Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ancaman asteroid dari ruang angkasa yang jatuh dan menabrak Bumi barangkali menjadi kecemasan tersendiri bagi umat manusia. Tapi, para astrofisikawan mengungkapkan ada ancaman yang lebih dahsyat dan besar lagi di masa depan.
Selain tak terelakkan, ancaman itu berdampak besar pada seluruh galaksi Bima Sakti, termasuk nasib Bumi dan isinya.
Sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Durham University di Inggris mengatakan, Bima Sakti kemungkinan akan bertabrakan dengan galaksi lain.
Tabrakan antargalaksi itu dapat terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Jika tabrakan benar-benar terjadi, Tata Surya, termasuk Bumi, mungkin terlempar keluar dari galaksi Bima Sakti.
" Ada kemungkinan Bumi terlempar keluar dari galaksi Bima Sakti seandainya tabrakan antara dua galaksi terjadi," kata Marius Cautun, peneliti di Durham University for Computational Cosmology, kepada CNET, Jumat, 11 Januari 2019.
Untungnya bagi kita, tabrakan antara Bima Sakti dan galaksi yang lebih kecil yang dikenal sebagai Large Magellanic Cloud (LMC) itu mungkin akan terjadi pada 2 miliar tahun lagi.
Tapi, rentang waktu tersebut dianggap terlalu cepat dari prediksi sebelumnya yang mengatakan Bima Sakti akan bertabrakan dengan galaksi Andromeda. Menurut prediksi tersebut, Bima Sakti akan bertabrakan dengan galaksi Andromeda pada 8 miliar tahun lagi.
" Sementara 2 miliar tahun adalah waktu yang sangat lama dibandingkan dengan masa hidup manusia, itu adalah waktu yang sangat singkat untuk ukuran waktu kosmis," kata Cautun.
LMC merupakan salah satu dari sekelompok galaksi satelit yang lebih kecil yang sebenarnya mengorbit Bima Sakti.
Perhitungan baru menunjukkan dia memiliki dua kali lebih banyak materi gelap daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Selain itu, semua massa LMC yang sebelumnya tidak terdeteksi akan melambat dan tidak bisa lepas dari tarikan gravitasi galaksi Bima Sakti. Para ilmuwan mengatakan, tabrakan itu juga dapat membangunkan lubang hitam yang tidak aktif di galaksi Bima Sakti.
Lubang hitam itu dengan segera memakan gas di dekatnya dan tumbuh dalam ukuran yang sangat besar.
" Terlepas dari bencana yang akan terjadi, anak cucu kita mungkin akan mendapat suguhan kembang api kosmis spektakuler ketika lubang hitam Bima Sakti bereaksi dengan melontarkan radiasi energi yang sangat terang di angkasa," ujar Professor Carlos Frenk, penulis penelitian lainnya.
Penelitian tentang tabrakan dua galaksi ini diterbitkan pada hari Jumat pekan kemarin di Jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya