Advertisement
Laszlo beralasan gugatan yang dia layangkan lantaran Mohsen mengubah kesaksian setelah melihat rekaman video tersebut.
Dijuluki Blazing Sun atau Matahari yang Membakar.
Kata kunci Google ini mungkin menjadi jawaban bagi warga Suriah menyelamatkan hidupnya.
Mereka menyelundupkan diri mereka ke Irak sebelum bergabung pejuang di garis depan untuk menghabisi militan ISIS.
Anggota ISIS itu murka setelah mendengar istrinya dilecehkan secara seksual oleh kepala pasukan, saat dia pergi berperang di garis depan.
Relawan medis pada lembaga non-profit Dewan Medis Kota Aleppo, Suriah berjuang keras menyelamatkan bayi belum lahir dari ibu yang terkena pecahan bom.
Polisi tengah memblokade jalanan di Edirne, Turki. Ini menyebabkan para pengungsi tidak bisa melintas dari Turki menuju Yunani.
Mereka baku tembak dan benar-benar kalah jumlah dan senjata. Tetapi pasukan SAS tetap tenang dan fokus.
Pria tersebut diketahui ternyata seorang pelatih di Suriah yang sukses mengantarkan klub sepakbola Al-Fotuwa menjadi juara di liga utama Suriah.
Taipan dengan kekayaan Rp66 triliun ini menyiapkan nama 'Pulau Aylan' untuk mengenang Alan Kurdi, bocah 3 tahun yang tewas terdampar di Pantai Turki.
Aksi mereka justru dilawan klub sepakbola Israel lainnya.
Juru kamera bernama Petra Laszlo itu mengakui tindakannya hanya reflek. Dia membantah jika dirinya memiliki pandangan rasis.
Dukungan antara lain datang melalui sebuah petisi di laman Change.org yang dibuat oleh seorang netizen asal Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Si pengungsi ternyata tengah menggendong seorang anak dan jatuh tersungkur karena ulah juru kamera tersebut.
"Ketika saya mendekati bayi itu, saya berkata dalam hati, 'Ya Tuhan saya harap dia hidup'. "
Foto tubuhnya yang terdampar di sebuah pantai di Bodrum, Turki, memicu gelombang simpati di seluruh dunia.
Jerman menganggap pengungsi bisa menyelesaikan masalah yang telah dihadapinya bertahun-tahun.
Dia tidak punya pilihan lain selain melakukan tugasnya sebagai seorang jurnalis. "Saya gagal membendung air mata. Jemari saya bergetar ketika menekan tombol kamera".
"Saya ingin dengan mata biru dan kulit putih. Mereka sepertinya yang terbaik. Saya bersedia membayar untuk itu".
Bocah itu diidentifikasi bernama Aylan Kurdi, 3 tahun, asal Kobane, Suriah. Dia bersama 12 pengungsi ditemukan tewas tenggelam saat melarikan diri.
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak