Sangat diragukan jika Sabina telah memberikan persetujuannya terhadap produksi merchandise tersebut. Atau dia menerima royalti dari skema bisnis tersebut.
Gadis yang menguasai tiga bahasa (Rusia, Kazakhstan dan Inggris) menegaskan ia selalu berkonsentrasi bermain bola voli dan ingin terkenal dengan itu, bukan yang lain.
Suratkabar ternama Kazakhstan, Vesti, juga ikut mengkritik Sabina. Menurutnya, penonton hanya memandanginya sepanjang pertandingan, mereka justru tidak anggap penting jalannya turnamen.
"Saya sangat tersanjung pada awalnya, tapi ini semua agak berlebihan. Saya ingin berkonsentrasi bermain bola voli dan ingin terkenal dengan itu, bukan yang lain," tutur Sabina.
Meski panen pujian dari penggemar yang takjub dengan paras imut-nya, Sabina tetap rendah hati. "Saya hanya gadis Kazakhstan biasa," jawab dia saat penggemar memuji kecantikannya.