Fakta di Balik Foto Pengantin Menangis Sendirian di Pelaminan

Reporter : Febriyani
Sabtu, 19 Mei 2018 14:00
Fakta di Balik Foto Pengantin Menangis Sendirian di Pelaminan
Pengantin wanita itu tak didampingi oleh mempelai laki-laki. Kisah pernikahan ini menyita perhatian publik.

Dream - Foto ini menjadi viral. Menampilkan mempelai perempuan di pelaminan saat resepsi pernikahan. Tanpa pengantin lelaki. Wanita berbusana pengantin Jawa itu terlihat menangis, air matanya diseka kerabat.

Pengantin wanita dalam foto pilu itu adalah Gitaditya Witono. Pernikahan ini memang tak biasa karena tak tampak mempelai lelaki. Namun Gitaditya harus menjalaninya.

Sang mempelai lelaki, Koko, saat itu mendadak sakit. Dia harus dilarikan ke Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta. Koko jatuh sakit setelah mereka melangsungkan pemberkatan di Gereja St Ignatius Loyola, Jakarta, pada Mei 2016.

Dokter melarang Koko melanjutkan resepsi pernikahan untuk menjalani perawatan. Sehingga Gita berada di perlaminan sendiri. Tanpa belahan jiwanya.

1 dari 2 halaman

Gitaditya Witono Membawa Baju Pengantin Pria ke Rumah Sakit

Dua tahun berselang, Gita mebgunggah fotonya bersama Koko. Foto itu diunggah ke media sosial pada 15 Mei 2018.

Dan, fakta baru pun terkuak. Setelah resepsi, ternyata Gita membawa baju pengantin pria ke rumah sakit untuk suaminya. Bacalah caption yang ditulis pada unggahan itu, yang ditujukan untuk anaknya.

 

Jadi gini Bob.. Bapak kamu itu salah satu orang yang paling rajin datang ke resepsi pernikahan teman-temannya, eh giliran resepsi pernikahannya sendiri, Bapak malah ga dateng 😂😂🤣 . Cerita di balik foto ini adalah bahwasanya maskoko sama sekali tidak dateng ke gedung kerena dilarang keras oleh dokter. Trombosit maskoko pagi itu drop ke angka 20ribu 😶 akhirnya ku memohon kepada mba Inten @kusumointen (yang tentu saja dibolehin😘😘) supaya habis resepsi aku bisa bawa beskapnya maskoko ke rumah sakit biar dia sempat pake soalnya beskap itu JAHIT PERDANA!! 😂 Secara ya maskoko tinggi gitu, beskap yg available di KI kekecilan semua, yauda deh kita memutuskan jait perdana. Jahit perdana itu kan TIDAK MURAH yaaa, wkwkw, jadi si maskoko harus sempet make walaupun cuma sebentar, walaupun rempes secara tangan pake infus, pokoknya maskoko harus pake hahaha. . Moral of the story : Please ensure you attend your own wedding reception esp if you already spend significant $$ for your wedding suit 🤣 #weddingstory #cengcengansuami #unforgetablemoments #2ndanniversary #lovewins 😂

A post shared by Gitaditya Witono (@gitskai) on

"Jadi gini Bob.. Bapak kamu itu salah satu orang yang paling rajin datang ke resepsi pernikahan teman-temannya, eh giliran resepsi pernikahannya sendiri, Bapak malah ga dateng. Cerita di balik foto ini adalah bahwasanya maskoko sama sekali tidak dateng ke gedung kerena dilarang keras oleh dokter. Trombosit maskoko pagi itu drop ke angka 20ribu. Akhirnya ku memohon kepada mba Inten @kusumointen (yang tentu saja dibolehin) supaya habis resepsi aku bisa bawa beskapnya mas koko ke rumah sakit biar dia sempat pake soalnya beskap itu JAHIT PERDANA!! Secara ya mas koko tinggi gitu, beskap yg available di KI kekecilan semua, yauda deh kita memutuskan jait perdana.
Jahit perdana itu kan TIDAK MURAH yaaa, wkwkw, jadi si maskoko harus sempet make walaupun cuma sebentar, walaupun rempes secara tangan pake infus, pokoknya maskoko harus pake hahaha.

Moral of the story : Please ensure you attend your own wedding reception esp if you already spend significant $$ for your wedding suit," tulis Gitaditya Witono dalam unggahan fotonya.

2 dari 2 halaman

Gitaditya Witono Juga Berfoto dengan Para Pengiring Pengantin

Banyak netizen yang berkomentar setelah melihat unggahan foto Gitaditya Witono.

"@gitskai hahaha kocak mba gits si mas koko," tulis akun @yusrinasofia.

"Wahhh luar biasa yaa cerita wedding orangtua mu Bob..." tulis akun @novihutapea.

Selain berfoto bersama suaminya, Gitaditya Witono juga berfoto dengan para pengiring pengantin.

 

Selalu seru kalo diinget-inget 😍

A post shared by Gitaditya Witono (@gitskai) on

"Selalu seru kalo diinget-inget," tulis Gitaditya Witono.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara