereka juga membakar mobil yang terparkir di jalanan.

Dilaporkan Antara, aparat gabungan TNI dan polisi berupaya membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Massa pun berlarian mundur.

Beberapa gedung menjadi korban amukan massa. Seperti Kantor Pos dan kantor Telkomsel Jayapura terbakar.

Pun demikian dengan gedung sekretariat Majelis Rakyat Papua. Gedung ini juga dibakar massa.

" Memang benar kantor MRP dibakar, Kamis sekitar pukul 14.00 WIT oleh para pendemo," ujar anggota MRP, Ustaz Tony Wanggai.

 

5 dari 5 halaman

Toko Tutup, Pasar Sepi dan Angkot Berhenti Beroperasi

Saat kerusuhan terjadi, gedung tersebut sedang kosong. Seluruh anggota MRP, termasuk Ustaz Wanggai, sedang berada di luar Papua untuk berkonsolidasi dengan sejumlah pemerintah daerah meminta jaminan keamanan bagi mahasiswa Papua.

Sebelum kerusuhan terjadi, aparat telah memasang kawat berduri di sejumlah objek vital sepanjang jalan dari Kota Abepura menuju Jayapura. Jalan ini merupakan rute yang dilalui massa peserta demonstrasi.

Sejumlah pertokoan dan perkantoran di Jayapura tutup lebih awal. Demikian pula dengan angkot, para sopir memutuskan tidak beroperasi.

" Memang kami sengaja tidak beroperasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata salah satu sopir angkot jurusan Entrop-Pasir Dua, Supri.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More