3 Tes Simpel yang Bisa Dilakukan untuk Tahu Jenis Kulit

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 21 Desember 2021 09:48
3 Tes Simpel yang Bisa Dilakukan untuk Tahu Jenis Kulit
Coba yuk untuk tahu jenis kulit kamu.

Dream - Selama ini banyak yang beranggapan kalau produk perawatan kulit (skincare) mahal pasti hasilnya maksimal dan membuat kulit jadi glowing. Hal tersebut tidak tepat, karena produk yang paling bekerja baik di kulit adalah yang paling sesuai sengan kebutuhan dan kondisi kulit.

Untuk itu sangat penting mengetahui jenis kulit sendiri, untuk bisa memilih beragam skincare yang kini banyak dijual di pasaran. Skincare dengan harga terjangkau pun, jika sesuai dengan kebutuhan kulit dan diaplikasikan rutin, akan berdampak siginifikan pada kulit.

Cara mengetahui jenis kulit bisa dilakukan dengan bantuan ahli, seperti dokter kulit atau terapi facial. Tak hanya itu, kamu juga bisa melakukan tes sederhana di rumah. Dikutip dari KlikDokter, berikut beberapa tes simpel untuk mengetahui jenis kulit yang bisa dilakukan.

Tes Menggunakan Tisu
Tes jenis kulit menggunakan tisu direkomendasikan oleh Southeastern Dermatology, Australia. Menurut dr. Devia Irine Putri, “ Mekanisme tes jenis kulit dengan tisu sama dengan blotting paper" . Berikut cara mengetahui jenis kulit dengan tisu:
- Bersihkan wajah terlebih dahulu menggunakan pembersih wajah yang lembut
- Keringkan sedikit dengan handuk dan jangan gunakan pelembap atau produk apa pun
- Tunggu selama 1 jam, kemudian usap perlahan seluruh wajah dengan menggunakan tisu
- Jika tisu tidak menyerap minyak dan wajah terasa bersih, kemungkinan memiliki kulit normal

Bila wajah terlihat berminyak atau berkilau setelah diusap dengan tisu, kemungkinan jenis kulit berminyak. Jika kulit terasa kencang atau terkelupas setelah satu jam proses tersebut, mungkin memiliki jenis kulit kering. Kamu memiliki jenis kulit kombinasi bila tisu menyerap minyak di area T-zone, sedangkan wajah terasa kering pada area lain.

 

1 dari 6 halaman

Tes Menggunakan Selotip (Tape Test)

Untuk melakukan tes ini, bisa menggunakan selotip bening. Berikut cara mengecek jenis kulit menggunakan tape:
- Cuci wajah dengan pembersih yang lembut
- Keringkan wajah sedikit menggunakan handuk dan jangan gunakan pelembap atau produk apa pun selama 20 menit
- Setelah itu, ambil selotip dan tempelkan di wajah dari daun telinga bagian atas hingga atas batang hidung
- Buatlah mimik wajah lucu di cermin atau tunggu saja selama 3 menit
- Lepaskan selotip dan lihat sisi yang lengket

Perawatan kulit© Shutterstock

Jika memiliki kulit yang normal, selotip akan menempel dan terlepas dengan mudah. Bila memiliki kulit berminyak, selotip akan langsung terlepas. Sementara untuk kulit kering, selotip akan terlihat keruh akibat serpihan kulit yang menempel.



2 dari 6 halaman

Tes dengan Melihat Kinerja Kulit

Selain dari kedua tes di atas, cara mengetahui jenis kulit bisa dengan melihat bagaimana kinerja kulit sepanjang hari.Berikut penjelasannya dari Mid Atlantic Dermatology:

Kulit normal; ketika setelah seharian beraktivitas tidak terlihat adanya pori-pori pada kulit. Selain itu, kulit tidak terasa kering ataupun berminyak.
Kulit berminyak; ketika setelah beraktivitas seharian kulit akan cenderung berminyak di seluruh wajah. Pori-pori pun terlihat membesar dan munculnya beberapa noda (seperti komedo putih dan komedo hitam).
Kulit kering; ketika setelah beraktivitas seharian kulit akan tampak lebih kusam. Elastisitasnya lebih rendah, adanya bercak merah di kulit, dan munculnya garis-garis halus.
Kulit kombinasi; ketika kulit menunjukkan adanya minyak di sekitar T-zone (hidung, dagu, dan dahi). Kulit pun akan tampak kusam dengan pori-pori yang tampak lebih besar setelah seharian beraktivitas.
Kulit sensitif; ketika muncul beberapa kondisi, seperti gatal, memerah, hingga inflamasi setelah terpapar produk tertentu

Untuk penjelasan selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

3 Hal Ini Sebabkan Kulit Ketiak Menghitam

Dream - Kesehatan kulit ketiak seringkali diabaikan. Umumnya, pemilihan produk yang perawatan kulit yang digunakan pada ketiak hanya bertujuan untuk mencegah munculnya bau tak sedap dan produksi keringat berlebihan.

