Foto: The Sun
Dream - Memiliki hewan peliharaan dengan tingkah pola yang lucu tentunya sangat menggemaskan dan menyenangkan.
Namun memelihara hewan di rumah tidak hanya cukup dengan memberikan kasih sayang. Si pemilik harus bisa memastikan hewan kesayangannya selalu sehat dan benar-benar terawat.
Jangan sampai kesehatan dan keselamatan kamu atau anggota keluarga terancam hanya karena malas memeriksakan hewan ke dokter hewan.
Pengalaman ini dialami seorang wanita asal Ohio, Amerika Serikat bernama Marie Trainer.
Tak ada satupun anggota keluarga yang menyangka jika air liur dari anjing kesayangnya mereka ternyata menyimpan marabahaya. Marie harus merelakan kedua tangan dan kakinya diamputasi.
Dilansir dari The Sun, kisah ini dimulai pada awal Mei lalu ketika Marie mendadak merasa tak enak badan. Dia mengira hanya sedang terserang flu.
Namun kian hari kondisi Marie makin memburuk. Marie akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan langsung masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dari hasil pemeriksaan Dokter diketahui jika Marie mengalami kegagalan hati dan ginjal. Tetapi dokter belum yakin apa penyebabnya.
Suami Marie yang diliputi rasa khawatir memutuskan memindahkan sang istri ke rumah sakit lain.
Akhirnya penyebab penyakit yang diderita Marie terungkap saat dokter di rumah sakit baru itu melakukan pemeriksaan. Tubuh Marie ternyata telah diserang virus atau kuman yang menyasar pembuluh darah kecil di bagian lengan dan kakinya.

Dengan berat hati, tim dokter memberitahu pihak keluarga jika tangan dan kaki Marie harus segera diamputasi.
Dokter khawatir jika operasi tersebut ditunda, Marie akan meninggal dunia karena gangren atau kondisi yang terjadi ketika banyak jaringan tubuh mengalami nekrosis (mati).
Dari hasil pemeriksaan mendalam, dokter meyakini jika infeksi yang menyerang Marie disebabkan bakteri Capnocytophaga Canimorsus yang berasal dari anjingnya.

Ia menduga jika kedua anjing Marie mungkin telah menjilat sesuatu yang mengandung bakteri tersebut.
Bakteri Capnocytophaga Canimorsus pada dasarnya hidup di mulut anjing atau kucing. Kabar baiknya, bakteri itu tak dengan mudah menyebar ke manusia melalui gigitan ataupun jenis kontak lainnya.(Sah)
Advertisement

Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Oli Palsu Marak, QTRUST Hadirkan SeQure untuk Cek Keaslian Produk

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya