Sosok dan Pengakuan Wanita Pengirim Takjil Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 3 Mei 2021 12:58
Sosok dan Pengakuan Wanita Pengirim Takjil Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul
Setelah dilakukan penyelidikan selama 4 hari, polisi mengamankan seorang wanita terduga pelaku pengiriman sate beracun tersebut.

Dream - Teka-teki wanita pengirim sate beracun lewat pengemudi ojek online (ojol) yang tewaskan seorang pelajar SD di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bernama Naba Faiz Prasetya (10), akhirnya terkuak.

Setelah polisi menangkap wanita berinisial NA, warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Direktur Reskrimmum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Pol Burkan Rudy Satriya menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan selama 4 hari, polisi mengamankan seorang wanita terduga pelaku pengiriman sate beracun tersebut.

" Kami berhasil mengamankan NA, seorang pekerja swasta asal Majalengka," kata Burkan saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin 3 Mei 2021.

1 dari 6 halaman

NA ditangkap tanpa perlawanan di rumah yang ada di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, NA mengaku sakit hati kepada Tomi, pria yang seharusnya menerima sate itu. Tomi diketahui adalah seorang penyidik di Polresta Yogyakarta.

" Motifnya, sakit hati karena target [Tomi] menikah dengan perempuan yang lain," imbuhnya.

Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya beberapa plastik kombinasi garis merah berisi 6 tusuk sate dan saus kacang.

Kemudian dua unit motor matik, sepasang sandal, uang tunai Rp30 ribu yang dipakai pelaku untuk membayar ojol.

NA telah ditahan di Polres Bantul. Polisi masih memintai keterangan untuk penyelidikan lanjutan.

2 dari 6 halaman

Pakai Racun Ini

Dream - Uji laboratorium terhadap makanan sate yang menewaskan seorang bocah berusia delapan tahun asal bantul, Yogyakarta, Naba Faiz Prasetya, menyatakan bumbu makanan itu mengandung racun jenis C.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan, hasil lab telah keluar namun secara fisik belum diterima. Saat ini Polres Bantul belum mendapatkan surat resmi dari hasil lab itu, namun informasi tentang hasil lab sudah diketahui.

Ngadi mengatakan bahwa dari hasil lab diketahui jika takjil yang dibawa oleh Bardiman dari hasil orderan offline ojek online yang kemudian dikonsumsi oleh Naba ini, mengandung racun. Racun, kata Ngadi diketahui berjenis C.

3 dari 6 halaman

Meskipun demikian Ngadi enggan merinci racun jenis C ini seperti apa. Termasuk apakah mengandung sianida atau tidak.

" Hasilnya sementara positif mengandung racun. Untuk racunnya jenis C," kata Ngadi, Kamis 29 April 2021.

" Silakan diartikan sendiri. Yang jelas racun jenis C ini mudah didapatkan. Itu kan untuk di apotas ada racun itu. Obat tikus juga ada. Jenisnya ada yang cair dan yang padat," sambung Ngadi.

Ngadi merinci kandungan racun ditemukan dalam bumbu sate. Sementara untuk daging sate tidak ditemukan kandungan racun.

Kini, polisi akan berkoordinasi dengan laboratorium untuk melanjutkan penyelidikan dan melakukan penelusuran terhadap orang yang mengirim paket takjil tersebut.

" Untuk pelaku masih kita telusuri. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi bisa segera kita amankan pelakunya," tutur Ngadi.

Menurut informasi terakhir, pihak polres Bantul akan melakukan konferesi pers pada hari ini, Senin 3 Mei 2021 untuk mengungkap hasil penyidikan dan identitas wanita pengirim paket takjil beracun.

Sumber: merdeka.com

4 dari 6 halaman

Kronologinya

Dream - Seorang bocah SD dilaporkan meninggal dunia usia memakan paket takjil pemberian orang tak dikenal. Paket tersebut diterima oleh ayahnya yang berprofesi sebagai tukang ojek saat mengantarkan pesanan untuk pelanggananya.

Kabar pilu itu pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Fahmi Ansy di grup Facebook Info Cegatan Jogja. Ia mengabarkan, anak tetangga di desanya tewas setelah menyantap paket takjil berupa sate dan bumbu.

Dalam unggahannya, Fahmi Ansy menceritakan kronologi kejadian nahas yang menimpa seorang anak SD bernama Naba. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 25 April 2021. Bermula dari ayah Naba yang sedang beristirahat sambil sholat Ashar di Masjid.

5 dari 6 halaman

Menurut informasi yang dihimpun dari akun Facebook tersebut, ayah Naba bekerja sebagai driver ojek online. Tiba-tiba ada seseorang datang meminta tolong mengantarkan barang secara offline tanpa menggunakan aplikasi. Orang itu meminta antarkan bungkusan berupa dua kotak.

Ketika sampai di lokasi pengiriman, sang penerima paket yang diantar ayah Naba tidak mau menerima. Hal itu lantaran sang penerima tidak merasa kenal dengan pengirim.

" Setelah sampai alamat yang dituju, ternyata yang dikasih bungkusan tidak mau menerimanya, karena merasa tidak kenal. Terus bilang ‘dah bungkusan itu buat bapak saja’ lalu dibawa pulang oleh bpnya mas Naba," tulis Fahmy Ansy.

6 dari 6 halaman

Naba kemudian disuapi lontong dengan bumbu sebanyak setengah sendok oleh sang ibu. Baru makan seidkit, Naba mengeluh dan meminta sang ibu untuk menghabiskan sisa makanannya.

“ Mas Naba bilang ke belakang sama ibunya ‘maemnya buat ibu saja’, dalam hitungan menit, Mas Naba di belakang jatuh tak sadarkan diri,” tulis akun Facebook tersebut.

Dalam pengakuannya, sang ibu yang sudah memakan lontong dengan bumbunya itu merasakan pedas serta pahit di tenggorokkan. Sang ibu berhasil selamat, namun Naba tidak tertolong.

“ Kata ibunya, rasanya pedas pahit dan kayak nyangkut di tenggorokan. Alhamdulillah ibunya selamat. Tadi pagi habis subuh sebagian anak-anak MADIN menyolati dan membacakan tahlil buat Alm Mas Naba,” tulisnya memberi keterangan kondisi terbaru Naba.

Beri Komentar