Menteri Kesehatan Meksiko Meninggal karena Covid-19

Reporter : Sugiono
Senin, 27 Juli 2020 19:01
Menteri Kesehatan Meksiko Meninggal karena Covid-19
Lebih dari 43.500 orang di Meksiko meninggal jarena Covid-19.

Dream - Covid-19 merenggut nyawa Jesus Grajeda, Menteri Kesehatan Negara Bagian Chihuahua, Meksiko. Grajeda, mengembuskan napas terakhir setelah dua pekan dirawat di rumah sakit.

" Saya kehilangan kata-kata untuk menyatakan seluruh perasaan saya pada saat ini, saya sangat berduka," kata Gubernur Chihuahua, Javier Corral, di Facebook.

Menurut Corral, Grajeda meninggal setelah mengalami gagal jantung pada Minggu 16 Juli 2020.

Meksiko menjadi negara ke empat di dunia yang mencatat jumlah kematian tertinggi akibat virus corona.

Hingga Sabtu pekan lalu, negara itu melaporkan total ada 385.000 pengidap corona dan hampir 43.500 orang meninggal akibat penyakit pernapasan Covid-19.

Sumber: Merdeka.com

1 dari 3 halaman

Heboh 400 Mayat Dievakuasi dari Jalanan dan Rumah-Rumah, Terinfeksi Covid-19

Dream - Pandemi virus corona rupanya membuat banyak negara kewalahan. Virus yang menjangkiti jutaan orang ini telah menyebabkan kematian banyak orang di berbagai negara.

Di Bolivia bahkan jenazah penduduk yang terjangkit Covid-19 bergelimpangan di rumah-rumah, juga jalanan. Kondisi itu tentu sangat memprihatinkan.

Laman News 18 melaporkan bahwa pada Selasa 21 Juli 2020, polisi mengevakuasi 400 jenazah penduduk yang bertumbangan di jalanan dan rumah-rumah.

Menurut pejabat kepolisian Bolivia, Kolonel Ivan Rojas, 85 percent dari 400 jenazah yang dievakuasi itu, " Positif Covid-19 dan kasus dengan gejala Covid-19, sehingga mereka dicatat sebagai pasien corona."

Sisanya meninggal karena kasus lain, baik disebabkan penyakit maupun kasus kekerasan.

2 dari 3 halaman

Dari jumlah 400 jasad itu, sebanyak 191 dievakuasi dari kota metropolitan Cochabamba pada 15 hingga 20 Juli, 141 dari La Paz.

Di kota terbesar Bolivia, Santa Cruz, otoritas setempat mengevakuasi 68 jenazah. Santa Cruz menjadi kota dengan dampak Covid-19 terburuk di Bolivia dengan lebih dari 60 ribu kasus.

Menurut badan epidemologi Bolivia, wilayah barat Cochabamba dan La Paz menjadi kawasan dengan penyebaran kasus corona sangat cepat.

3 dari 3 halaman

Andres Flores, direktur Institut Investigasi Forensik, mengatakan bahwa antara bulan 1 April hingga 19 Juli, lebih dari 3.000 jenazah dievakuasi dari luar rumah sakit dan diyakini terinfeksi virus corona.

Hingga saat ini negara berpenduduk lebih dari sebelas juta itu mencatatkan lebih dari 2.200 kematian yang terkonfirmasi terjangkit virus corona.

Beri Komentar