Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Dream - Ini kabar gembira bagi masyarakat pengguna internet di Indonesia. Sebab, pemerintah telah mencabut pembatasan akses internet terhadap sejumlah fitur media sosial yang diterapkan sejak beberapa hari yang lalu.
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan penghentian pembatasan itu melalui akun Twitter mereka, @kemkominfo pada Sabtu 25 Mei 2019.
" Selamat menggunakan internet dengan lancar tanpa hambatan kembali ya � Mari gunakan ruang siber ini untuk hal-hal yg positif aja. Happy weekend #SobatKom!," demikian pengumuman dari akun @kemkominfo.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk membatasi akses internet pada sejumlah fitur media sosial, khususnya untuk mengunggah maupun mengunduh foto dan video.
Keputusan itu diberlakukan setelah terjadi kerusuhan pada 22 Mei 2019. Kebijakan tersebut diambil dengan tujuan untuk menghambat penyebaran berita hoaks yang dikhawatirkan menambah panas situasi.
Namun demikian, kebijakan ini dikeluhkan masyarakat. Sebab, banyak yang terimbas oleh kebijakan ini. Terutama para pedagang online yang memasarkan barang melalui internet.
Dream - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, mengatakan bahaya menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk mengakses WhatsApp.
" Kami sudah memperhitungkan salah satunya melalui VPN, selalu dikatakan bisa bypass lewat VPN, namun hindari VPN karena (kalau kita menggunakan) VPN gratis bisa terdampak terbukanya data-data pribadi," ucap Rudiantara, dilaporkan Liputan6.com, Kamis 23 Mei 2019.
Alasan lain yang muncul yaitu, penggunaan VPN dapat menjadi akses masuknya malware atau virus ke ponsel pengguna. Terutama, aplikasi VPN yang gratis. " Kalau gratis, hindari. Pokoknya hindari menggunakan aplikasi WhatsApp melalui VPN," kata dia.
Dia mencontohkan, penggunaan VPN marak digunakan di China. Di Negeri Tirai Bambu ini, negara membatasi akses aplikasi besutan Android dan iOS.
" Di Tiongkok, WhatsApp tidak bisa, tetapi menggunakan VPN bisa, tetap berbahaya memakai VPN," ucap dia.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan