Arkeolog Heran dengan Bangunan Unik di Myanmar, Menggantung di Tepi Gunung Tapi Tak Bisa Jatuh

Reporter : Sugiono
Senin, 17 Januari 2022 11:31
Arkeolog Heran dengan Bangunan Unik di Myanmar, Menggantung di Tepi Gunung Tapi Tak Bisa Jatuh
Usia bangunan yang dianggap suci oleh pemeluk agama mayoritas di Myanmar ini diperkirakan sudah seribu tahun.

Dream - Para arkeolog dibuat tercengang dengan Pagoda Kyaiktiyo di Myanmar. Selain strukturnya yang dianggap menentang gravitasi, pagoda ini juga diselimuti legenda kuno yang penuh keajaiban.

Pagoda Kyaiktiyo atau juga dikenal sebagai Pagoda Batu Emas adalah situs ziarah agama Budha terkenal di Negara Bagian Mon, Myanmar.

Bangunan unik ini berdiri di atas Bukit Kyaiktiyo atau juga dikenal sebagai Bukit Kelasa. Bukit ini berada di punggung pegunungan Paung-laung di Yoma Timur.

1 dari 6 halaman

Hampir selalu diselimuti awan, asal-usul dan kisah pagoda ini membuat para pengunjung dan peziarah dihinggapi rasa misteri. Kisah mitologinya menarik untuk ditelusuri.

Pagoda berbentuk batu ini memiliki tinggi 7,62 meter dan posisinya yang berdiri seimbang di tepi jurang sangat tidak masuk akal.

Pagoda di Myanmar yang bikin arkeolog terheran-heran.© Cuplikan Video YouTube

Bagi mata manusia, posisinya yang sedemikian rupa mungkin tampak membingungkan, hampir mustahil.

2 dari 6 halaman

Tetapi bagi yang percaya keajaibannya, pagoda ini adalah sebuah mukjizat. Konon sehelai rambut Buddha menjadi penyeimbang yang mengikat batu dan bukit yang menyangganya.

Pagoda di Myanmar yang bikin arkeolog terheran-heran.© Cuplikan Video YouTube

Legenda kuno dan mitos Pagoda Kyaiktiyo ini dimulai dari sebuah kerajaan yang terletak jauh di wilayah pedalaman yang disebut 'Upper Mon' sekitar seribu tahun yang lalu.

Suatu hari, raja sakti bertemu dengan seorang pertapa Buddha yang memegang sehelai rambut di dalam topinya.

Sehelai rambut itu dikatakan milik Sang Buddha, dan pertapa itu menawarkannya kepada sang raja.

3 dari 6 halaman

Sebagai imbalannya, pertapa meminta rambut tersebut harus diabadikan di sebuah pagoda yang dibangun di atas batu berbentuk kepalanya.

Pagoda di Myanmar yang bikin arkeolog terheran-heran.© Cuplikan Video YouTube

Raja sakti itu mewarisi kekuatan gaib dari ayahnya Zawgyi, seorang alkemis mahir, dan ibunya, seorang putri ular naga.

Dia meminta bantuan Thagyamin, nama lain Dewa Sakka dalam Buddha, untuk menemukan batu yang sempurna di dasar lautan.

4 dari 6 halaman

Raja sakti menarik batu tersebut dari dasar laut. Dia menggunakan perahu untuk mengangkut batu itu dan akhirnya mengangkatnya ke puncak gunung.

Setelah menyeimbangkan batu itu di puncak gunung, raja membangun sebuah pagoda di atasnya dan mengabadikan rambut Buddha di dalamnya.

Pagoda di Myanmar yang bikin arkeolog terheran-heran.© Cuplikan Video YouTube

Perahu yang digunakan untuk mengangkut batu juga telah berubah menjadi batu. Perahu membatu yang berjarak 300 meter dari pagoda itu juga disembah oleh para peziarah.

5 dari 6 halaman

Perahu tersebut kemudian dikenal sebagai Pagoda atau Stupa Kyaukthanban — arti harfiahnya diterjemahkan menjadi 'perahu batu'.

Versi lain dari cerita sang raja ini menyebutkan bahwa batu itu diletakkan di atas rambut. Rambut Buddha inilah yang mencegah batu itu meluncur ke bawah gunung.

Kuil dan cerita legenda di balik pagoda ini telah menjadikan Gunung Kyaiktiyo dan Pagoda Batu Emas menjadi salah satu tempat paling terkenal dan populer di seluruh negeri.

Sumber: Express.co.uk

6 dari 6 halaman

Beri Komentar