Wanita Dipaksa Pindah Kursi karena Pria Ultra-Religius Tak Mau Duduk Sebelahan

Reporter : Sugiono
Rabu, 26 Agustus 2020 15:45
Wanita Dipaksa Pindah Kursi karena Pria Ultra-Religius Tak Mau Duduk Sebelahan
Sudah dua kali wanita itu diminta pindah kursi karena penumpang fanatik tidak mau duduk di samping wanita.

Dream - Seorang wanita menggugat maskapai penerbangan EasyJet karena dua kali dipaksa pindah tempat sebab kursinya akan dipakai oleh pria Yahudi fanatik.

Gugatan telah diajukan minggu lalu atas nama Melanie kepada Israel Religious Action Center, sebuah divisi gerakan Reformasi di Israel.

Warga negara Inggris-Israel, Melanie Wolfson, mengaku diminta pindah tempat duduk dalam dua penerbangan terpisah oleh awak kabin EasyJet.

1 dari 4 halaman

Wanita 38 tahun yang tinggal di Tel Aviv, Israel, ini menuduh awak kabin EasyJet bersikap diskriminatif.

Mereka memaksanya pindah karena seorang pria dari gerakan ultra-Ortodoks Yahudi Haredi tidak mau duduk di samping seorang wanita.

Melanie mengatakan penerbangan pertamanya dilakukan pada bulan Oktober. Saat itu dia melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Ben Gurion Israel ke London.

2 dari 4 halaman

Dia mengatakan kepada harian Israel, Haaretz, bahwa peristiwa itu meruppakan pertama kalinya sebagai orang dewasa dia 'didiskriminasi karena menjadi seorang wanita'.

" Saya tidak akan masalah bertukar tempat jika mereka adalah anggota keluarga atau teman. Tetapi saya diminta pindah karena saya seorang wanita. Itulah mengapa saya menolak," katanya.

Dia akhirnya setuju untuk pindah tempat meski sedikit enggan melakukannya. Melanie tidak mau dianggap sebagai penyebab tertundanya penerbangan.

Dalam insiden tersebut, seorang awak kabin memberi Melanie minuman gratis sebagai insentif karena bersedia pindah tempat duduk.

3 dari 4 halaman

Melanie mengatakan dua bulan kemudian dia melakukan perjalanan dengan penerbangan EasyJet lain. Ternyata Melanie kembali diminta untuk pindah tempat duduk dengan kasus yang sama.

Namun kali ini Melanie menolak. Akibatnya dua penumpang wanita terpaksa pindah kursi, dan dua pria Haredi tersebut duduk di sebelah Melanie.

4 dari 4 halaman

Melanie mengajukan gugatan setelah keluhannya akibat kedua insiden tersebut tidak mendapat tanggapan dari maskapai penerbangan.

Dia menggugat berdasarkan undang-undang Israel tahun 2000 yang melarang diskriminasi atas dasar ras, agama, kebangsaan, tanah asal, jenis kelamin, orientasi seksual, pandangan politik atau status pribadi.

Sumber: Daily Star

Beri Komentar