Tak Temukan Bukti di Wuhan, WHO Selidiki Kemungkinan Covid-19 dari Asia Tenggara

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 11 Februari 2021 10:00
Tak Temukan Bukti di Wuhan, WHO Selidiki Kemungkinan Covid-19 dari Asia Tenggara
WHO membantah teori bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan.

Dream - Tim WHO telah menyelesaikan investigasi sumber Covid-19 di Wuhan, China. Mereka membantah teori bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan. Kini WHO melirik Asia Tenggara, seperti Thailand.

Pakar WHO berkata trenggiling dan kelelawar di Wuhan tidak menunjukan cukup bukti sebagai sumber perantara Covid-19.

WHO juga tak menemukan bukti bahwa Covid-19 berasal dari pasar seafood Huanan di Wuhan. Alhasil, WHO ingin mencari sampel hewan seperti kelelawar di negara selain China.

Sasaran WHO selanjutnya? Asia Tenggara. Hal itu diungkap ilmuwan WHO kepada media China Global Times.

1 dari 5 halaman

Akan Selidik Negara Asia Tenggara

" Ada sebuah virus di Thailand yang berkaitan dekat dengan SARS-CoV-2, dan juga Jepang dan Kamboja. Ecohealth Alliance telah memulai pekerjan melacak sumbernya," ujar Peter Daszak, kepala EcoHealth Alliance dan anggota tim WHO, dikutip Rabu 10 Februari 2021.

Selain teori lab dan pasar, ada yang menyebut Covid-19 menyebar lewat makanan beku. Namun, ilmuwan WHO Liang Wannian berkata virus di makanan bisa bertahan lama sehingga belum jelas di mana asalnya.

Tim WHO terdiri atas 17 pakar China dan 17 pakar internasional dari 10 negara. Mereka bekerja di Wuhan selama 28 hari untuk menginvestigasi asal Covid-19.

2 dari 5 halaman

Bukan Dari Lab di Wuhan

Global Times berkata tim WHO telah berbincang dengan para manajer dan staf berbagai laboratorium. Mereka juga memeriksa laboratorium milik Institut Virologi Wuhan.

Hasilnya, pakar WHO meragukan bahwa virusnya bocor dari laboratorium Wuhan.

Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump mendukung teori bahwa virusnya bocor dari laboratorium Wuhan.

(Sumber: globaltimes.cn)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Hasil Investigasi WHO: Tak Ada Bukti Kuat Covid-19 Bocor dari Laboratorium

Dream - Tim WHO mengakhiri investigasi mereka di Wuhan, Hubei, China untuk menemukan asal usul penyebaran virus SARS-CoV-2 yang memicu pandemi Covid-19. Sejumlah bukti dikumpulkan dan sampai pada beberapa kesimpulan sementara.

Kepala tim WHO, Peter Ben Embarek, menyatakan investigasi telah mencakup sejumlah informasi baru mengenai virus corona namun tidak secara dramatis mengubah gambaran mengenai penyebarannya.

Dari temuan di lapangan, Embarek menyatakan tidak ada bukti kuat yang menyatakan virus tersebar akibat kebocoran laboratorium di Wuhan.

" Temuan menunjukkan bahwa hipotesis insiden laboratorium sangat tidak mungkin untuk menjelaskan masuknya virus ke populasi manusia," ujar Embarek dalam konferensi pers di Wuhan.

Temuan ini senada dengan bantahan otoritas China yang menyatakan virus tidak mungkin tersebar karena kebocoran. China kemudian menawarkan alternatif teori dengan menyebut bisa saja virus berasal dari tempat lain sebelum masuk ke Wuhan, termasuk pada kemasan makanan beku impor.

4 dari 5 halaman

Bisa Jadi Hewan

Embarek juga mengatakan hasil investigasi mengarahkan pada dugaan kelelawar menjadi hewan penular utama Covid-19. Tetapi, kecil kemungkinan kelelawar pembawa virus berasal dari Wuhan.

Kepala panel ahli Covid-19 China, Liang Wannian, meyakini penyakit bisa disebabkan dari transmisi zoonotic (penularan antar hewan). Bisa juga dari hewan ke manusia yang kemudian berevolusi.

Tetapi, dia menyatakan sumber penularan belum dapat teridentifikasi. Sementara kelelawar dan trenggiling memungkinan sebagai reservoir (sumber penularan) karena kesamaan urutan genetik, Liang menyatakan tidak ada bukti menunjukkan bahwa virus corona ada dua jenis hewan ini memiliki hubungan langsung dengan Covid-19.

" Virus corona yang secara genetik terhubung dengan SARS-CoV-2 telah teridentifikasi pada hewan yang berbeda termasuk kuda, kelelawar dan trenggiling," kata Liang.

" Pengambilan sampel kelelawar di provinsi Hubei, bagaimanapun, telah gagal menemukan bukti SARS-CoV-2 pada virus asli, dan pengambilan sampel satwa liar di berbagai tempat di China sejauh ini gagal untuk mengidentifikasi keberadaan SARS-CoV-2," ucap dia melanjutkan.

 

5 dari 5 halaman

Terkait dengan Pasar, Tapi Kasus Lain Menunjukkan Sebaliknya

Liang mengatakan kerentanan kucing terhadap virus juga dapat berarti mereka bisa menjadi reservoir potensial. Tetapi, ukuran sampelnya tidak mencukupi dan saat ini masih diselidiki.

Lebih lanjut, Liang menjelaskan kasus awal pada 2020 terkait dengan penularan di Pasar Makanan Laut Huanan Wuhan. Ini karena sampel yang diambil mengandung kontaminasi permukaan yang meluas dari virus di pasar.

Meski demikian, dia mengatakan tidak mungkin menentukan bagaimana virus itu masuk ke pasar basah.

" Sementara beberapa kasus awal memiliki hubungan dengan pasar, yang lain terkait dengan pasar lain dan yang lainnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan pasar," kata dia.

Sumber: abc.net.au

Beri Komentar