Derita Pemilik Kontrakan: Rumah Busuk dan Berlendir

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 5 Februari 2017 16:02
Derita Pemilik Kontrakan: Rumah Busuk dan Berlendir
Total kerugian mencapai Rp5 juta.

Dream - Sebagai seorang penyewa, seseorang harus amanah dan jujur dalam menjaga setiap inci rumah yang dihuni. Jika ada masalah harus berkonsultasi dan berdiskusi dengan pemilik rumah kontrakan.

Bukan dengan cara mengambil jalan mudah dengan 'lari' dan meninggalkan rumah dengan kondisi yang sangat parah.

Peristiwa itulah yang dialami perempuan pemilik kontrakan, Fatin. Rumah yang dikontrakkannya, ditinggalkan dalam kondisi yang sangat buruk, lengkap beserta sampahnya. Bahkan peralatan rumah tangganya juga dirusak.



 

1 dari 3 halaman

Bau Busuk, Lantai Berlendir dan Banyak Belatung

Fatin menyewakan rumahnya di Taman Mantau Indah, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia kepada seorang ibu tunggal sejak enam bulan yang lalu. Tetapi, penyewa lari dan meninggalkan rumah dalam kondisi tidak terawat dan kotor sekali.

Lebih menyakitkan hati ketika penyewa itu bukan saja merusak kediamannya tetapi juga membiarkan tagihan air dan listrik tertunggak. Jumlahnya sangat fantastis, mencapai Rp 1,5 juta sebelum menghilang.

Parahnya, perbuatan penyewa tadi baru disadari Fatin saat liburan Tahun Baru China.

" Dari luar rumah sudah berbau busuk dan nampak lalat di mana-mana. Bila saya masuk, saya hanya mampu mengusap dada saat melihat keadaan rumah yang lantainya berlendir dan banyak belatung.

" Saya masuk ke dalam rumah itu pun karena ada penyewa lain di situ yang menyewa kamar dengan wanita tersebut. Tak tahulah bagaimana dia bisa tinggal dalam kondisi seperti itu," kata Fatin di laman Ohbulan.com

 

2 dari 3 halaman

Awalnya Bersimpati

Beberapa bagian rumah seperti pintu, kran air dan wastafel juga rusak seolah-olah seperti disengaja. Fatin mencoba menghubungi penyewa tersebut namun panggilannya tidak dijawab.

" Rumah itu pada awalnya saya ingin sewakan Rp1,5 juta tapi wanita itu menghubungi saya dan berharap sangat bisa tinggal di situ. Tapi saya diminta menguranginya menjadi Rp1,3 juta karena dia ibu tunggal dan menghidupi seorang anak lelaki berusia lima tahun."

" Saya simpati dengan keadaannya dan setuju mengurangi harga sewa dengan syarat dia menjaga rumah dengan baik seperti saat saya berikan kepada dia. Patutlah selama ini dia selalu mengelak dan memberi berbagai alasan setiap kali saya menagih uang sewa," kata Fatin.

 

3 dari 3 halaman

Pelajaran Berharga Bagi Fatin

Kini, apa yang terjadi pada rumahnya itu telah menjadi pelajaran bagi Fatin. Dia berjanji setelah ini akan lebih berhati-hati menerima penyewa.

Fatin sendiri merasa heran dengan penyewa terakhir rumahnya itu, karena dua penyewa sebelumnya tidak ada masalah.

" Sebelum ini saya baca laporan koran tentang penyewa semacam ini, tapi sekarang saya malah jadi korban," katanya.

Fatin terpaksa menanggung biaya perbaikan segala kerusakan rumah sewanya yang diperkirakan lebih dari Rp3 juta. Belum lagi, dia juga harus membayar segala tunggakan tagihan yang sebesar Rp1,5 ringgit itu. (Sah)

Beri Komentar