Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang membahayakan jantung, seperti mengonsumsi alkohol, merokok, obesitas, dan diabetes, ternyata juga merusak otak. Hal tersebut bisa menyebabkan penyempitan otak sehingga berpotensi terkena penyakit Alzheimer dan demensia.
"Kita sudah tahu bahwa faktor risiko vaskular dapat merusak otak sehingga merusak kognitif manusia," Ujar peneliti Kevin King, yang juga asisten profesor radiologi di Keck School of Medicine of the University of Southern California in Los Angeles, US.
"Temuan kami memberikan ide yang lebih konkrit mengenai hubungan faktur perusak jantung dengan kesehatan otak, " ujar King seperti dikutip dari Gulf News, Minggu, 2 Juli 2015.
Para peneliti meneliti hubungan ini di 3 daerah otak utama. Hasilnya, faktor-faktor tersebut mengambil memori sehingga menyebabkan penyakit Alzheimer dan demensia.
Dari hasil penelitian ini diharapkan manusia bisa mencegah penyakit Alzheimer yang belum ada obatnya dengan menjauhi faktor risiko vaskular ini.
"Saat ini kami tidak memiliki pengobatan yang efektif untuk penyakit Alzheimer, sehingga fokusnya adalah pada pencegahan," pungkasnya.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Jika KDM Tidak Nyapres Siapa Untung: Prabowo, Gibran, atau AHY?

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya