Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Kontrakan Yang Ditinggalkan Dalam Keadaan Bau Dan Kotor (sumbe: Ohbulan.com)
Dream - Sebagai seorang penyewa, seseorang harus amanah dan jujur dalam menjaga setiap inci rumah yang dihuni. Jika ada masalah harus berkonsultasi dan berdiskusi dengan pemilik rumah kontrakan.
Bukan dengan cara mengambil jalan mudah dengan 'lari' dan meninggalkan rumah dengan kondisi yang sangat parah.
Peristiwa itulah yang dialami perempuan pemilik kontrakan, Fatin. Rumah yang dikontrakkannya, ditinggalkan dalam kondisi yang sangat buruk, lengkap beserta sampahnya. Bahkan peralatan rumah tangganya juga dirusak.
© Dream
Fatin menyewakan rumahnya di Taman Mantau Indah, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia kepada seorang ibu tunggal sejak enam bulan yang lalu. Tetapi, penyewa lari dan meninggalkan rumah dalam kondisi tidak terawat dan kotor sekali.
Lebih menyakitkan hati ketika penyewa itu bukan saja merusak kediamannya tetapi juga membiarkan tagihan air dan listrik tertunggak. Jumlahnya sangat fantastis, mencapai Rp 1,5 juta sebelum menghilang.
Parahnya, perbuatan penyewa tadi baru disadari Fatin saat liburan Tahun Baru China.
" Dari luar rumah sudah berbau busuk dan nampak lalat di mana-mana. Bila saya masuk, saya hanya mampu mengusap dada saat melihat keadaan rumah yang lantainya berlendir dan banyak belatung.
" Saya masuk ke dalam rumah itu pun karena ada penyewa lain di situ yang menyewa kamar dengan wanita tersebut. Tak tahulah bagaimana dia bisa tinggal dalam kondisi seperti itu," kata Fatin di laman Ohbulan.com
© Dream
Beberapa bagian rumah seperti pintu, kran air dan wastafel juga rusak seolah-olah seperti disengaja. Fatin mencoba menghubungi penyewa tersebut namun panggilannya tidak dijawab.
" Rumah itu pada awalnya saya ingin sewakan Rp1,5 juta tapi wanita itu menghubungi saya dan berharap sangat bisa tinggal di situ. Tapi saya diminta menguranginya menjadi Rp1,3 juta karena dia ibu tunggal dan menghidupi seorang anak lelaki berusia lima tahun."
" Saya simpati dengan keadaannya dan setuju mengurangi harga sewa dengan syarat dia menjaga rumah dengan baik seperti saat saya berikan kepada dia. Patutlah selama ini dia selalu mengelak dan memberi berbagai alasan setiap kali saya menagih uang sewa," kata Fatin.
© Dream
Kini, apa yang terjadi pada rumahnya itu telah menjadi pelajaran bagi Fatin. Dia berjanji setelah ini akan lebih berhati-hati menerima penyewa.
Fatin sendiri merasa heran dengan penyewa terakhir rumahnya itu, karena dua penyewa sebelumnya tidak ada masalah.
" Sebelum ini saya baca laporan koran tentang penyewa semacam ini, tapi sekarang saya malah jadi korban," katanya.
Fatin terpaksa menanggung biaya perbaikan segala kerusakan rumah sewanya yang diperkirakan lebih dari Rp3 juta. Belum lagi, dia juga harus membayar segala tunggakan tagihan yang sebesar Rp1,5 ringgit itu. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya