Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tak Sesuai Standar Kebersihan Dan Kesehatan, Pabrik Mie Dan Kelapa Ditutup. (Foto: Facebook Majlis Bandaraya Seberang Perai?)
Dream - Dua pabrik pengolahan makanan dan satu toko kelontong ditutup selama 14 hari oleh Departemen Kesehatan Penang, Malaysia. Petugas terkejut melihat cara pengelola pabrik menjaga kebersihan pabrik makanan tersebut yang sama sekali tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Menurut petugas Kesehatan Lingkungan Departemen Keamanan dan Kualitas Pangan, Mohd Wazir Khalid, mereka telah bekerja sama dengan Dewan Kota Seberang Perai (MBSP) untuk melakukan penggerebekan di ketiga tempat tersebut.
Selain ditutup selama 14 hari, dua unit pabrik dan satu toko itu juga diharuskan membayar denda masing-masing 20.000 ringgit (Rp71,6 juta) atas pelanggaran terkait kebersihan dan kesehatan.
Tempat pertama yang digerebek adalah pabrik yang mengolah mie jenis misoa di Kampung Selamat yang terletak di seberang peternakan babi dan beroperasi tanpa izin.

Khalid mengatakan pabrik tersebut sebenarnya pernah digerebek pada tahun 2012 silam dan ditutup. Tapi rupanya pabrik tersebut buka lagi tanpa izin selama 8 tahun terakhir.
"Menurut pandangan Kementerian Kesehatan, lokasinya sangat tidak tepat karena dapat menyebabkan pencemaran makanan. Saya serahkan pada departemen perizinan untuk mengambil tindakan," ujar Khalid.
Khalid kemudian menggambarkan kondisi pabrik mie tersebut. Menurutnya, mie yang sedang diproses pabrik dibiarkan menjuntai di atas lantai.

Selain itu, mie juga dikeringkan di tempat terbuka. Hal ini bisa menimbulkan risiko pencemaran makanan oleh bahan asing, seperti kotoran burung yang jatuh di atas mie.

Tempat kedua adalah pabrik pengolahan kelapa yang terletak di kawasan yang sama. Tempat tersebut ternyata juga beroperasi tanpa izin dan dalam kondisi kotor.

Pekerja pabrik terlihat menginjak kelapa yang sudah dikeringkan. Sedangkan buah kelapa disimpan dalam wadah kotor dan diletakkan dekat toilet.

Penempatan bahan baku secara sembarangan ini tentu bisa menimbulkan risiko kelapa akan terkontaminasi bakteri penyebab kolera dan tifus.
Tempat terakhir yang digerebek oleh petugas adalah toko grosir yang terletak di Tasek Gelugor.

Dalam operasi penggerebekan, petugas menemukan kotoran tikus dan barang-barang yang dijual sudah kedaluwarsa.
Sumber: World of Buzz
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia