Fadlan mengalami luka bakar 40 persen. Dia sudah menjalani dua kali operasi. Butuh biaya Rp 400 juta lebih untuk perawatannya. Pihak yayasan membuka rekening untuk membantu hafiz cilik ini.
Dengan suara dan irama indah, Rasyid melanjutkan ayat-ayat yang dibaca oleh Syekh Mahmud. Semua orang yang hadir di masjid itu kagum dengan kemampuan Rasyid.
"Syekh Rasyid belajar secara otodidak, tidak ada yang bimbing. Dia sudah bisa mengucap asma Allah ketika berusia tujuh bulan," tutur Ibunda Rasyid, Yuli Chaniago.
Ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, mengatakan istrinya sangat berperan besara dalam membentuk Musa sebagai penghafal Alquran. Sang istri tak pernah lelah mendidik anak pertama mereka itu.
"Kami juga heran. Dia itu bisa menirukan tilawah imam dari berbagai negara, dari Mekah, Madinah, Kuwait, dan sebagainya. Irama dari 15 imam dunia," tutur ibunda Rasyid, Yulia Chaniago.
Prestasi Musa memang menarik perhatian masyarakat luas. Karena kemampuan menghafal Alquran itu, Musa kemudian mengikuti lomba menghafal Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi.
Mampu membuat penonton terpesona dengan suaranya yang unik. Kepiawaian si bocah ini terlihat dalam sebuah kontes yang diselenggarakan di Riyadh, akhir pekan lalu.
Hafiz Indonesia, Razi Ngasoi, menjadi salah satu jawara lomba menghafal Alquran di Radio Islam, Mekah, Arab Saudi. Razi menempati posisi ke dua dari 140 peserta dari 54 negara.
Madarasah ini membawahi 12 ribu sekolah agama di penjuru Pakistan. Tahun lalu, madarasah ini menghasilkan 63.556 hafaz. Dari jumlah itu, sekitar 15 ribu di antaranya adalah anak-anak perempuan.