Advertisement
Polisi mengungkap sejumlah fakta mengejutkan, mulai penumpang, isi mobil, sampai pemilik ambulans tersebut.
Garis pernah mengirim kadernya ke Suriah.
Sebagian besar korban masih di bawah 19 tahun.
Perempuan itu berjalan menembus gas air mata yang dilontarkan polisi.
Ada satu stasiun bawah tanah yang masih ditutup.
Yang dilayani hanyalah stasiun layang.
Kini, masyarakat bisa naik dan turun di dua stasiun ini.
Kamera media dan warga sipil berhasil mengabadikan pemandangan haru yang menggetarkan hati.
MUI meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak terpancing provokasi.
Dari salah satu tersangka polisi menemukan perbincangan di grup aplikasi pesan WhatsApp yang berisi pesan provokatif.
"Jangan, kami manusia sama seperti kalian".
"Ada uang yang masuk di amplop, ada nama-namanya. Amplop ini Rp200 ribu sampai Rp500 ribu,"
Jangan ada pihak yang menghalangi apabila ada massa yang ingin menyuarakan aspirasi.
"Jadi sudah di-setting untuk melakukan penyerangan ke asrama polisi di Petamburan. Sudah ada barang buktinya, sudah kita kantongi di situ," tambah dia.
Siapa saja mereka?
Fadli mengatakan ambulans Gerindra melayani warga.
Massa sempat membentangkan Bendera Merah Putih.
Joko Widodo tersebut mengaku telah mengirimkan utusan untuk membuka komunikasi antar kedua capres.
Korban tak hanya dari massa, tapi juga aparat keamanan.
Massa melempari aparat keamanan dengan botol air mineral, petasan dan batu.
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak
REDMI Note 15 Series Segera Hadir di Indonesia, Siap Jadi Smartphone All-rounder Andalan Gen Z
Sisi lain Bupati Wanita Pertama Di Lebak