Bule Non-Muslim Ikut Puasa dan Sholat Tarawih, Terkaget-kaget Saat Ketahui Ini

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 16 April 2021 12:01
Bule Non-Muslim Ikut Puasa dan Sholat Tarawih, Terkaget-kaget Saat Ketahui Ini
Meskipun non-Muslim, Rhys mencoba untuk berpuasa dan merasakan bagaimana nikmatnya umat Islam pada bulan yang penuh berkah ini.

Dream - Pengalaman unik dibagikan seorang bule bernama Rhys. Pria non-Muslim ini tinggal di Malaysia dan pandai berbahasa Melayu. Karakternya sangat bersahaja dan santai.

Meskipun non-Muslim, pada Ramadan tahun lalu, Rhys mencoba untuk berpuasa dan merasakan bagaimana nikmatnya umat Islam pada bulan yang penuh berkah ini.

Bagi siapa saja yang follow Rhys, dia membuat vlog berjudul 'Kembara Ramadhan Rhys'.

Di laman Facebook, dia mengunggah video dan menceritakan bagaimana puasa pada hari pertama hingga dia menolong orang berjualan di bazar Ramadan.

Kali ini dia mencoba hal baru, yaitu pergi ke masjid untuk melihat umat Islam menjalankan sholat Tarawih.

1 dari 6 halaman

Rhys menulis pengalaman ketika dia pergi ke masjid untuk melihat umat Islam menjalankan sholat Tarawih dari dekat.

" Rhys Pergi sholat Tarawih? Ya betul.

" Kemarin di hari ke sembilan belas berpuasa, dan seperti janji dalam video sebelum ini, Rhys akan pergi sholat Tarawih.

" Sebelum pergi ke masjid, singgah sebentar ke bazar dan setelah itu berbuka puasa bersama di Padang.

" Yang istimewa adalah begitu sampai di masjid, Rhys dapat jawaban tentang sholat Tarawih dari seorang ustaz di masjid itu."

2 dari 6 halaman

Apa yang diungkapkan Rhys di laman Facebook itu mendapat pujian dari warganet Malaysia.

" Aku mendoakan kau mendapat hidayah-Nya. Hidayah bukan milik kita, tapi hidayah milik Allah," tulis Mizad Daniel Azlan.

Sementara itu Farhan Halim Ismail menulis, " Semoga Allah buka hati saudara Rhys untuk memeluk Islam.. Amin."

Lain lagi dengan Ross Blackmore yang mendoakan Rhys bertemu Lailatul Qadar.

" Moga-moga kamu akan dapat keberkahan Lailatul Qadar, InsyaAllah," tulis Ross.

(Sumber: Ohbulan.com)

3 dari 6 halaman

Perginya Tukang Cuci Mobil yang Tak Pernah Telat Sholat Jumat

Dream - Ajal, maut, jodoh dan pertemuan itu sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Di mana pun dan kapan pun, jika ajal sudah datang, tak satu pun manusia yang bisa menghindarinya.

Seperti kisah seorang pria yang meninggal dunia saat sedang merantau demi mencari rezeki buat keluarganya di kampung halaman.

Namun di baliknya, ada kisah menyayat hati yang dibagikan oleh Ketua Eksekutif Skuad Pengurusan Jenazah Malaysia (SPJM), Muhammad Rafieudin Zainal Rasid.

Mengenang kembali peristiwa itu, pria yang akrab disapa Ustaz Rafie ini mengatakan, timnya menerima satu kasus kematian seorang perantauan warganegara India di Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL) pada 6 April lalu.

Kata Ustaz Rafie, almarhum meninggal dunia sendirian pada hari Jumat, 26 Maret lalu di dalam kamar kontrakannya yang berada di Wangsa Maju, Kuala Lumpur.

" Almarhum meninggal dunia sendirian karena serangan angin ahmar (angin duduk)," katanya melalui sebuah postingan di grup Facebook Skuad Pengurusan Jenazah Malaysia (SPJM).

4 dari 6 halaman

Menurut Ustaz Rafie, kematian lelaki itu baru diketahui teman sekerja yang ketika itu mau mengajaknya pergi menunaikan sholat Jumat di masjid.

Namun hari itu, almarhum yang biasa keluar lebih awal berangkat ke masjid, tidak terlihat oleh teman satu kontrakannya itu.

" Kata temannya, almarhum tidak pernah terlambat sholat Jumat. Dia selalu yang berangkat lebih awal dari kontrakan menuju ke masjid," ujar Ustaz Rafie.

Namun karena amalannya yang menjaga waktu sholat, Allah menggerakkan hati temannya untuk melihat almarhum pada hari kematiannya.

" Seandainya teman almarhum tidak menjenguknya, sudah tentu jasadnya akan terlantar dan mungkin membusuk dalam kamarnya. Allahuakhbar," imbuhnya.

Kata Ustaz Rafie, almarhum bekerja sebagai tukang cuci mobil. Almarhum berasal dari keluarga miskin di India dan tiba di Malaysia seorang diri demi mencari rezeki.

5 dari 6 halaman

Jasad almarhum disimpan dalam peti mati HKL sementara menunggu urusan dokumentasi di Kedutaan India. Untuk dokumentasinya diselesaikan oleh satu badan hukum nirlaba India Muslim.

" Istri almarhum di India ridha jasad suaminya dimakamkan di Malaysia. Kami yang menguruskan jenazah almarhum," katanya.

Ustaz Rafie menambahkan jenazah akhirnya selamat dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Sungai Pusu, Gombak selepas waktu Asar pada 6 April lalu.

Untuk segala biaya pengurusan jenazah telah ditanggung pihak SPJM yang mendapat dukungan dan bantuan dari masyarakat Muslim Malaysia.

Sumber: mStar.com.my

6 dari 6 halaman

Awalnya Terpaksa Mualaf, Lihat yang Terjadi Selanjutnya...

Dream - Amira, 35 tahun, awalnya memeluk Islam karena terpaksa. Namun setelah menjalani dengan sungguh-sungguh, wanita asal Malaysia itu akhirnya merasa tenang hidupnya.

Dia memeluk Islam karena pengaruh beberapa pihak, termasuk kenalannya, yang mengatakan Islam dapat menyelesaikan isu bangkrut yang membelenggu hidupnya.

Namun, tanpa disangka, hidayah yang datang itu mengubah pandangan serta keyakinan terhadap agama Allah SWT ini. Dia merasa lebih tenang dalam menjalani hidup sejak hampir tiga tahun lalu.

Menurut Amira, dia dinyatakan bangkrut pada 2008 setelah mantan suaminya gagal melunasi angsuran bulanan untuk mobil yang dibeli pada awal 2000.

Katanya, dia merasa tidak punya masa depan saat menerima pemberitahuan dari Departemen Kepailitan Malaysia karena menanggung beban ditinggalkan suami, selain menjaga lima anak secara sendirian setelah bercerai pada 2012.

(Sumber: hmetro.com.my)

Beri Komentar