Padahal jika tidak selektif memilih produk, ketiakmu akan menggelap dan akhirnya membuatmu kurang percaya diri ketika memakai beberapa pakaian yang tidak berlengan.

Di samping pemakaian produk yang kurang tepat, ketiak hitam juga bisa disebabkan oleh beberapa hal lainnya seperti disebutkan dalam siaran pers 'Tuntaskan Masalah Kulit Ketiak Hitam' dari ZAP Clinic.

4 dari 6 halaman

1. Mencukur rambut ketiak terlalu sering

Mencukur Bulu Ketiak© Shutterstock

Walaupun ketiak akan terlihat lebih mulus jika sering dicukur, namun ternyata kebiasaan tersebut dapat meningkatkan produksi sel pigmen. Sehingga, kulit ketiak akan menjadi lebih hitam secara berkala.

2. Merokok

Selain mengganggu kesehatan paru-paru, merokok juga bisa membuat ketiak menghitam. Pasalnya, kebiasaan merokok bisa menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi kulit. Jadi, hindarilah kebiasaan tersebut jika ingin mencegah hiperpigmentasi pada ketiak atau area kulit lainnya.

3. Menggunakan produk yang mengandung aluminium

Salah satu kandungan pada deodoran yang bisa menyebabkan kulit ketiak menghitam adalah aluminium. Kandungan aluminium dalam deodoran akan berinteraksi dengan bakteri hidup pada ketiak dan menyebabkan ketiak menghitam.

Beberapa bahan kimia pada deodoran juga dapat membuat kulit ketiak teriritasi dan mengalami berbagai masalah. Selalu perhatikan kandungan pada deodoran untuk memerhatikan bahan yang cocok dan tidak cocok pada kulitmu. Sehingga, produk tersebut lebih aman untuk digunakan pada ketiak.

5 dari 6 halaman

Hati-hati Jika Ada Benjolan di Ketiak, Bisa Jerawat atau Gejala Penyakit Lebih Parah

Dream – Jerawat tidak hanya terjadi pada wajah, tapi juga bagian tubuh lainnya. Salah satu yang cukup mengganggu adalah ketika muncul jerawat di bagian ketiak. Namun hati-hati jangan asal menyebut bintik merah di bagian tubuh ini sebagai jerawat.

Ada kalanya, kita juga melihat benjolan di bagian ketiak yang ternyata bukan jerawat. BIasanya benjolan ini terasa sakit dan muncul dalam waktu yang lebih lama daripada jerawat biasa.

Menguak Tren Breast Lift yang Bikin Kencang Payudara

Menurut Dermatologis, Arthur Simon, benjolan yang terjadi sesekali bisa jadi hanya merupakan peradangan pada kelenjar rambut akibat iritasi. Kondisi tersebut bisa jadi hanya merupakan jerawat atau bisul yang lama kelamaan akan menghilang dengan sendirinya.

Tapi jika sering terjadi, sebaiknya kamu mulai waspada dengan kondisi kulitmu.

6 dari 6 halaman

Komplikasi yang Lebih Parah

Masalah Pada Kulit Ketiak© Shutterstock

" Soalnya bisa jadi kamu mengalami yang namanya Hidradenitis Suppurativa," tulisnya dalam unggahan di Instagram @dokterkulitkucom. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk berkonsultasi pada dermatologis untuk memastikan kondisi kulitmu.

Rutin Double Cleansing Biar Pori-pori Tak Tersumbat

Apalagi, kondisi kulit tersebut umum menyebabkan bekas luka di bawah kulit. Periksalah lipatan tubuh yang berpotensi mengalami Hidradenitis Suppurativa seperti selangkangan dan ketiak. Lalu, konsultasi dengan dermatologis jika sering mendapati benjolan yang terasa sakit di area tersebut.

Mengutip laman Halodoc.com, Hidradentis suppurativa adalah suatu kelainan pada area kulit yang memiliki rambut dan kelenjar keringat. Penyakit ini diawali dengan suatu benjolan kecil sebesar kacang di area pergesekan kulit, seperti ketiak atau lipat paha, yang terasa nyeri atau berisi nanah.

Selanjutnya, saluran nanah terbentuk di bawah permukaan kulit, yang disebut dengan saluran sinus. Saluran sinus menghubungkan area-area benjolan, sehingga memperluas infeksi dan peradangan yang terjadi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi, antara lain:

  • Pembengkakan daerah lain di sekitar area yang terkena, misalnya jika hidradenitis suppurativa terjadi di ketiak, lengan dapat ikut membengkak, akibat dari hambatan aliran cairan getah bening.
  • Gangguan fungsi ginjal dan anemia akibat infeksi kronis.
  • Depresi.
  • Nyeri sendi dan radang sendi.
  • Kanker kulit, yang dapat dipicu oleh hidradenitis suppurativa yang parah.

(Sah, Laporan: Siti Sarah Al Hafizd)

Beri Komentar