La Rist: Geliat Bisnis `Rumahan` Kue Lebaran

Reporter : Ervina
Sabtu, 26 Juli 2014 06:02
La Rist: Geliat Bisnis `Rumahan` Kue Lebaran
Selain ketupat, bagi muslim Tanah Air berlebaran terasa kurang lengkap tanpa kue kering. Meningkatnya minat kue kering saat Lebaran membuat bisnis rumahan menjamur di berbagai daerah.

Dream - Lebaran dan kue kering seakan sudah menjadi satu paket yang saling melengkapi. Hidangan utama untuk menyambut tamu kerap disiapkan sejak sebulan sebelum kedatangan hari istimewa tersebut.

Namun tak jarang karena kesibukan, tradisi untuk membuat kue kering menjadi sedikit terhambat. Bisnis ini pun dilirik oleh sebagian besar industri rumahan yang mulai memproduksi kue kering untuk hadiah atau sekedar dikonsumsi saat Lebaran tiba.

La Rist merupakan salah satu yang memanfaatkan momen Lebaran untuk menerima pesanan kue kering. Sejumlah kue kering seperti nastar, putri salju, sagu keju, lidah kucing, strawberry cookies, blueberry cookies, dan kue kacang ramai dipesan jelang Lebaran.

" Meski bukan pertama kali tapi kami berusaha untuk membuka pemesanan kue kering minimal dua minggu sebelum waktu pengambilan atau pengiriman," kata Bambang Wisanggeni selaku pemilik La Rist kepada Dream.co.id.

Lebih lanjut Bambang mengatakan Ramadan ini La Rist mendapat pesanan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu jumlah pesanan sekitar 130 toples, sementara tahun ini meningkat menjadi 190 toples.

Di antara sekitar 10 varian kue kering yang dipasarkan, jenis kue kering yang sudah familiar di masyarakat termasuk yang paling banyak dipesan. " Nastar, lidah kucing, putri salju, kastangel, dan cokelat pralin merupakan yang paling laris di antara yang lain," ungkapnya.

Bisnis kue rumahan yang telah dirintis sejak sembilan tahun silam ini biasanya mulai menggeliat sejak memasuki bulan Ramadan. " La Rist sendiri mulai menghentikan pesanan sejak dua minggu jelang Lebaran, selebihnya kami tinggal produksi dan distribusikan ke pemesan," ucap Bambang lagi.

Menjangkau pasar menengah ke bawah, kue-kue La Rist tidak kalah bersaing dengan kue kering buatan toko. Untuk itu banderol harga pun cukup terjangkau yakni mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

Beri Komentar