Ngeri, Tapi Keunikan Suku Leher Panjang Sukses Pikat Wisatawan

Reporter : Ratih Wulan
Selasa, 8 November 2016 11:47
Ngeri, Tapi Keunikan Suku Leher Panjang Sukses Pikat Wisatawan
Kehadiran penduduk asli Suku 'Leher Panjang' yang hidup di Kayang Padaung menjadi daya tarik tersendiri dari pariwisata Myanmar.

Dream - Myanmar menjadi salah satu negara yang memiliki kebudayaan unik dan menarik perhatian dunia. Hal itu menjadi bekal dalam mempromosikan negara bagian Kayang di selatan-timur Myanmar. Tepatnya dekat dengan perbatasan Thailand dan Inle Lanke.

Di samping permasalahan atas hak wilayah, pemerintah setempat mencoba untuk menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata. Sejak tahun 2014 silam, pemerintah Myanmar telah berupaya keras untuk mengembangkan desa-desa adat sebagai destinasi wisata. Bersama masyarakat lokal, mereka bergandengan untuk membangun infrastruktur.

Pengembangan pariwisata di negara bagian Kayang bersama PBB, International Trade Center telah mengembangkan produk budaya yang sesuai dengan program ekowisata.

Mereka mempersiapkan masyarakat untuk siap menerima kedatangan pengunjung internasional. Pembangunan tersebut juga telah membuat air dan jalan dapat diakses secara mudah di wilayah Kayang.

Negara bagian Kayang dipandang sangat potensial dalam pengembangan dunia pariwisata Myanmar. Seperti keunikan ibukota Yangon, wilayah kolonial Mandalay dan kuil-kuil Bagan.

Begitu pula dengan kehadiran penduduk asli Suku 'Leher Panjang' yang hidup di Kayang Padaung. Kisah mereka berhasil memenangkan sebuah kompetisi menulis yang dituangkan dalam buku 'The Land of Green Handutulan'.

Tahun lalu, Myanmar berhasil menarik perhatian 4,68 juta pengunjung. Bisnis hotel dan pariwisata negara diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga 6 juta orang untuk tahun ini. Dibanding total tahun 2010 yang hanya mencapai 800 ribu saja.

Jumlah maskapai yang melayani rute ke Myanmar juga telah naik dua kali lipat sejak 2012. Sedangkan titik masuk utama, yaitu Bandara Internasional Yangon telah membuka terminal baru pada Maret lalu. Fasilitas ini berhasil meningkatkan kapasitas enam juta penumpang.

Lalu berlanjut dengan kesepakatan untuk membuat bandara baru berjarak 50 mil di luar kota dengan kapasitas 12 juta penumpang. Rencananya penyelesaian bangunan bandara akan jatuh tempo pada 2022.

(Sumber: ttgmedia.com)

Beri Komentar