Ini Tempat Paling Beracun di Muka Bumi

Reporter : Ismoko Widjaya
Selasa, 20 Januari 2015 10:16
Ini Tempat Paling Beracun di Muka Bumi
Hanya berdiri di pinggirannya selama 1 jam, lebih dari cukup untuk membunuh Anda.

Dream - Meskipun luar biasa indah, Danau Karachay di Rusia mungkin adalah tempat yang tidak masuk dalam daftar wisata Anda.

Hanya berdiri di pinggirannya selama 1 jam, Anda sama saja disuntik radiasi dengan dosis sebesar 600 rontgen, lebih dari cukup untuk membunuh Anda.

Tingkat radiasi danau itu lebih dari 200.000 kali jumlah normal aktivitas radioaktif yang disebabkan praktik pembuangan limbah yang buruk.

Terletak jauh di kaki Gunung Ural di Rusia dan dekat dengan perbatasan Kazakhstan, Danau Karachay termasuk dalam area Mayak Production Association, salah satu fasilitas nuklir yang terbesar (dan mengalami kebocoran terbesar) di negara itu.

Dibangun pada 1940-an, setelah Perang Dunia II, Mayak adalah salah satu pabrik senjata nuklir yang paling penting bagi Rusia dan tidak dapat diakses untuk orang asing selama 45 tahun.

Tapi ketika Presiden Boris Yeltsin menandatangani sebuah dekrit pada 1992 tentang pembukaan area sekitar Mayak, ilmuwan yang berkunjung langsung menyatakan daerah itu sebagai yang paling tercemar di planet ini.

Tampaknya dalam periode panjang dari ketidakjelasannya, Mayak adalah wilayah yang banyak dikaitkan dengan kecelakaan nuklir, beberapa hampir separah krisis Chernobyl.

Awalnya insinyur nuklir di Mayak membuang limbah radioaktif di Sungai Techa. Setelah terjadi pencemaran besar-besaran di sepanjang aliran sungai, mereka berhenti membuang limbah secara langsung. Mereka membangun sistem pengolahan limbah nuklir yang melibatkan banyak drum.

Namun pada September 1957, drum-drum tersebut meledak dengan kekuatan setara dengan 85 ton TNT. Debu hasil ledakan seberat 70 ton yang mengandung zat radioaktif pun tersebar hingga seluas 9000 mil persegi. Zat radioaktif itu pun mempengaruhi pasokan makanan hampir 300 ribu warga Uni Soviet.

Dengan sistem limbah yang hancur, para insinyur nuklir ini mulai mengarahkan aliran limbah radioaktif ke Danau Karachay. Para insinyur optimis bahwa apa pun yang dibuang di danau ini akan tetap di sana secara permanen.

Selama sepuluh tahun, asumsi mereka terbukti benar. Namun saat kekeringan parah melanda Chelyabinsk, danau perlahan mulai mengering, memperlihatkan sedimen radioaktif di bagian bawah.

Debu beracun menyebar kemana-mana, membumbui sekitar 900 mil persegi tanah dengan strontium dan cesium, bersama dengan unsur-unsur berbahaya lainnya.

Sebagai hasil dari semua kontaminasi yang terjadi - ledakan pada 1957 dan kekeringan pada 1967 - sebagian besar kawasan Chelyabinsk tidak layak huni sampai hari ini.

Para ahli telah memperkirakan bahwa sekitar satu miliar galon air tanah telah tercemar limbah radioaktif. Dan sampai hari ini, penduduk setempat tetap tidak menyadari tingkat yang sebenarnya dari radioisotop dalam air dan makanan mereka. 

(Ism, Sumber: odditycentral.com)

Beri Komentar
Lika-Liku Penangkapan Romahurmuziy