Halodoc Bikin Inovasi Imunisasi di Rumah dan Hasil PCR Terhubung Data Kemenkes

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Agustus 2021 19:12
Halodoc Bikin Inovasi Imunisasi di Rumah dan Hasil PCR Terhubung Data Kemenkes
HaloDoc berharap inovasi layanan baru ini dapat membantu masyarakat yang tengah menjalani masa PPKM Level 4.

Dream – Pengelola platform Halodoc menghadirkan dua inovasi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakah terhadap layanan kesehatan selama masa perpanjangan PPKM level 4. Salah satunya terkait dengan upaya penanganan Covid-19 di Indonesia.

“ Kami hadirkan dua peningkatan baru yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah masyarakat,” kata Chief Product Officer Halodoc, Alfonsius Timboel, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Halodoc, Selasa 3 Agustus 2021.

Dua pembaruan yang dihadirkan HaloDoc adalah layanan imunisasi ke rumah dan integrasi seluruh layanan drive thru Covid-19 Halodoc ke database New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan RI.

“ Dengan menghadirkan inovasi komprehensif dari hulu ke hilir, kami berharap dapat terus menjadi andalan masyarakat,” kata Alfonsius.

1 dari 3 halaman

Layanan Imunisasi ke Rumah

Mengutip laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, terdapat 23 juta anak di seluruh dunia melewatkan imunisasi rutin selama 2020 atau naik sekitar 3,7 juta dari 2019. Salah satu pemicunya adalah pandemi COVID-19 yang menyebabkan mobilitas masyarakat terkendala.

Untuk menghadirkan layanan imunisasi ke rumah, platform ini menggandeng mitra klinik yang memiliki layanan homecare. Imunisasi berperan penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko penyakit berbahaya yang dapat dicegah sejak dini.

Chief of Medical Halodoc, Irwan Heriyanto, mengatakan kekebalan antibodi pada bayi lebih baik daripada anak yang mengunjak usia lebih tua. Hal ini menyebabkan sebagian besar imunisasi diberikan saat anak berusia 6 bulan.

Platfom itu menyediakan layanan imunisasi anak ke rumah, seperti DTP, polio, influenza, dan hepatitis B. Layanan itu baru tersedia di Jakarta dan akan diperluas ke depannya. Pengguna juga dapat menggunakan potongan harga sebesar Rp100 ribu dengan kode IMUNISASI (berlaku satu kali dan hingga 31 Agustus 2021).

“ Tentunya kemudahan melakukan imunisasi anak di rumah masing-masing akan sangat membantu anak mendapatkan hak pada akses pelayanan kesehatan selama masa pandemi, khususnya pada PPKM Level 4 ini,” kata Irwan.

2 dari 3 halaman

Hasil Tes Covid-19 Bisa Digunakan untuk Syarat Perjalanan

Layanan kedua yang disediakan HaloDoc adalah mempermudah masyarakat untuk drive thru di 120 lokasi di 34 kota yang terafilisasi dengan NAR. Hasil tes dari layanan ini sudah terhubung dengan NAR sehingga akan terbaca di aplikasi PeduliLindungi.

Seperti diketahui, pemerintah per 12 Juli 2021 memberlakuan penumbang penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari/ atau ke bandara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari/ atau ke bandara di Pulau Bali untuk membawa kartu vaksin dan hasil tes PCR (maksimal 2x24 jam sebelum jadwal terbang). Dokumen-dokumen tersebut tidak perlu dibawa dalam wujud fisik.

Kemenkes telah membuka akses bagi operator transportasi udara untuk melakukan pengecekan kesehatan penumpang secara otomatis dengan menunjukkan kode QR di aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan nomor NIK di counter check-in. Penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hardcopy.

Penumpang memastikan bahwa fasilitas kesehatan tempatnya melakukan tes PCR telah terafiliasi dengan big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Sebelumnya, Kemenkes merilis Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01/07/Menkes/4642/2021 tentang penyelenggaraan laboratorium pemeriksaan COVID-19, di mana pemerintah memberikan validasi hasil tes PCR dari 742 laboratorium untuk syarat perjalanan.

“ Dengan (layanan ini), masyarakat dapat menggunakan hasil tes ini sebagai salah satu prasyarat penerbangan atau perjalanan,” kata dia Alfonsius.

3 dari 3 halaman

Kembali Buka Pos Layanan Vaksinasi di Sukaharjo

Dalam kurun waktu 4 bulan, Halodoc telah membuka layanan vaksinasi secara drive thru maupun walk-in di 11 lokasi di 9 kota di indonesia. Yang terbaru, Halodoc menghadirkan Pos Pelayanan Vaksinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang menyasar masyarakat umum berusia minimal 18 tahun dan menargetkan pemberian vaksin ke hampir 20 ribu peserta pada 26 Juli 2021.

Selain membuka pos pelayanan vaksinasi, Irwan juga tengah membantu mendigitalisasi proses pendaftaran vaksin demi meminimalisir kerumunan.

Layanan Halodoc telah memfasilitasi akses vaksinasi di sekitar 50 lokasi vaksinasi yang dikelola oleh fasilitas layanan kesehatan, seperti rumah sakit dan klinik, serta sejumlah sentra vaksinasi yang dikelola pihak lain. Secara kumulatif, Halodoc telah memfasilitasi lebih dari 250.000 masyarakat Indonesia mendapatkan akses vaksinasi COVID-19 secara gratis lewat Halodoc.

Menghadapi situasi PPKM Level 4, Halodoc terus menyiagakan ekosistem layanannya, termasuk dalam melayani pasien positif COVID-19 rekomendasi Kemenkes RI. Halodoc menjadi satu dari 11 pelaku telemedisin yang tergabung dalam Aliansi Telemedik Indonesia (ATENSI) untuk membantu pasien isoman.

“ Sejak diluncurkan pada 7 Juli 2021 oleh Kementerian Kesehatan RI, layanan telemedisin Halodoc telah digunakan oleh puluhan ribuan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa atau dengan gejala ringan sekaligus pemberian resep digital, agar pasien bisa mendapatkan obat secara gratis dari Kementerian Kesehatan RI melalui Kimia Farma dan akan dikirimkan langsung ke rumah pasien oleh SiCepat,” kata dia.

Beri Komentar