Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dream - Banyak psikolog dan ahli dalam perilaku manusia percaya bahwa kecerdasan emosi (EQ/Emotional Quotient) memiliki peran lebih penting untuk meraih sukses daripada kecerdasan intelektual (IQ/Intelligence Quotient).
Kecerdasan emosional dapat dilatih dan dikembangkan dengan berbagai cara. Seperti dengan mengenal emosi sendiri, mengelola emosi diri, mengenal emosi orang lain serta membina hubungan dengan orang lain.
Berikut penjelasan cara mengembangkan kecerdasan emosional, seperti dikutip dari Enterpreneur, Senin, 3 Agustus 2015.
Mengenal Emosi Diri
Anda bisa mulai bertanya pada hati yang terdalam seperti apakah perasaan Anda sesungguhnya. Apakah Anda tipe orang yang pemarah, pemberani, penakut, suka cemas, ragu-ragu, pemalu dan sebagainya. Mungkin Anda bisa mengetahui pada saat apa dan bagaimana Anda marah, takut, gelisah, cemas, bersemangat, gembira dan sebagainya. Mungkin terlihat mudah, tetapi sesungguhnya sulit. Intinya, Anda harus memahami diri Anda sendiri.
Mengelola Emosi Diri
Inilah cara mengubah sikap dan perilaku agar lebih lebih baik. Orang-orang sukses mampu menetapkan tujuan, memetakan rencana untuk mencapai tujuan tersebut dan melaksanakan rencana tersebut - mereka mampu memengaruhi perilaku mereka sendiri secara positif.
Mengenal Emosi Orang Lain
Memahami orang lain berkaitan dengan empati yaitu kemampuan untuk memahami apa yang orang lain rasakan dan mengapa, serta untuk mengetahui bagaimana kata-kata dan tindakan Anda akan diterima oleh orang-orang di sekitar Anda. Tanpa empati, Anda tidak akan mengenal mereka dan tidak pernah tahu mengapa. Sangat sulit untuk berhasil jika tidak memahami orang lain.
Membina Hubungan Dengan Orang Lain
Kecerdasan emosional juga berkaitan dengan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain. Adapun salah satu kuncinya adalah membuka hati untuk menerima kelebihan dan kelemahan orang lain.
Dengan begitu, Anda akan mampu memotivasi orang lain secara efektif. Efektivitas dan keberhasilan Anda dalam berbisnis berkaitan erat dengan kemampuan Anda memengaruhi orang untuk melakukan apa yang Anda inginkan. Ini bukan manipulasi. Manipulasi adalah memengaruhi orang lain hanya untuk menguntungkan Anda, tetapi tidak bagi mereka.
Orang-orang sukses mampu memengaruhi orang lain dengan cara yang menguntungkan semua orang.
Dalam dunia bisnis, sukses tergantung pada empat hal: IQ (seberapa pintar seseorang), pengalaman (termasuk pendidikan, pengalaman dan pelatihan kerja), usaha keras yang sudah dilakukan, serta kecerdasan emosional.
Namun sebagian perusahaan hanya menerapkan tiga faktor utama yaitu IQ, pengalaman, dan usaha keras untuk mencapai sukses dalam bisnis. Sedangkan kecerdasan emosional kurang terlalu mendapat perhatian. Padahal kecerdasan emosional merupakan cara dalam menilai kinerja secara keseluruhan dari karyawan saat bekerja atau menghadapi situasi sulit.
Dengan pengendalian yang kuat, karyawan bisa dengan tenang melihat permasalahan dan memperhitungkan dampak dari suatu keputusan atau suatu tindakan.
Sementara itu karyawan biasanya hanya punya tiga faktor pertama saat diterima bekerja. Sehingga kurang memiliki kecerdasan emosional. Inilah yang menjadi kelemahan yang akan menghambat perusahaan mencapai keberhasilan.
Meskipun banyak yang mengabaikannya, kecerdasan emosional sangat penting bagi keberhasilan seseorang dalam bisnis. Kabar baiknya adalah bahwa kecerdasan emosional ini dapat dilatih dan dapat ditingkatkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun